
Renata kembali dari bar ke hotel,
disana dia bertemu dengan Raffa dan Kaira yang sedang makan malam.
“Kak Raffa kak Kaira.” Kata
Renata.
“Hei, sudah makan belom? Makan
bareng yuk.” Kata Kaira.
“Jangan, cepat kembali ke hotel,
aduh kau bau minuman seperti ini. Kau sedang ada masalah apa sampai jadi
seperti ini?” Tanya Raffa.
“Aku hanya ingin bersenang-senang
saja kok kak, aku ke kamar dulu ya.” Kata Renata.
“Waw aku baru kali ini melihat
Renata seperti itu.” Kata Kaira.
“Tidak usah heran, dia sudah
biasa dari sejak dia masih single dulu. Maaf ya jika keluargaku seperti itu,
yak arena mamiku juga dulu sering ke bar dan bertemu dengan papi ku di bar jadi
jangan heran jika anak-anaknya juga pernah ke bar, tapi tidak usah khawatir aku
sudah berubah dan aku tidak akan pernah kesana lagi.” Jelas Raffa.
“Iya sayang, lanjutin makannya.
Setelah ini kita pergi jalan-jalan yuk mas di sekitar sini.” Kata Kaira.
“Jangan sekarang, besok saja aku
temani kami kemana saja. Sekarang sudah malam aku takut kau masuk angin.” Kata
Raffa.
“Iya iya, aku sudah selesai
makan. Kita ke kamar sekarang yuk.” Kata Kaira.
**
__ADS_1
Bu Siska atau Bu Adinata pergi ke
kamar Renata.
“Ada apa mi?” Tanya Renata.
“Kau sudah pulang ternyata, ini
mami pesankan sup pereda mabuk. Makanlah selagi hangat.” Kata bu Siska.
“Makasih mi, perutku terasa
sangat tidak enak setelah minum banyak.” Kata Renata.
“Kau tadi pulang bersama siapa?
Kau ada masalah dengan suamimu?” Tanya bu Siska.
“Aku pulang sendiri. Tidak ada,
semua baik-baik saja kok. Hanya saja aku mulai bosan dengan suamiku mi.” Kata
Renata sambil menyantap makanan tersebut.
“Bosan kau bilang? Lalu kau ingin
berpisah gitu dengan suamimu? Pikirkan baik-baik, lalu bagaimana dengan Azura?”
“Dia hanya sibuk dengan urusan
pekerjaannya mi, yang ada di pikiran dia hanyalah urusan kantor dan urusan
ranjang saja. Bahkan waktu berdua dengan Azura saja dia tidak pernah, makan
bersama dengan keluarga pun dia juga sangat jarang, sarapan maupun makan malam
bersama sangat jarang mi, inilah yang membuatku bosan.” Kata Renata.
“Pikirkan bagaimana nasib Azura
nantinya, dia masih membutuhkan sosok ayah, ya coba kau bicara baik-baik dengan
suamimu. Lalu ajaklah berlibur bersama, ya berlibur bertiga kemana gitu,
mungkin makan diluar bersama atau sekedar menginap di hotel bersama untuk
membangun hubungan kalian jadi lebih dekat dan harmonis. Jangan sampai lah kau
berpisah dengan suamimu hanya karena masalah seperti itu. Biarlah kakakmu saja
yang pernah mengalami kerusakan dalam rumah tangganya, mami mohon kamu jangan
__ADS_1
sampai seperti mereka. Pikirkan kata-kata mami barusan ya.” Kata bu Siska.
“Iya mi, sepertinya ada benarnya
juga jika aku mengajak suamiku untuk berlibur bersama.” Kata Renata.
**
Keesokan paginya, ada yang
mengetuk pintu kamar Renata.
“Aduh siapa sih pagi-pagi begini
mengetuk pintuku. Aku masih mengantuk sekali.” Gerutu Renata. Lalu dia bangun
dan membuka pintunya. Dan betapa terkejutnya dia melihat suami dan anaknya
datang sambil membawa kue dan juga balon untuknya.
“Surprise.” Kata suami Renata dan
anaknya.
“What? Apa ini semua? Bagaimana
mungkin kamu pergi kesini, bukankah kau ada meeting hari ini?” Tanya Renata.
“Happy Anniversary sayang.” Kata
suami Renata lalu mencium istrinya.
“Mami selamat ulang tahun.” Kata
Azura.
“Happy Anniversary.” Kata bu
Siska, Kaira dan Raffa secara bersamaan sambil meniup terompet.
“Astaga kalian semua, aku jadi
sangat terharu.” Kata Renata.
“Mi, Azura pengen makan kue nya
sekarang.” Kata Azura.
“Ok ok, ayo masuk kamar dulu.”
__ADS_1
Kata Renata.