Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 161


__ADS_3

Renata kembali dari bar ke hotel,


disana dia bertemu dengan Raffa dan Kaira yang sedang makan malam.


“Kak Raffa kak Kaira.” Kata


Renata.


“Hei, sudah makan belom? Makan


bareng yuk.” Kata Kaira.


“Jangan, cepat kembali ke hotel,


aduh kau bau minuman seperti ini. Kau sedang ada masalah apa sampai jadi


seperti ini?” Tanya Raffa.


“Aku hanya ingin bersenang-senang


saja kok kak, aku ke kamar dulu ya.” Kata Renata.


“Waw aku baru kali ini melihat


Renata seperti itu.” Kata Kaira.


“Tidak usah heran, dia sudah


biasa dari sejak dia masih single dulu. Maaf ya jika keluargaku seperti itu,


yak arena mamiku juga dulu sering ke bar dan bertemu dengan papi ku di bar jadi


jangan heran jika anak-anaknya juga pernah ke bar, tapi tidak usah khawatir aku


sudah berubah dan aku tidak akan pernah kesana lagi.” Jelas Raffa.


“Iya sayang, lanjutin makannya.


Setelah ini kita pergi jalan-jalan yuk mas di sekitar sini.” Kata Kaira.


“Jangan sekarang, besok saja aku


temani kami kemana saja. Sekarang sudah malam aku takut kau masuk angin.” Kata


Raffa.


“Iya iya, aku sudah selesai


makan. Kita ke kamar sekarang yuk.” Kata Kaira.


**

__ADS_1


Bu Siska atau Bu Adinata pergi ke


kamar Renata.


“Ada apa mi?” Tanya Renata.


“Kau sudah pulang ternyata, ini


mami pesankan sup pereda mabuk. Makanlah selagi hangat.” Kata bu Siska.


“Makasih mi, perutku terasa


sangat tidak enak setelah minum banyak.” Kata Renata.


“Kau tadi pulang bersama siapa?


Kau ada masalah dengan suamimu?” Tanya bu Siska.


“Aku pulang sendiri. Tidak ada,


semua baik-baik saja kok. Hanya saja aku mulai bosan dengan suamiku mi.” Kata


Renata sambil menyantap makanan tersebut.


“Bosan kau bilang? Lalu kau ingin


berpisah gitu dengan suamimu? Pikirkan baik-baik, lalu bagaimana dengan Azura?”


“Dia hanya sibuk dengan urusan


pekerjaannya mi, yang ada di pikiran dia hanyalah urusan kantor dan urusan


ranjang saja. Bahkan waktu berdua dengan Azura saja dia tidak pernah, makan


bersama dengan keluarga pun dia juga sangat jarang, sarapan maupun makan malam


bersama sangat jarang mi, inilah yang membuatku bosan.” Kata Renata.


“Pikirkan bagaimana nasib Azura


nantinya, dia masih membutuhkan sosok ayah, ya coba kau bicara baik-baik dengan


suamimu. Lalu ajaklah berlibur bersama, ya berlibur bertiga kemana gitu,


mungkin makan diluar bersama atau sekedar menginap di hotel bersama untuk


membangun hubungan kalian jadi lebih dekat dan harmonis. Jangan sampai lah kau


berpisah dengan suamimu hanya karena masalah seperti itu. Biarlah kakakmu saja


yang pernah mengalami kerusakan dalam rumah tangganya, mami mohon kamu jangan

__ADS_1


sampai seperti mereka. Pikirkan kata-kata mami barusan ya.” Kata bu Siska.


“Iya mi, sepertinya ada benarnya


juga jika aku mengajak suamiku untuk berlibur bersama.” Kata Renata.


**


Keesokan paginya, ada yang


mengetuk pintu kamar Renata.


“Aduh siapa sih pagi-pagi begini


mengetuk pintuku. Aku masih mengantuk sekali.” Gerutu Renata. Lalu dia bangun


dan membuka pintunya. Dan betapa terkejutnya dia melihat suami dan anaknya


datang sambil membawa kue dan juga balon untuknya.


“Surprise.” Kata suami Renata dan


anaknya.



“What? Apa ini semua? Bagaimana


mungkin kamu pergi kesini, bukankah kau ada meeting hari ini?” Tanya Renata.


“Happy Anniversary sayang.” Kata


suami Renata lalu mencium istrinya.


“Mami selamat ulang tahun.” Kata


Azura.


“Happy Anniversary.” Kata bu


Siska, Kaira dan Raffa secara bersamaan sambil meniup terompet.


“Astaga kalian semua, aku jadi


sangat terharu.” Kata Renata.


“Mi, Azura pengen makan kue nya


sekarang.” Kata Azura.


“Ok ok, ayo masuk kamar dulu.”

__ADS_1


Kata Renata.


__ADS_2