Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Season 3 Part 1


__ADS_3

Lima belas tahun kemudian


Arabella berusia 22 tahun, Raffa


sangat memanjakan putri sulungnya itu karena dia merasa bersalah telah


menitipkannya di panti asuhan saat Arabella bayi, selain itu mendiang Angel


juga berpesan kepada Raffa untuk menyayangi dan mencintai putrinya itu.


Sehingga terkadang Arabella menjadi sombong dan semena-mena karena ayahnya yang


selalu memanjakan dan membelanya. Hari itu tepat Arabella berulang tahun yang


ke 22 tahun. Raffa mengadakan pesta ulang tahun yang sangat mewah untuk Arabella karena


permintaan Arabella. Tentu saja hal ini membuat Kaira menjadi sangat sibuk hari itu.


“Papi terima


kasih banyak ya, Arabella senang sekali akhirnya bisa mengadakan pesta ulang


tahun yang sangat mewah dan meriah ini. I love u papi.” Kata Arabella.


“Sama-sama


sayang, kamu hari ini sangat cantik sekali.” Kata Raffa.


“Benarkah?


Terima kasih gaunnya pa, aku suka sekali. Hanya papi yang selalu mengerti dan


sayang sama Arabella.” Kata Arabella.



“Loh kan mami


juga sayang kamu.” Kata Raffa.


“Iya sih tapi


papi jauh lebih peduli denganku daripada mami. Mami sibuk mengurus keperluan


Kei dan Feya. Bahkan gaun ini yang membelikan papi.” Kata Arabella sambil


cemberut.


“Mami sayang


sama semua anak-anaknya kok.” Kata Raffa.


“Mungkin karena


Arabella hanyalah anak angkat kan jadi mami masih belum bisa menerima Arabella


seutuhnya. Aku bisa mengerti itu kok pa.” Kata Arabella sedih, lalu Raffa

__ADS_1


memeluk anaknya.


“Sudah jangan


berfikir yang negatif ya, mami dan papi tidak pernah membedakan anak-anaknya,


papi sama mami sayang sama kamu, Kei dan juga Feya.” Kata Raffa.


Raffa pergi


untuk berganti baju, Kaira menghampiri Arabella.


“Wah hari ini


anak mami sangat cantik.” Kata Kaira sambil membelai rambut anaknya.


“Tentu saja


karena gaun ini aku jadi terlihat sangat cantik.” Kata Arabella.


“Tolong bantu


mami menyiapkan makanan dan kue untuk tamu yuk.” Kata Kaira.


“Apa? Tidak mau,


aku sudah ganti baju dan tampil cantik seperti ini. Nanti kalau bajuku kotor


bagaimana? Bisa kacau dong, suruh saja pembantu, lagipula mami kenapa


repot-repot kan ada pembantu.” Kata Arabella.


itu saja kok tidak mau sih.” Gerutu Kaira.


“Oh jadi mami


marah sama aku, memang benar bahwa mami tidak pernah menyukaiku sejak awal. Apa


salahku sih ma, bukankah mami yang membawaku ke rumah ini. Dikeluarga ini hanya


papi yang peduli dan sayang padaku.” Kata Arabella sambil meneteskan air


matanya.


“Hei hei anak


papi kenapa sedih sih, jangan menangis nanti nggak cantik lagi deh, acaranya


sebentar lagi mau dimulai loh.” Kata Raffa sambil menenangkan anaknya.


“Ini semua


gara-gara mami.” Kata Arabella.


“Sudah sudah,


ayo kita temui para tamunya.” Kata Raffa.

__ADS_1


Lalu Arabella


menuju ruang tamu bersama ayahnya, saat dia berjalan didepan ibunya, dia


tersenyum sinis ke arah ibunya.


“Astaga kenapa


sih Arabella jadi membenciku seperti itu, ini karena mas Raffa selalu


memanjakan Arabella, aku harus memberi pengertian kepada Arabella.” Kata Kairadalam hati.


Acara pun


dimulai, tamu yang hadir cukup banyak diantaranya ada kekasih Arabella yang


juga teman kuliahnya yaitu Jerry, lalu ada teman-temannya yang lain, keluarga besar Raffa dan


tentunya tante Intan.


“Selamat ulang


tahun ya sayang.” Kata Raffa dan Kaira. Raffa mencium putrinya begitu juga


dengan Kaira.



Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemotongan kue, namun dengan sengaja Jerry


mendorong Feya ke arah kue ulang tahun sehingga kue ulang tahun tersebut


hancur. Arabella sangat kesal namun dia menahan emosinya.


“Apa yang kamu


lakukan Feya? Kenapa kamu menghancurkan kue ulang tahunku?” Tanya Arabella


dengan ekspresi sedih.


“Maaf aku tidak


sengaja kak, tadi ada yang mendorongku lalu aku terjatuh kak.” Kata Feya.


“Kenapa kamu


melakukan ini padaku? Apa salahku? Aku bahkan belum memotong kue nya dan


sekarang kamu menghancurkannya, lihat gaunku juga menjadi kotor seperti ini.


Papi bagaimana ini, aku sangat malu.” Kata Arabella.


“Mohon maaf


sebelumnya, ini hanyalah ketidaksengajaan.” Kata Kaira.


“Mohon maaf

__ADS_1


sebelumnya, acara ini akan tetap berlangsung. Sekali lagi kami mohon maaf.”


Kata Raffa sambil menunduk memohon maaf kepada para tamu undangan.


__ADS_2