
Keesokan harinya,
Kaira menjenguk Raffa dirumah sakit dengan diantarkan Arka. Sesampainya disana,
Raffa tidak ada dikamar.
“Loh kok dia
nggak ada, apa dia sudah pulang ya?” Tanya Kaira kepada Arka.
“Sebentar, coba
aku tanyakan ke susternya deh, kamu tunggu disini dulu ya.” Kata Arka.
Selagi Arka
menanyakan ke suster, Kaira keluar untuk mencari keberadaan Raffa.
Dalam hatinya, “Mungkin dia lagi cari udara segar, coba deh
aku kesana siapa tau dia ada disana.”
Ditaman, Raffa sedang
berbicara dengan pengacara Angel, Kaira yang tidak sengaja melihatnya akhirnya
ikut menguping pembicaraan mereka.
“Apa ini pak?” Tanya
Raffa kepada pengacara Angel.
“Ini surat
perceraian Ibu Angel dan Bapak Raffa. Ibu Angel menggugat cerai bapak, mohon
segera ditandatangani.” Kata pengacara.
“Saya hanya mau
menandatangani surat ini jika Angel sendiri yang datang kesini pak.” Kata Raffa
dengan tegas.
“Tidak bisa
pak, karena ibu Angel sedang diluar negeri sehingga tidak bisa datang langsung
menemui bapak.” Kata pengacara.
“Sambungkan
telfon ke dia, saya ingin berbicara sebentar dengannya.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Kalau begitu
bapak sendiri saja yang menelfon ibu Angel.” Kata pengacara.
“Dia mengganti
nomornya. Saya mohon pak sambungkan telfon kepadanya.” Kata Raffa.
“Sebentar, akan
saya coba dulu.” Kata pengacara.
“Hallo bu Angel,
maaf bu ini pak Raffa ingin berbicara sebentar dengan ibu.” Kata pengacar
sambil memberikan ponselnya kepada Raffa.
“Hallo Angel,
kenapa kau tega melakukan ini semua kepadaku? Kau dimana sekarang?” Tanya
Raffa.
“Tidak perlu
mencariku karena aku sudah bahagia dengan seseorang yang jauh lebih baik
darimu. Segera tanda tangani surat itu.” Pinta Angel.
tangani surat ini kalau kau sendiri yang datang kesini.” Ancam Raffa.
“Jangan
mempersulit keadaan diri sendiri mas, baiklah kalau kamu tidak ingin menandatangani
surat itu, lihat saja apakah kamu masih bisa bertahan atau apa aku harus
melibatkan mantan istrimu?” Ancam balik Angel.
“Kurang ajar
kau ya, baiklah aku turuti keinginanmu, tapi jangan pernah kau berani mengganggu
Kaira lagi.” Kata Raffa.
Akhirnya Raffa
menandatangani surat perceraian itu. Lalu Raffa kembali lagi ke kamarnya. Kaira
yang takut ketahuan oleh Raffa akhirnya segera berlari namun malah terjatuh
karena tertabrak seseorang. Raffa yang melihatnya sangat terkejut dan segera
__ADS_1
menghampiri untuk menolongnya.
“Kau tidak
apa-apa? Apa ada yang terluka?” Tanya Raffa.
“Lepaskan
tanganmu, aku bisa berdiri sendiri. Terimakasih.” Bentak Kaira.
“Baiklah, kita
duduk dulu di taman situ yuk, ada yang ingin aku bicarakan.” Ajak Raffa.
“Aku kesini
hanya ingin memastikan apakah kau baik-baik saja. Sepertinya kau baik-baik saja
jadi aku akan pulang.” Kata Kaira. Namun Raffa menarik tangannya.
“Aku tau kamu
malam itu menungguku kan. Terimakasih banyak karena kamu masih peduli dengan
orang jahat sepertiku.” Kata Raffa.
Lalu mereka
pergi ke taman untuk sekedar mengobrol bersama.
“Bagaimana
kabarmu?” Tanya Raffa.
“Baik.” Jawab
Kaira.
“Maafkan aku,
aku tau bahwa aku sangat hina sangat malu untuk sekedar berbicara denganmu
namun sejujurnya aku sangat ingin menemuimu. Aku menyesal telah menghianatimu
dan menyakitimu. Apa kau masih mau memaafkan diriku?” Tanya Raffa.
“Inilah balasan
dan karma yang pantas untuk dirimu mas. Maaf aku harus pulang karena Arka sudah
menungguku. Tolong jaga dirimu baik-baik.” Kata Kaira.
Kaira segera
__ADS_1
berlari meninggalkan Raffa sambil menangis karena menahan rindu, namun dia
takut dan gengsi untuk mengatakannya jadi dia memilih untuk segera pergi.