
Angel pergi menemui Raffa ke
rumahnya. Pertama kalinya Angel pergi ke rumah Raffa, karena selama ini Raffa
melarang Angel berkunjung ke rumahnya.
“Mas, nanti malam temenin aku
periksa ke dokter kandungan ya.” Pinta Angel dengan manja.
“Aku nggak bisa, kau pergi saja
sendiri.” Kata Raffa.
“Ini kan anak kamu mas kok kamu
tega sih sama aku. Oh ya kita jadi kapan nikahnya? Aku nggak mau kalo ini anak
nggak ada bapaknya, aku pengen kita cepet nikah pokoknya.” Kata Angel.
“Aku nggak bisa.” Jawab Raffa.
“Kenapa? Kamu mau balikan sama
Kaira? Lagian kalian kan uda pisah terus dia juga mau nikah jadi jangan harap
bisa balikan. Kalo kamu nggak mau tanggungjawab aku bakal bunuh diriku sendiri
sama bayi ini.” Ancam Angel.
“Kamu gila apa mau bunuh anak
sendiri. Ok ok aku bakal nikahin kamu tapi aku nggak mau ada pesta mewah. Aku
nikahin kamu setelah anak ini lahir.” Kata Raffa.
“Nggak bisa mas, itu kan aib. Aku
mau secepatnya kita menikah pokoknya. Aku malu mas nanti kalo anak ini lahir
dan kita baru nikah. Lagian kan orang tuamu uda setuju dan kamu juga uda pisah
sama Kaira jadi mesti nunggu apalagi sih.” Kata Angel. Jadi Angel sudah
mengetahui bahwa Kaira dan Raffa sudah cerai karena tadi Kaira mengirim pesan
singkat yang isinya “Aku sudah resmi
bercerai dengan mas Raffa jadi silahkan nikmati bekas suamiku.”
“Ok baiklah, kita nikah minggu
depan, kita ke penghulu aja gausa undang banyak orang. Puas kamu.” Bentak
Raffa.
“Nah gitu dong. Oh ya sekalian
undang juga tuh si Kaira.” Kata Angel. Namun Raffa tidak menghiraukan kata Angel.
Dalam hati Angel, “Gue bakal undang tuh si Kaira biar makin
kesel mereka hahaha akhirnya Raffa jadi milikku seutuhnya dan gue jadi nyonya
dirumah ini seneng banget puas banget rasanya. Pokoknya nak mama bakal pastikan
kalau hidupmu berkecukupan dan bahagia. Selama ini mama uda berusaha banget biar
papa Raffa mau nikahin mama dan akhirnya kesampaian juga deh meskipun
sebenarnya papa kamu sepertinya tidak ingin kamu hadir. Kamu sehat-sehat terus
ya anak mama.”
Tiba-tiba Raffa pergi keluar.
“Mau kemana mas buru-buru
banget.” Kata Angel namun Raffa tidak mempedulikannya. Lalu Angel mengikutinya.
Dan ternyata Raffa pergi untuk menemui Kaira. Setibanya di café milik Kaira dan
Arka.
__ADS_1
“Kaira.” Sapa Raffa.
“Ada perlu apa lagi kamu kesini?
Kita sudah tidak ada urusan lagi ya. Jadi lebih baik kamu pergi saja lagipula
aku juga sebentar lagi akan jadi istri orang. Jadi lebih baik kau pulang
sekarang karena aku mau pulang sekarang capek abis kerja. Minggir.” Kata Kaira.
“Maafkan aku Ra, tolong kasih aku
kesempatan sekali lagi aku mohon.” Kata Raffa sambil berlutut.
“Kamu apa-apaan sih, bangun nggak
bikin malu aja deh.” Kata Kaira.
“Aku mohon kasih aku kesempatan
buat aku. Aku mencintai kamu Ra aku nggak mau pisah sama kamu.” Pinta Raffa.
“Percuma semua sudah terlambat,
lagipula kita sudah resmi berpisah. Aku juga sebentar lagi akan menikah dengan
Arka. Kamu lebih baik focus saja dengan Angel dan juga anak yang ada dalam
kandungannya. Sudah ya aku mau pulang dulu.” Jawab Kaira.
“Tunggu Ra.” Kata Raffa sambil
mengejar Kaira.
“Aku mau pulang. Gausah ikutin
aku. Kita uda nggak ada yang perlu dibahas lagi. Jadi jauhi aku.” Kata Kaira.
Lalu Raffa menarik tangan Kaira
dan memeluknya dengan erat. Kaira berusaha melepaskannya namun Raffa justru
“Aku merindukanmu, aku nggak mau
berpisah darimu Ra. Aku mohon maafkan aku dan kita bisa rujuk kembali.” Kata
Raffa.
Akhirnya Kaira berhasil
melepaskan dirinya dari pelukan Raffa dan menampar pipi Raffa dengan sangat
kencang.
Plakkkkkkkkkkkkkkkk
“Aku muak dengan semua ucapanmu,
seseorang yang sekalinya selingkuh maka akan sering melakukannya berkali-kali.”
Bentak Kaira.
Kaira segera berlari menuju
mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi. Didalam mobil dia menangis
tersedu-sedu sambil berteriak.
“Aaaaaaaaaa ada apa dengan diriku, kenapa aku hampir saja terlena
dengan ucapan dia dan mau diajak rujuk sama dia kenapa kenapa. Padahal gue uda
muak dengan kelakuannya selama ini. Dia uda boongin gue bahkan punya anak dari
selingkuhannya, dia juga sering nyakitin aku tapi kenapa aku hampir aja terbuai
sama dia. Oh Tuhan ada apa dengan diriku sebenarnya. Apa mungkin aku masih
mencintainya dan berharap untuk bisa kembali lagi bersamanya. Tapi aku akan menikah
dengan Arka. Pokoknya aku harus bisa move on dan focus buat pernikahanku sama
Arka.”
__ADS_1
Tiba-tiba Angel menelfon Kaira.
“Mau apa lagi loe telfon gue?”
Tanya Kaira.
“Gue mau nyampaikan sesuatu sama
loe. minggu depan gue nikah sama Raffa dan acara resepsi akan digelar di hotel
milik Raffa. Gue mau loe datang ke acara pernikahan gue ya. Oh ya satu lagi
karena gue akan nikah sama Raffa jadi jangan harap kalian bisa balikan atau
sekedar ketemu. Oh ya nanti gue antar undangan gue ke loe ya.” Kata Angel.
“Ok gue bakal dateng kok. Oh ya
satu lagi setelah kalian nikah tolong jaga suami loe dengan baik ya jangan
sampai dia datang jauh-jauh nyamperin gue buat minta kembali lagi sama gue.”
Kata Kaira dan segera menutup telfon tersebut.
Kata Angel “Sialan banget nih cewek,
bilang aja loe yang sebenarnya pengen balikan sama Raffa. Raffa juga ngapain
sih masih aja ketemu sama Kaira, uda jelas-jelas mereka uda pisah.”
**
Raffa kembali kerumah dan disana
ada Angel juga karena dia belom pulang nungguin Raffa.
“Dari mana aja sih mas?” Tanya
Angel.
“Bukan urusan kamu. Kamu pulang
aja, aku capek banget hari ini dan nggak mau rebut sama kamu.” Kata Raffa.
“Oh iya mas aku tadi bilang ke
ortu kamu kalo pernikahan kita nanti bakal ngadain acara resepsi di hotel kamu
dan papa mama kamu juga uda setuju kok.” Kata Angel.
“Mereka setuju karena ancamanmu
kan?” Kata Raffa.
“Ya setidaknya aku uda berusaha
lah mas biar kita bisa mengadakan acara resepsi dengan mewah. Mas hari ini aku
tidur disini ya, uda malem aku kan takut kalo pulang terus nyetir sendiri.”
Kata Angel.
“Terserah, tapi jangan
berani-berani ganggu aku tidur. Kau tidur saja di kamar lain.” Kata Raffa.
“Hmmm iya deh, tapi kan mas
kayaknya anak ini pengen di elus-elus deh sama bapaknya gimana dong.” Rayu
Angel.
“Bilang saja kalo bapaknya sedang
capek dan pengen istirahat.” Kata Raffa, lalu dia segera ke kamarnya dan Angel
tidur dikamar tamu.
“Dasar ya ngeselin banget untung
aja gue jadi nikah sama dia. Gue uda berusaha keras banget, lagipula gue juga
uda lama kan pacaran sama dia tapi nggak segera dinikahi. Hmmm sekarang kita
tidur yuk nak, kamu seneng kan bisa tidur dirumah papah.” Gerutu Angel.
__ADS_1