
Kaira dan
mertuanya hari itu pergi bersama.
“Terimakasih ya
Kaira kau bersedia menemani mami pergi menemui Rasya.” Kata Ibu Siska Adinata.
“Sama-sama,
lagipula tadi mas Raffa juga memang menyuruhku untuk menemani mami.” Kata
Kaira.
“Tadi sebenarnya
mami ingin mengajak Renata namun dia ada janji dengan guru sekolahnya Azura.”
Kata bu Siska.
“Iya. Memangnya
Rasya sudah tiba disana mi? Dia datang dengan siapa? Apakah anak dan istrinya
juga ikut kesini?” Tanya Kaira.
“Mami tidak tau
kalau soal itu, yang jelas tadi Rasya bilang kalau dia sudah di restoran yang
dia maksud.” Kata bu Siska.
“Mami juga
sempat bertanya-tanya dalam hati ada apa ya tiba-tiba dia menelfon mami, semoga
saja dia baik-baik saja begitu juga dengan keluarganya.” Kata bu Siska.
Setibanya di
restoran, Kaira dan bu Siska segera menuju ke ruang vvip karena Rasya telah
memesan ruangan vvip untuk makan siang.
“Rasya?” Kata bu
Siska.
“Mami, mami aku
rindu sekali dengan mami.” Kata Rasya lalu berdiri dan memeluk erat ibunya.
“Mami juga
sangat merindukanmu anakku. Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja kan? Kau
datang sendiri atau bersama anak dan istrimu?” Tanya bu Siska.
__ADS_1
“Aku datang
dengan mereka, namun mereka sangat malu untuk bertemu dengan mami.” Kata Rasya.
“Hai, lama
sekali tidak mendengar kabar darimu.” Kata Kaira.
“Halo kak,
bagaimana kabar kak Raffa dan juga anak kalian?” Tanya Rasya.
“Kabarku dan
keluargaku baik-baik saja. Kenapa tidak kau ajak anak dan istrimu?” Tanya
Kaira.
“Mereka malu
bertemu dengan kalian.” Kata Rasya.
“Lalu tiba-tiba
kau datang ke Jakarta ini ada apa? Apakah kau akan tinggal disini atau mungkin
kerja disini?” Tanya Kaira penasaran.
“Oh iya jadi
disana aku sedang merintis usaha yaitu membuka restoran kecil-kecilan, awalnya
Aku benar-benar sudah tidak punya apa-apa lagi. Bahkan rumahku sudah aku jual
begitu juga dengan mobilku untuk membayar gaji pegawaiku.” Kata Rasya.
“Astaga nak,
lalu sekarang kau tinggal dimana?” Tanya bu Siska.
“Jadi aku sudah
satu minggu ini tinggal di Jakarta. Aku tinggal dirumah saudaranya Angel mi.
Tapi tetap saja kan tidak bisa tinggal disana selamanya.” Kata Rasya.
“Lalu sekarang
kau kerja atau bagaimana?” Tanya Kaira.
“Iya, aku kerja
di perusahan swasta tapi hanya staf biasa. Ya meskipun latar belakangku pernah
menjadi CEO tetap saja perusahaan tempat aku bekerja belum bisa untuk
memberikanku posisi yang lebih tinggi.” Kata Rasya.
__ADS_1
“Lalu bagaimana
dengan istri dan anakmu?” Tanya bu Siska.
“Istriku juga
bekerja mi, dia ditawari temannya untuk membantunya mengelola salon kecantikan.”
Kata Rasya.
“Lalu Kenzo sama
siapa nak?” Tanya bu Siska.
“Kalau pagi sama
ibunya, setelah aku pulang kerja baru dia berangkat. Karena dia shift sore
sampai malam. Tapi kalau aku atau Angel harus kerja ya Kenzo aku titipkan ke
kerabatnya Angel.” Kata Rasya.
“Kenapa tidak
bilang mami? Mami ini kan masih ibumu, mami akan belikan kamu rumah, mami akan
bantu kamu pokoknya.” Kata bu Siska.
“Nanti coba aku
bilang ke mas Raffa barangkali dia bisa bantu kamu ya.” Kata Kaira.
“Tidak perlu
kak. Aku kesini tidak ingin merepotkan keluarga lagi.” Kata Rasya.
“Kalau begitu
terimalah bantuan mami ya, mami akan belikan kamu rumah.” Kata bu Siska.
“Terimakasih
banyak mi. Rasya sangat malu sama mami selalu saja menyusahkan dan membuat malu
keluarga.” Kata Rasya.
“Sudahlah jangan
bicara seperti itu. Kita sambil makan yuk.” Kata bu Siska.
Info :
__ADS_1
Hai hai readers, author cuma mengingatkan aja yuk yuk bantu like, comment dan subscribe channel youtube aku, nama channel aku "Bells Diary". Makin banyak yang like, comment dan subscribe maka makin banyak pula aku update episodenya. Terimakasih banyak.