Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 148


__ADS_3

Kaira dan


mertuanya hari itu pergi bersama.


“Terimakasih ya


Kaira kau bersedia menemani mami pergi menemui Rasya.” Kata Ibu Siska Adinata.


“Sama-sama,


lagipula tadi mas Raffa juga memang menyuruhku untuk menemani mami.” Kata


Kaira.


“Tadi sebenarnya


mami ingin mengajak Renata namun dia ada janji dengan guru sekolahnya Azura.”


Kata bu Siska.


“Iya. Memangnya


Rasya sudah tiba disana mi? Dia datang dengan siapa? Apakah anak dan istrinya


juga ikut kesini?” Tanya Kaira.


“Mami tidak tau


kalau soal itu, yang jelas tadi Rasya bilang kalau dia sudah di restoran yang


dia maksud.” Kata bu Siska.


“Mami juga


sempat bertanya-tanya dalam hati ada apa ya tiba-tiba dia menelfon mami, semoga


saja dia baik-baik saja begitu juga dengan keluarganya.” Kata bu Siska.


Setibanya di


restoran, Kaira dan bu Siska segera menuju ke ruang vvip karena Rasya telah


memesan ruangan vvip untuk makan siang.


“Rasya?” Kata bu


Siska.


“Mami, mami aku


rindu sekali dengan mami.” Kata Rasya lalu berdiri dan memeluk erat ibunya.


“Mami juga


sangat merindukanmu anakku. Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja kan? Kau


datang sendiri atau bersama anak dan istrimu?” Tanya bu Siska.

__ADS_1


“Aku datang


dengan mereka, namun mereka sangat malu untuk bertemu dengan mami.” Kata Rasya.


“Hai, lama


sekali tidak mendengar kabar darimu.” Kata Kaira.


“Halo kak,


bagaimana kabar kak Raffa dan juga anak kalian?” Tanya Rasya.


“Kabarku dan


keluargaku baik-baik saja. Kenapa tidak kau ajak anak dan istrimu?” Tanya


Kaira.


“Mereka malu


bertemu dengan kalian.” Kata Rasya.


“Lalu tiba-tiba


kau datang ke Jakarta ini ada apa? Apakah kau akan tinggal disini atau mungkin


kerja disini?” Tanya Kaira penasaran.


“Oh iya jadi


disana aku sedang merintis usaha yaitu membuka restoran kecil-kecilan, awalnya


Aku benar-benar sudah tidak punya apa-apa lagi. Bahkan rumahku sudah aku jual


begitu juga dengan mobilku untuk membayar gaji pegawaiku.” Kata Rasya.


“Astaga nak,


lalu sekarang kau tinggal dimana?” Tanya bu Siska.


“Jadi aku sudah


satu minggu ini tinggal di Jakarta. Aku tinggal dirumah saudaranya Angel mi.


Tapi tetap saja kan tidak bisa tinggal disana selamanya.” Kata Rasya.


“Lalu sekarang


kau kerja atau bagaimana?” Tanya Kaira.


“Iya, aku kerja


di perusahan swasta tapi hanya staf biasa. Ya meskipun latar belakangku pernah


menjadi CEO tetap saja perusahaan tempat aku bekerja belum bisa untuk


memberikanku posisi yang lebih tinggi.” Kata Rasya.

__ADS_1


“Lalu bagaimana


dengan istri dan anakmu?” Tanya bu Siska.


“Istriku juga


bekerja mi, dia ditawari temannya untuk membantunya mengelola salon kecantikan.”


Kata Rasya.


“Lalu Kenzo sama


siapa nak?” Tanya bu Siska.


“Kalau pagi sama


ibunya, setelah aku pulang kerja baru dia berangkat. Karena dia shift sore


sampai malam. Tapi kalau aku atau Angel harus kerja ya Kenzo aku titipkan ke


kerabatnya Angel.” Kata Rasya.


“Kenapa tidak


bilang mami? Mami ini kan masih ibumu, mami akan belikan kamu rumah, mami akan


bantu kamu pokoknya.” Kata bu Siska.


“Nanti coba aku


bilang ke mas Raffa barangkali dia bisa bantu kamu ya.” Kata Kaira.


“Tidak perlu


kak. Aku kesini tidak ingin merepotkan keluarga lagi.” Kata Rasya.


“Kalau begitu


terimalah bantuan mami ya, mami akan belikan kamu rumah.” Kata bu Siska.


“Terimakasih


banyak mi. Rasya sangat malu sama mami selalu saja menyusahkan dan membuat malu


keluarga.” Kata Rasya.


“Sudahlah jangan


bicara seperti itu. Kita sambil makan yuk.” Kata bu Siska.


 


 


 


Info :

__ADS_1


Hai hai readers, author cuma mengingatkan aja yuk yuk bantu like, comment dan subscribe channel youtube aku, nama channel aku "Bells Diary". Makin banyak yang like, comment dan subscribe maka makin banyak pula aku update episodenya. Terimakasih banyak.


__ADS_2