Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Season 3 Part 4


__ADS_3

Kaira dan Raffa sedang dikamarnya.


“Mas ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Kaira.


“Ada apa?” Tanya Raffa.


“Aku tidak tahan lagi dengan sifat Arabella, aku sudah cukup sabar


menghadapinya tapi dia selalu semena-mena denganku dan juga dengan Kei dan


Feya, bahkan Kei sering mengeluh padaku kalau dia sangat kesal dengan Arabella


karena sikapnya. Dia itu benar-benar tidak tau diri banget, seharusnya dia


tidak seperti itu, ini semua gara-gara kamu yang selalu memanjakannya dan


sering merasa bersalah. Yang penting kamu sudah menebus semua kesalahanmu


dengan membawa anak itu ke rumah ini. Selama ini aku sudah cukup sabar


menghadapi anka itu. Kalau dia masih saja seperti itu, aku minta kirim dia ke


luar negeri saja biar dia kuliah disana. Aku sudah tidak peduli lagi.” Kata


Kaira.


“Dulu kamu yang menyuruhku untuk mengadopsi Arabella lalu sekarang kamu


meminta aku untuk mengirimnya ke luar negeri, aku tidak tega sayang jika harus


melakukan itu. Aku kasihan dengannya.” Kata Raffa.


“Sudah cukup kamu merasa bersalah dan sering dihantui dengan mimpi burukmu


yang tidak masuk akal itu.” Kata Kaira.


“Aku sering bermimpi di datangi mendiang Angel untuk meminta agar aku

__ADS_1


selalu menjaga Arabella dengan baik bahkan seakan-akan mimpi itu sangat nyata,


bahkan aku merasa bersalah setiap kali ingin marah atau kasar dengan Arabella,


aku merasa Angel mengawasiku selama ini, seandainya kamu jadi aku apa yang akan


kamu lakukan?” Tanya Raffa.


“Jika aku jadi kamu, aku tentu saja akan bersikap adil sebagai orang tua.


Itu hanyalah mimpi biasa mas, sekarang juga kamu bilang sama anak kamu agar


bisa berubah dan setidaknya bisa bersikap lebih baik kepadaku dan kepada


anak-anakku, atau jangan-jangan kamu sudah bilang kepadanya bahwa sebenarnya


Arabella adalah.” Kata Kaira, lalu Raffa membungkam mulut istrinya.


“Hati-hati kalau bicara bisa gawat kalau ada yang mendengar.” Kata Raffa.


“Makanya kamu lakukan sesuatu dong padanya, aku tidak tahan lagi dengannya.


peringatan terakhir untukmu mas, aku sudah cukup sabar menghadapinya.” Kata


Kaira.


“Iya iya nanti aku akan bicara padanya, sekali lagi sabar ya sayang.” Kata Raffa.


“Aku mau tidur dengan Feya, aku kesal melihatmu mas.” Kata Kaira.


“Jangan seperti itu dong, hei hei jangan pergi.” Kata Kaira. Lalu Kaira


pergi ke kamar Feya. Saat Kaira membuka pintu kamarnya dia kaget karena


Arabella lewat didepan pintu kamar Kaira, Kaira takut Arabella mendnegar semua


pembicaraannya dengan Raffa.

__ADS_1


“Belum tidur?” Tanya Kaira.


“Belum, aku tidak bisa tidur ma.” Kata Arabella.


“Memangnya kenapa? Sedang memikirkan apa? Ada masalah?” Tanya Kaira.


Tiba-tiba Arabella memeluk Kaira, Kaira kaget dengan sikap anaknya.


“Kenapa kamu memelukku seperti ini? Ada apa sebenarnya?” Tanya Kaira.


“Mami kecewa kan denganku? Maafkan aku ya ma, memang akhir-akhir ini aku


sedang ada masalah dengan pacarku jadi sering terbawa emosi. Aku sama sekali


tidak ada maksud menyakiti perasaan mami dan adik-adik. Mami jangan marah


denganku ya.” Rayu Arabella.


“Mami tidak marah kok denganmu, memangnya ada masalah apa dengan Jerry?”


Tanya Kaira.


“Ke kamarku yuk ma, aku akan cerita semuanya. Malam ini mami tidur di


kamarku ya, please.” Kata Arabella.


“Mami ingin tidur dikamar Feya malam ini.” Kata Kaira.


“Ayolah ma, please kali ini saja. Aku merasa bersalah dengan mami karena


tidak nurut dan juga bersikap tidak sopan dengan mami.” Rayu Arabella.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Kaira.


“Ternyata mami ingin aku pergi dari rumah ini dan dia ingin mengirimku ke


luar negeri? Tidak bisa, aku tidak bisa keluar dari rumah ini. Aku harus

__ADS_1


merayunya dan mengambil hatinya agar dia mengurungkan niatnya mengirimku ke


luar negeri.” Kata Arabella dalam hati.


__ADS_2