
Kaira dan Raffa sedang dikamarnya.
“Mas ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Kaira.
“Ada apa?” Tanya Raffa.
“Aku tidak tahan lagi dengan sifat Arabella, aku sudah cukup sabar
menghadapinya tapi dia selalu semena-mena denganku dan juga dengan Kei dan
Feya, bahkan Kei sering mengeluh padaku kalau dia sangat kesal dengan Arabella
karena sikapnya. Dia itu benar-benar tidak tau diri banget, seharusnya dia
tidak seperti itu, ini semua gara-gara kamu yang selalu memanjakannya dan
sering merasa bersalah. Yang penting kamu sudah menebus semua kesalahanmu
dengan membawa anak itu ke rumah ini. Selama ini aku sudah cukup sabar
menghadapi anka itu. Kalau dia masih saja seperti itu, aku minta kirim dia ke
luar negeri saja biar dia kuliah disana. Aku sudah tidak peduli lagi.” Kata
Kaira.
“Dulu kamu yang menyuruhku untuk mengadopsi Arabella lalu sekarang kamu
meminta aku untuk mengirimnya ke luar negeri, aku tidak tega sayang jika harus
melakukan itu. Aku kasihan dengannya.” Kata Raffa.
“Sudah cukup kamu merasa bersalah dan sering dihantui dengan mimpi burukmu
yang tidak masuk akal itu.” Kata Kaira.
“Aku sering bermimpi di datangi mendiang Angel untuk meminta agar aku
__ADS_1
selalu menjaga Arabella dengan baik bahkan seakan-akan mimpi itu sangat nyata,
bahkan aku merasa bersalah setiap kali ingin marah atau kasar dengan Arabella,
aku merasa Angel mengawasiku selama ini, seandainya kamu jadi aku apa yang akan
kamu lakukan?” Tanya Raffa.
“Jika aku jadi kamu, aku tentu saja akan bersikap adil sebagai orang tua.
Itu hanyalah mimpi biasa mas, sekarang juga kamu bilang sama anak kamu agar
bisa berubah dan setidaknya bisa bersikap lebih baik kepadaku dan kepada
anak-anakku, atau jangan-jangan kamu sudah bilang kepadanya bahwa sebenarnya
Arabella adalah.” Kata Kaira, lalu Raffa membungkam mulut istrinya.
“Hati-hati kalau bicara bisa gawat kalau ada yang mendengar.” Kata Raffa.
“Makanya kamu lakukan sesuatu dong padanya, aku tidak tahan lagi dengannya.
peringatan terakhir untukmu mas, aku sudah cukup sabar menghadapinya.” Kata
Kaira.
“Iya iya nanti aku akan bicara padanya, sekali lagi sabar ya sayang.” Kata Raffa.
“Aku mau tidur dengan Feya, aku kesal melihatmu mas.” Kata Kaira.
“Jangan seperti itu dong, hei hei jangan pergi.” Kata Kaira. Lalu Kaira
pergi ke kamar Feya. Saat Kaira membuka pintu kamarnya dia kaget karena
Arabella lewat didepan pintu kamar Kaira, Kaira takut Arabella mendnegar semua
pembicaraannya dengan Raffa.
__ADS_1
“Belum tidur?” Tanya Kaira.
“Belum, aku tidak bisa tidur ma.” Kata Arabella.
“Memangnya kenapa? Sedang memikirkan apa? Ada masalah?” Tanya Kaira.
Tiba-tiba Arabella memeluk Kaira, Kaira kaget dengan sikap anaknya.
“Kenapa kamu memelukku seperti ini? Ada apa sebenarnya?” Tanya Kaira.
“Mami kecewa kan denganku? Maafkan aku ya ma, memang akhir-akhir ini aku
sedang ada masalah dengan pacarku jadi sering terbawa emosi. Aku sama sekali
tidak ada maksud menyakiti perasaan mami dan adik-adik. Mami jangan marah
denganku ya.” Rayu Arabella.
“Mami tidak marah kok denganmu, memangnya ada masalah apa dengan Jerry?”
Tanya Kaira.
“Ke kamarku yuk ma, aku akan cerita semuanya. Malam ini mami tidur di
kamarku ya, please.” Kata Arabella.
“Mami ingin tidur dikamar Feya malam ini.” Kata Kaira.
“Ayolah ma, please kali ini saja. Aku merasa bersalah dengan mami karena
tidak nurut dan juga bersikap tidak sopan dengan mami.” Rayu Arabella.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Kaira.
“Ternyata mami ingin aku pergi dari rumah ini dan dia ingin mengirimku ke
luar negeri? Tidak bisa, aku tidak bisa keluar dari rumah ini. Aku harus
__ADS_1
merayunya dan mengambil hatinya agar dia mengurungkan niatnya mengirimku ke
luar negeri.” Kata Arabella dalam hati.