
Arabella masuk
kedalam vila tersebut.
“Duduklah
disini, aku akan mengambil kotak obat dulu. Kakimu terluka jadi aku harus
mengobatimu.” Kata Ji Yong.
“Tidak usah,
nanti juga akan sembuh dengan sendirinya.” Kata Abel.
“Tidak
apa-apa, bisa infeksi jika dibiarkan.” Kata Ji Yong. Lalu Ji Yong mengambil
obat dan mengobati kaki Abel yang terluka.
“Terima kasih
banyak, maaf merepotkan.” Kata Abel.
“Sama sekali
tidak. Justru aku yang bersalah karena tidak waspada saat menyetir. Sekali lagi
maafkan aku ya. Oh iya perkenalkan namaku Ji Yong, Park Ji Yong.” Kata Ji Yong.
“Ah iya,
perkenalkan namaku Arabella.” Kata Abel.
“Kamu bukan
orang Korea ya? Dari mana kamu berasal?” Tanya Ji Yong.
“Aku berasal
dari Indonesia.” Kata Abel.
Park Ji Yong
adalah pemilik JK Group Holding dimana perusahaan tersebut mengelola beberapa
gedung dan bangunan di Gangnam District, salah satu kawasan elite di ibukota.
Intinya Ji Yong memiliki beberapa gedung yang disewakan di kawasan Gangnam
District. Dia sudah berkeluarga, memiliki seorang istri yang selalu sibuk
__ADS_1
dengan perkumpulan ibu-ibu sosialita. Ji Yong memiliki satu orang anak
perempuan yaitu Park Seok Kyung dan satu anak laki-laki yang bernama Park Ha
Joon. Seok kyung berusia 17 tahun sedangkan Ha Joon baru berusia 7 tahun.
Anak-anak mereka di asuh oleh pengasuh sejak kecil karena ibu mereka selalu
sibuk dengan urusannya.
Park Ji Yong
adalah sosok laki-laki cerdas, tampan dan berkelas serta setia dan penyayang
keluarga. Namun sebenarnya dia adalah laki-laki kesepian yang butuh perhatian
lebih, oleh karena itu dia selalu menghabiskan waktunya lebih banyak di kantor,
sedangkan saat hari libur dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak
laki-lakinya. Anak perempuannya sangat dingin dan kasar serta menghalalkan
segala cara demi mencapai keinginannya, hal itu ia lakukan karena ibu dan
ayahnya yang kaya raya dan memiliki kekuasaan. Berbeda dengan anak laki-lakinya
yang penurut dan penyayang serta tampan dan lucu.
Ji Yong berusia 42 tahun, sedangkan Abel berusia 30 tahun.
**
Ji Yong
membuatkan makanan untuk Abel, sepertinya dia terlihat sangat nyaman dengan
Abel namun Abel tidak ingin membuka hatinya kepada laki-laki karena masih
trauma dengan masa lalunya dengan mantan suaminya. Lagipula Ji Yong juga sudah
berkeluarga jadi dia tidak mungkin menyukai Abel yang baru saja dia kenal.
“Makanlah, aku
membuatkanmu bubur.” Kata Ji Yong.
“Terima kasih,
aku mau kembali pulang saja.” Kata Abel.
“Makanlah
__ADS_1
dulu, nanti aku akan mengantarmu pulang. Kamu kapan kembali ke Seoul?” Tanya Ji
Yong.
“Besok siang.”
Kata Abel.
“Semoga kita
bisa bertemu lagi ya, oh iya jika kamu mau aku bisa memberimu pekerjaan di
perusahaanku.” Kata Ji Yong.
“Benarkah?
Tapi aku sudah sangat nyaman bekerja di kafe milik temanku.” Kata Abel.
“Aku tidak
memaksamu kok, hubungi aku jika butuh bantuan. Bolehkah kita saling tukar
nomor?” Tanya Ji Yong.
“Baiklah, ini
nomorku.” Kata Abel.
“Terima kasih,
senang bisa berkenalan denganmu.” Kata Ji Yong.
“Aku kembali
dulu ke penginapan. Permisi, terima kasih banyak atas jamuannya.” Kata Abel.
Setelah itu
Abel kembali ke vila.
“Dia sangat
baik dan ramah padaku tapi aku tidak boleh mudah percaya padanya. Semua
laki-laki itu sama, mereka hanya bersikap baik jika ada maunya. Apalagi dia
laki-laki kaya raya pasti hanya ingin bersenang-senang saja denganku, aku harus
hati-hati dengannya. Aku tidak akan menyukainya dan meskipun aku bertemu dengannya
lebih baik aku menjauhinya.” Kata Abel dalam hati.
__ADS_1