Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 16


__ADS_3

Oh ya apa boleh saya menanyakan sesuatu kepada Pak Pri?” Tanyaku kepada Pak Pri.


“Silahkan Nyonya.” Jawabnya.


“Apa benar Raffa memiliki banyak wanita? Lalu apa benar Raffa sering membawa wanita


lain kerumah?” Tanyaku.


“Iya Nyonya benar memang Tuan Raffa memiliki banyak sekali wanita dan bahkan setiap


kali membawa wanita kerumah selalu berbeda-beda. Lalu orang tua Tuan Raffa


tidak menyetujui hubungan mereka bahkan sangat syok dengan apa yang dilakukan


Tuan Raffa. Lalu orang tua Tuan Raffa mengancamnya dengan mengambil alih hotel


milik Tuan Raffa bahkan akan mengusir Tuan Raffa. Akhirnya Tuan Raffa menuruti


semua permintaan kedua orang tuanya agar tidak jadi diusir dari rumah dan hotel


miliknya tidak jadi diambil alih oleh orang tuanya.”


Aku syok mendengar semua penjelasan Pak Pri. Ternyata seperti itu kelakuan si


Raffa. Lalu aku berkesimpulan bahwa apa jangan-jangan pernikahan ini hanyalah


alasan Raffa agar dia perusahaan miliknya tidak diambil alih dan agar dia tidak


jadi diusir dari rumah. Apa benar dia menikahiku untuk menutupi aib Raffa atas


kelakuan buruknya. Pikiranku semakin kacau hingga aku tidak sadar bahwa aku


sudah sampai di tempat tujuan.

__ADS_1


“Maaf Nyonya atas perkataan saya tadi. Saya menyesal menceritakan ini semua kepada


Nyonya. Tapi semua perkataan saya tadi memang benar adanya. Maafkan saya


sehingga membuat Nyonya jadi semakin kepikiran akan hal tadi.” Kata Pak Pri.


“Nggak apa-apa kok pak. Justru saya terimakasih banget sama Pak Pri.


Oh ya kalau Pak Pri mau balik pulang nggak apa-apa kok karena saya akan lama disini.” Jawabku.


“Baik Nyonya. Nanti kalau Nyonya mau pulang silahkan hubungi saya biar saya jemput


kembali.”


“Baik Pak. Nanti saya hubungi Pak Pri ya. Saya mau masuk dulu.” Jawabku.


“Baik Nyonya.”


“Tidak usah memanggil saya Nyonya, panggil saja Bu atau Mbak Kaira.” Kataku.


**


Di mall, Kaira tidak sengaja bertemu dengan Rasya yang


sedang meeting serta makan siang dengan klien nya. Hotel milik Rasya lokasinya


berdekatan dengan mall tersebut, namun Kaira tidak mengetahuinya.


“Kaira? Kok makan sendirian? Nggak sama Raffa? Kemana


Raffa?” Tanya Rasya kepada Kaira yang sedang makan sendiri di sebuah restoran


yang juga sama dengan tempat makan Rasya.

__ADS_1


“Eh Rasya. Eh itu apa tadi aku abis mampir ke tempat


kerjanya suamiku, lalu aku langsung mampir kesini buat makan.” Jawabku spontan


karena benar-benar kaget kalo Rasya juga makan disini.


Lalu Rasya duduk menemani Kaira yang sedang makan


sendiri. Sebenarnya Rasya mengetahui kalo Kaira sepertinya habis menangis karena terlihat dari


matanya yang sembab dan merah, namun Rasya tidak ingin menanyakannya karena kasian melihatnya.


Akhirnya Rasya hanya menemani Kaira makan.


“Abis makan Loe mau kemana? Langsung pulang?” Tanya Rasya


kepada Kaira.


“Nggak tau nih, Gue bosen dirumah.” Jawabku.


“Ayo ikut Gue aja, Pasti Loe bakal happy abis ini.


Abisin dulu makan Loe.” Kata Rasya.


“Emang mau kemana coba? Mau borong barang haha?”


Tanyaku sambil cekikikan. Entah kenapa rasanya terhibur sekali dengan dia dan


aku merasa dia begitu perhatian denganku. Tidak tidak aku nggak boleh begini,


aku ga boleh punya perasaan sama dia. Dia kan adik suamiku, jangan-jangan dia


ada mau nya lagi kok perhatian gini sama Gue atau emang Gue nya aja yang

__ADS_1


gampang baper. Lupakan lupakan dia perhatian karena sekarang kan kita keluarga.


Batin Kaira dalam hati.


__ADS_2