
Hari itu Kaira pergi makan dengan
ketiga anaknya. Lalu tidak sengaja ada seorang wanita yang menabrak Feya serta
menumpahkan minuman ke baju Feya.
“Aaaaaa apa yang kamu lakukan
padaku dan baju mahalku ini.” Teriak Feya.
“Apakah kamu bisa mengganti baju
mahal miliknya? Kalau jalan itu lihat-lihat dong.” Bentak Arabella.
“Maafkan saya, saya akan
membersihkan baju kamu.” Kata wanita itu.
“Percuma, jangan berani
menyentuhku.” Bentak Feya.
“Saya tidak sengaja, tolong
maafkan saya.” Kata wanita itu.
“Dasar orang miskin selalu saja
membuat masalah. Cepat berlutut dan minta maaf padaku.” Kata Feya.
“Astaga Feya apa yang kamu
lakukan? Dia kan sudah meminta maaf tidak perlu berlutut seperti itu.” Kata Kaira
sambil membantu wanita itu berdiri.
“Mami tidak usah ikut campur.” Kata
Arabella.
“Bagaimana bisa mami tidak ikut
campur, kalian keterlaluan, kasian dia.” Kata Kaira.
“Apakah mami tidak kasian
melihatku? Cepat berlutut didepanku atau kamu bayar biaya cuci baju dan
perawatan baju ini.” Kata Feya.
“Maaf saya tidak punya uang untuk
membayar, baiklah saya akan berlutut dan meminta maaf.” Kata wanita itu.
“Ini baru sebanding, kalau tidak
punya uang jangan macam-macam.” Kata Feya.
“Yang tulus dong minta maafnya.” Kata
__ADS_1
Arabella.
“Sungguh memalukan.” Kata Kei.
“Cukup, berdirilah dan pergilah,
maafkan anak-anak tante ya.” Kata Kaira.
“Mami apa-apaan sih? Itu sebanding
dengannya karena dia tidak bisa mengganti rugi.” Kata Feya.
“Mami tidak suka melihat kalian
yang kurang ajar dan semena-mena dengan orang lain apalagi mereka di atas
kalian. Kalian sungguh keterlaluan, mami akan menghukum kalian.” Kata Kaira.
“Mami tidak punya hak
menghukumku.” Kata Arabella.
“Mami jahat, aku kecewa dengan
mami.” Kata Feya.
“Apakah ini yang di ajarkan Viona
selama kamu tinggal di rumahnya? Pantas saja kelakuan kalian sangat rendahan
dan kurang ajar.” Kata Kaira.
mami, dia membuatku bahagia dan bisa mendapatkan apapun yang aku mau.” Kata Arabella.
“Dia mengajarkanmu dengan cara
menghalalkan segala cara dan semena-mena dengan orang, itukah yang membuatmu bahagia?”
Tanya Kaira.
“Cukup, jangan ribut di tempat
umum, bikin malu.” Kata Kei.
“Kalau begitu kita kembali pulang
saja.” Kata Kaira.
“Aku tidak mau pulang dengan
mami, aku akan menelfon supir untuk menjemputku dan pulang ke rumah bunda.” Kata
Feya.
“Terserah, mami juga tidak peduli
lagi denganmu. Pergilah dan temui bundamu itu. Ingat ya dia baik dengan kalian
karena ada maunya. Setelah semua keinginannya terpenuhi aku yakin dia pasti
__ADS_1
akan mengusir kalian. Ingat baik-baik perkataan mami, kalian akan menyesal
karena tidak percaya dengan perkataan mami.” Kata Kaira.
“Aku juga tidak peduli dengan
mami.” Kata Feya.
“Ayo kita pulang Fe.” Ajak Arabella.
Kaira pulang dengan Kei, didalam
mobil dia hanya bisa menangisi nasibnya.
“Aduh mami bisa diam tidak,
jangan menangis terus dong ma, lagipula mereka sudha besar biarkan mereka
menjalani hidupnya masing-masing dan jangan ikut campur lagi. Kalau mami merasa
ini tidak adil seharusnya mami melakukan sesuatu jangan hanya menangis terus. Karena
manangis tidak akan menyelesaikan masalah.” Kata Kei.
“Mami tidak tau harus melakukan
apa nak.” Kata Kaira.
“Mami pisah saja dengan papi,
lagipula papi juga jarang pulang ke rumah dan lebih memilih tinggal dirumah
Viona. Jadi untuk apa mami berkorban demi papi.” Kata Kei.
“Tidak semudah itu nak, kalau
mami mengajukan perceraian kita tinggal dimana, rumah itu kan milik papi kamu,
perusahaan papi kamu juga saat ini atas nama si Viona. Makanya papi kamu selalu
menuruti kemauan Viona.” Kata Kaira.
“Lebih baik kita hidup mandiri
daripada kita bergantung pada papi, aku bisa bekerja dan mami juga punya bisnis
kan. Jangan terlalu berharap lebih ke papi yang tidak peduli dengan mami.” Kata
Kei.
“Mami percaya kalau suatu saat
keluarga kita bisa kembali lagi kok nak.” Kata Kaira.
“Itu hanya terjadi di film-film saja ma, sudahlah aku
muak melihat mami yang selalu menangis seperti ini. Cepat berpisah dengan papi.”
Kata Kei.
__ADS_1