Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 27


__ADS_3

Hari itu Kaira pergi makan dengan


ketiga anaknya. Lalu tidak sengaja ada seorang wanita yang menabrak Feya serta


menumpahkan minuman ke baju Feya.


“Aaaaaa apa yang kamu lakukan


padaku dan baju mahalku ini.” Teriak Feya.


“Apakah kamu bisa mengganti baju


mahal miliknya? Kalau jalan itu lihat-lihat dong.” Bentak Arabella.


“Maafkan saya, saya akan


membersihkan baju kamu.” Kata wanita itu.


“Percuma, jangan berani


menyentuhku.” Bentak Feya.


“Saya tidak sengaja, tolong


maafkan saya.” Kata wanita itu.


“Dasar orang miskin selalu saja


membuat masalah. Cepat berlutut dan minta maaf padaku.” Kata Feya.


“Astaga Feya apa yang kamu


lakukan? Dia kan sudah meminta maaf tidak perlu berlutut seperti itu.” Kata Kaira


sambil membantu wanita itu berdiri.


“Mami tidak usah ikut campur.” Kata


Arabella.


“Bagaimana bisa mami tidak ikut


campur, kalian keterlaluan, kasian dia.” Kata Kaira.


“Apakah mami tidak kasian


melihatku? Cepat berlutut didepanku atau kamu bayar biaya cuci baju dan


perawatan baju ini.” Kata Feya.


“Maaf saya tidak punya uang untuk


membayar, baiklah saya akan berlutut dan meminta maaf.” Kata wanita itu.


“Ini baru sebanding, kalau tidak


punya uang jangan macam-macam.” Kata Feya.


“Yang tulus dong minta maafnya.” Kata

__ADS_1


Arabella.


“Sungguh memalukan.” Kata Kei.


“Cukup, berdirilah dan pergilah,


maafkan anak-anak tante ya.” Kata Kaira.


“Mami apa-apaan sih? Itu sebanding


dengannya karena dia tidak bisa mengganti rugi.” Kata Feya.


“Mami tidak suka melihat kalian


yang kurang ajar dan semena-mena dengan orang lain apalagi mereka di atas


kalian. Kalian sungguh keterlaluan, mami akan menghukum kalian.” Kata Kaira.


“Mami tidak punya hak


menghukumku.” Kata Arabella.


“Mami jahat, aku kecewa dengan


mami.” Kata Feya.


“Apakah ini yang di ajarkan Viona


selama kamu tinggal di rumahnya? Pantas saja kelakuan kalian sangat rendahan


dan kurang ajar.” Kata Kaira.


mami, dia membuatku bahagia dan bisa mendapatkan apapun yang aku mau.” Kata Arabella.


“Dia mengajarkanmu dengan cara


menghalalkan segala cara dan semena-mena dengan orang, itukah yang membuatmu bahagia?”


Tanya Kaira.


“Cukup, jangan ribut di tempat


umum, bikin malu.” Kata Kei.


“Kalau begitu kita kembali pulang


saja.” Kata Kaira.


“Aku tidak mau pulang dengan


mami, aku akan menelfon supir untuk menjemputku dan pulang ke rumah bunda.” Kata


Feya.


“Terserah, mami juga tidak peduli


lagi denganmu. Pergilah dan temui bundamu itu. Ingat ya dia baik dengan kalian


karena ada maunya. Setelah semua keinginannya terpenuhi aku yakin dia pasti

__ADS_1


akan mengusir kalian. Ingat baik-baik perkataan mami, kalian akan menyesal


karena tidak percaya dengan perkataan mami.” Kata Kaira.


“Aku juga tidak peduli dengan


mami.” Kata Feya.


“Ayo kita pulang Fe.” Ajak Arabella.


Kaira pulang dengan Kei, didalam


mobil dia hanya bisa menangisi nasibnya.


“Aduh mami bisa diam tidak,


jangan menangis terus dong ma, lagipula mereka sudha besar biarkan mereka


menjalani hidupnya masing-masing dan jangan ikut campur lagi. Kalau mami merasa


ini tidak adil seharusnya mami melakukan sesuatu jangan hanya menangis terus. Karena


manangis tidak akan menyelesaikan masalah.” Kata Kei.


“Mami tidak tau harus melakukan


apa nak.” Kata Kaira.


“Mami pisah saja dengan papi,


lagipula papi juga jarang pulang ke rumah dan lebih memilih tinggal dirumah


Viona. Jadi untuk apa mami berkorban demi papi.” Kata Kei.


“Tidak semudah itu nak, kalau


mami mengajukan perceraian kita tinggal dimana, rumah itu kan milik papi kamu,


perusahaan papi kamu juga saat ini atas nama si Viona. Makanya papi kamu selalu


menuruti kemauan Viona.” Kata Kaira.


“Lebih baik kita hidup mandiri


daripada kita bergantung pada papi, aku bisa bekerja dan mami juga punya bisnis


kan. Jangan terlalu berharap lebih ke papi yang tidak peduli dengan mami.” Kata


Kei.


“Mami percaya kalau suatu saat


keluarga kita bisa kembali lagi kok nak.” Kata Kaira.


“Itu hanya terjadi di film-film saja ma, sudahlah aku


muak melihat mami yang selalu menangis seperti ini. Cepat berpisah dengan papi.”


Kata Kei.

__ADS_1


__ADS_2