
“Kue nya cantik sekali, aku
menyukainya.” Kata Renata pada suaminya.
“Azura yang memilihnya untukmu
sayang.” Kata suami Renata.
Lalu mereka merayakan hari jadi
pernikahan Renata dan suaminya dengan sangat bahagia.
**
Dirumah Rasya dan Angel.
“Mas, coba lihat status Kaira.”
Kata Angel menunjukkan ponselnya pada suaminya.
“Oh mereka sedang merayakan
anniversary nya Renata dan suaminya ya.” Kata Rasya.
“Lihat dimana lokasinya, mereka
sedang di Singapore. Pasti seru banget ya, padahal kamu kan juga anaknya tapi
sepertinya mereka tidak mengharapkanmu mas.” Kata Angel.
“Suatu saat pasti mereka akan
menerima kita seutuhnya kok.” Kata Rasya.
“Iya sih, tapi aku juga ingin
bisa bergabung dengan mereka. Tapi kenapa tidak ada papi kamu ya? Lalu Kei juga
tidak ada disana.” Kata Angel.
“Sudahlah tidak usah memikirkan
siapa yang disana dan siapa yang tidak ada disana, nanti malah kau jadi semakin
iri melihatnya. Tolong buatkan aku jus dong sayang.” Kata Rasya.
“Jus apa? Tidak ada buah, uang
belanjanya sudah habis buat beli keperluan sekolahnya Kenzo.” Kata Angel.
“Ini aku ada uang tambahan, jadi
kemarin saat aku ikut kunjungan dengan bos ku, dia memberiku uang tambahan
kepadaku.” Kata Rasya.
“Wah kebetulan sekali,
sering-sering ya seperti ini. Kalau gitu keluar sebentar yuk sekalian beli
buah.” Kata Angel.
__ADS_1
“Iya, ajak Kenzo juga dong.
Kasian dia kalau dirumah sendiri.” Kata Rasya.
**
Hari itu Kaira dan Raffa pergi ke
pusat perbelanjaan di Singapore, sedangkan Renata, suaminya, anaknya dan juga
bu Siska kembali pulang ke Jakarta.
“Aku pulang dulu ya kak.” Kata
Renata lalu memeluk Kaira dan juga Raffa.
“Iya, maaf aku tidak bisa
mengantarmu ke bandara.” Kata Kaira.
“Hati-hati ya.” Kata Raffa.
“Ok, jaga kandungan kakak dengan
baik ya.” Pesan Renata kepada Kaira.
“Iya pastinya.” Kata Renata.
Kemudian Renata, suaminya,
anaknya dan juga bu Siska segera pergi ke bandara. Sedangkan Kaira dan Raffa
“Sayang, aku boleh beli tas dan
sepatu itu nggak?” Tanya Kaira.
“Boleh asalkan terpakai. Kalau tidak
terpakai lebih baik tidak perlu membelinya. Jangan seperti si Renata yang hanya
suka mengoleksi barang-barang limited edition tapi terkadang tidak terpakai.” Kata
Raffa.
“Iya, pasti terpakai kok. Lagipula
aku juga membeli secukupnya saja kok.” Kata Kaira.
Mereka berkeliling cukup lama di
pusat perbelanjaan tersebut, lalu Kaira kelelahan.
“Aduh mas, kakiku capek sekali.” Kata
Kaira.
“Ganti saja pakai flat shoes, kau
ini sedang hamil malah pakai high heels ya jelas saja cepat kelelahan.” Kata Raffa.
“Tapi flat shoesku ada di hotel
__ADS_1
mas.” Kata Kaira.
“Tunggu disini, aku belikan flat
shoes dulu.” Kata Raffa.
“Belikan aku sandal hotel saja
mas yang empuk, tau tidak? Sepertinya enak kalau pakai itu.” Kata Kaira.
“Iya tau, tunggu disini, jangan pergi
kemana-mana.” Kata Raffa.
“Iya mas.” Kata Kaira.
Tidak lama kemudian Raffa membawa
sandal untuk Kaira.
“Kau beli sebanyak ini? Lucu sekali
mas, aku suka sekali.” Kata Kaira.
“Aku bingung mau pilih warna yang
mana, makanya aku beli saja semuanya. Cepat ganti sepatumu.” Kata Raffa.
“Aku sulit menunduk, tolong
gantikan sepatuku ya.” Kata Kaira dengan manja.
“Hmmm baiklah.” Kata Raffa, lalu
Raffa menggantikan sepatu Kaira dengan sandal selop tersebut.
“Bagaimana sudah enakan belum?”
Tanya Raffa.
“Enak mas, sangat nyaman sekali
pakai sandal ini.” Kata Kaira.
“Kita pulang sekarang yuk, lihatlah
betapa banyak belanja kita, kita akan kesusahan untuk membawanya nanti.” Kata Raffa.
“Aku bantu mas.” Kata Kaira.
“Tidak usah, kau sedang hamil
tidak boleh membawa barang terlalu banyak, tidak boleh kelelahan dan seharusnya
kau tidak tidak boleh bepergian jauh seperti ini.” Kata Raffa.
“Iya iya sayang maafkan aku. Ya anggap
saja kita sedang berlibur.” Kata Kaira.
__ADS_1