Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 162


__ADS_3

“Kue nya cantik sekali, aku


menyukainya.” Kata Renata pada suaminya.


“Azura yang memilihnya untukmu


sayang.” Kata suami Renata.


Lalu mereka merayakan hari jadi


pernikahan Renata dan suaminya dengan sangat bahagia.


**


Dirumah Rasya dan Angel.


“Mas, coba lihat status Kaira.”


Kata Angel menunjukkan ponselnya pada suaminya.


“Oh mereka sedang merayakan


anniversary nya Renata dan suaminya ya.” Kata Rasya.


“Lihat dimana lokasinya, mereka


sedang di Singapore. Pasti seru banget ya, padahal kamu kan juga anaknya tapi


sepertinya mereka tidak mengharapkanmu mas.” Kata Angel.


“Suatu saat pasti mereka akan


menerima kita seutuhnya kok.” Kata Rasya.


“Iya sih, tapi aku juga ingin


bisa bergabung dengan mereka. Tapi kenapa tidak ada papi kamu ya? Lalu Kei juga


tidak ada disana.” Kata Angel.


“Sudahlah tidak usah memikirkan


siapa yang disana dan siapa yang tidak ada disana, nanti malah kau jadi semakin


iri melihatnya. Tolong buatkan aku jus dong sayang.” Kata Rasya.


“Jus apa? Tidak ada buah, uang


belanjanya sudah habis buat beli keperluan sekolahnya Kenzo.” Kata Angel.


“Ini aku ada uang tambahan, jadi


kemarin saat aku ikut kunjungan dengan bos ku, dia memberiku uang tambahan


kepadaku.” Kata Rasya.


“Wah kebetulan sekali,


sering-sering ya seperti ini. Kalau gitu keluar sebentar yuk sekalian beli


buah.” Kata Angel.

__ADS_1


“Iya, ajak Kenzo juga dong.


Kasian dia kalau dirumah sendiri.” Kata Rasya.


**


Hari itu Kaira dan Raffa pergi ke


pusat perbelanjaan di Singapore, sedangkan Renata, suaminya, anaknya dan juga


bu Siska kembali pulang ke Jakarta.


“Aku pulang dulu ya kak.” Kata


Renata lalu memeluk Kaira dan juga Raffa.


“Iya, maaf aku tidak bisa


mengantarmu ke bandara.” Kata Kaira.


“Hati-hati ya.” Kata Raffa.


“Ok, jaga kandungan kakak dengan


baik ya.” Pesan Renata kepada Kaira.


“Iya pastinya.” Kata Renata.


Kemudian Renata, suaminya,


anaknya dan juga bu Siska segera pergi ke bandara. Sedangkan Kaira dan Raffa


“Sayang, aku boleh beli tas dan


sepatu itu nggak?” Tanya Kaira.


“Boleh asalkan terpakai. Kalau tidak


terpakai lebih baik tidak perlu membelinya. Jangan seperti si Renata yang hanya


suka mengoleksi barang-barang limited edition tapi terkadang tidak terpakai.” Kata


Raffa.


“Iya, pasti terpakai kok. Lagipula


aku juga membeli secukupnya saja kok.” Kata Kaira.


Mereka berkeliling cukup lama di


pusat perbelanjaan tersebut, lalu Kaira kelelahan.


“Aduh mas, kakiku capek sekali.” Kata


Kaira.


“Ganti saja pakai flat shoes, kau


ini sedang hamil malah pakai high heels ya jelas saja cepat kelelahan.” Kata Raffa.


“Tapi flat shoesku ada di hotel

__ADS_1


mas.” Kata Kaira.


“Tunggu disini, aku belikan flat


shoes dulu.” Kata Raffa.


“Belikan aku sandal hotel saja


mas yang empuk, tau tidak? Sepertinya enak kalau pakai itu.” Kata Kaira.


“Iya tau, tunggu disini, jangan pergi


kemana-mana.” Kata Raffa.


“Iya mas.” Kata Kaira.


Tidak lama kemudian Raffa membawa


sandal untuk Kaira.



“Kau beli sebanyak ini? Lucu sekali


mas, aku suka sekali.” Kata Kaira.


“Aku bingung mau pilih warna yang


mana, makanya aku beli saja semuanya. Cepat ganti sepatumu.” Kata Raffa.


“Aku sulit menunduk, tolong


gantikan sepatuku ya.” Kata Kaira dengan manja.


“Hmmm baiklah.” Kata Raffa, lalu


Raffa menggantikan sepatu Kaira dengan sandal selop tersebut.


“Bagaimana sudah enakan belum?”


Tanya Raffa.


“Enak mas, sangat nyaman sekali


pakai sandal ini.” Kata Kaira.


“Kita pulang sekarang yuk, lihatlah


betapa banyak belanja kita, kita akan kesusahan untuk membawanya nanti.” Kata Raffa.


“Aku bantu mas.” Kata Kaira.


“Tidak usah, kau sedang hamil


tidak boleh membawa barang terlalu banyak, tidak boleh kelelahan dan seharusnya


kau tidak tidak boleh bepergian jauh seperti ini.” Kata Raffa.


“Iya iya sayang maafkan aku. Ya anggap


saja kita sedang berlibur.” Kata Kaira.

__ADS_1


__ADS_2