Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Season 3 Part 8


__ADS_3

Satu minggu


kemudian, Arabella masih berada dirumah Jerry. Dia bingung harus melakukan apa.


“Aduh bagaimana


ini uangku habis dan harus membayar spp lagi tapi aku malu kalau balik ke rumah


apalagi bertemu dengan mami Kaira tapi aku butuh uang juga.” Kata Arabella


dalam hati.


“Sedang


memikirkan apa?” Tanya Jerry.


“Tidak kok, kok


rapi banget mau kemana?” Tanya Arabella.


“Keluar yuk kita


cari makan.” Kata Jerry.


“Aku lagi nggak


ada uang, uangku mulai menipis sayang.” Kata Arabella.


“Sudah aku yang


traktir, ayo cepat ganti bajumu lalu kita keluar.” Kata Jerry.


“Iya, tunggu


sebentar.” Kata Arabella.


Setelah itu,


mereka pergi ke restoran didekat rumah Jerry. Tanpa sengaja mereka bertemu


dengan Raffa dan keluarga, mereka juga makan di restoran yang sama.


“Aduh sayang


jangan makan disini dong, ada papi sama mami aku disana.” Kata Arabella sambil


bersembunyi dibelakang Jerry.


“Tidak apa-apa


tunjukkan kalau kamu bisa hidup mandiri tanpa bantuan mereka.” Kata Jerry.


“Kenyataannya


aku lagi butuh uang mereka, aku malu kalau bertemu dengan mereka.” Kata


Arabella.


“Terus


bagaimana? Kita jadi makan disini atau tidak?” Tanya Jerry.


“Kita cari


restoran lain saja sayang.” Kata Arabella sambil menarik lengan Jerry. Lalu dia


tidak sengaja menabrak seorang wanita yang cantik nan elegant.


“Aduh sakit,


kalau jalan yang benar dong.” Bentak Arabella.


“Maafkan pacar


saya, maaf kami tidak sengaja.” Kata Jerry.


Raffa dan


keluarganya pun mendengarnya akhirnya Raffa menghampirinya.


“Maafkan anak


saya bu Viona.” Kata Raffa.


“Tidak apa-apa

__ADS_1


kok, mungkin saya yang kurang hati-hati.” Kata Viona.


“Mari silahkan


duduk, kalian berdua ikutlah bersama kami.” Kata Raffa. Akhirnya Arabella dan


Jerry ikut makan bersama dengan Raffa dan keluarga beserta bu Viona.


“Perkenalkan ini


istri saya dan ini ketiga anak saya, yang pertama namanya Arabella, lalu Kei


dan yang terakhir adalah Feya.” Kata Raffa.


“Salam kenal


semuanya, saya Viona.” Kata Viona.



“Saya merasa


terhormat bisa menjamu bu Viona makan siang.” Kata Raffa.


“Tidak perlu


sungkan, mungkin makan bersama seperti ini akan sering kita lakukan ya setelah


ini karena jika saya bekerjasama dengan seseorang, saya merasa orang tersebut


seperti keluarga saya.


“Ah iya terima


kasih, saya benar-benar berterima kasih sekali karena bu Viona mau bekerjasama


dengan perusahaan kami.” Kata Raffa.


“Itu perusahaan


milik keluarga pak Raffa ya?” Tanya Viona.


“Benar bu,


silahkan makan.” Kata Raffa dan Kaira.


ya? Kamu cantik sekali, mirip sekali dengan ayahmu.” Kata Viona.


“Mana mungkin


mirip, saya hanya.” Kata Arabella, lalu Kaira menggenggam tangan Arabella.


“Tentu saja dia


mirip dengan ayah ibunya.” Kata Kaira sambil tebar senyuman agar Viona berhenti menanyakan tentang Arabella.



“Lepaskan


tanganku.” Kata Arabella.


“Jangan bikin


masalah kamu.” Bisik Kaira.


“Lepaskan


tanganku, kenapa memangnya?” Tanya Arabella.


“Arabella


sebaiknya kamu diam.” Kata Raffa dengan tegas.


“Maaf bu Viona.


Selamat makan bu Viona.” Kata Raffa.


“Iya, selamat


makan juga.” Kata Viona.


“Lain kali kami


akan mengundang bu Viona makan bersama dirumah kami, semoga bu Viona bisa

__ADS_1


berkenan untuk hadir dirumah kami.” Kata Kaira.


“Oh tentu saja,


saya sangat suka dengan makanan rumahan. Mungkin karena saya setiap hari makan


western food ya. Untuk merayakan kerjasama kita mari kita bersulang.” Kata


Viona.


“Bersulang.”


Setelah itu, bu


Viona pamit untuk pulang.


“Saya permisi


dulu ya.” Kata Viona.


“Baik bu, sekali


lagi kami mengucapkan terima kasih banyak.” Kata Raffa.


“Sama-sama pak


Raffa dan bu Kaira. Permisi saya pulang dulu.” Kata Viona.


“Iya bu.” Kata


Kaira sambil membawakan tas belanjaan milik Viona.


“Dasar


penjilat.” Gerutu Arabella.


“Mau pergi


kemana kamu?” Tanya Raffa.


“Tentu saja mau


kembali pulang bersama Jerry, karena hanya dia orang yang selalu ada untukku.”


Kata Arabella.


“Lalu siapa dulu


yang merawatmu hingga kamu sebesar ini kalau bukan mami dan papi? Dasar anak


tidak tau diri dan tidak tau tempat.” Kata Kaira.



“Lalu kenapa


kalian dulu mengadopsiku kalau ujung-ujungnya juga akan jadi seperti ini. Aku


merasa hanya dimanfaatkan saja.” Kata Arabella.


“Hei tutup


mulutmu, jaga ucapanmu ya.” Kata Kaira.


“Sudah sudah ini


tempat umum jangan bikin ribut, Jerry tolong antarkan dia ke rumah saya ya.”


Kata Raffa.


“Tidak mau.”


Kata Arabella.


“Bukankah kamu


butuh uang? Memangnya kamu bisa hidup mandiri tanpa uang dari kami? Masih saja


kamu bersikap sombong seperti itu.” Kata Kaira.


“Cepat Jerry


bawa dia pulang ke rumah saya, saya mohon.” Kata Raffa.


“Baik om.” Kata

__ADS_1


Jerry.


__ADS_2