
Kaira mencari perhiasan milik Viona yang disimpan suaminya di suatu tempat
dengan sembunyi-sembunyi.
“Kenapa sih Arabella repot-repot mencari siapa pemilik kalung itu.” Gerutu Kaira.
Kemudian Kaira menemukan kotak perhiasan milik Viona beserta
surat-suratnya. Dia juga menemukan bahwa kalung itu dibeli oleh Viona.
“Nah ini kan kalung yang kata Arabella, tuh kan Viona yang membelinya. Aku akan
memotonya lalu aku kirmkan ke Arabella agar dia puas.” Kata Kaira.
Lalu Arabella menelfon Kaira.
“Hallo ma.” Kata Arabella.
“Iya, tuh kan apa mami bilang kalung itu milik Viona, dia yang membelinya. Sekarang
kamu tidak perlu membuka kasus ibumu lagi.” Kata Kaira.
“Tapi aku merasa bahwa itu bukan kalung milik bunda ma, aku sangat yakin
ma.” Kata Arabella.
“Tapi buktinya Viona yang membeli kalung itu.” Kata Kaira.
“Apakah sebelumnya mami pernah melihat kalung itu? Atau mungkin mami tidak
asing dengan kalung itu?” Tanya Arabella.
“Kalung itu banyak dipakai oleh orang lain sayang, tentu saja mami pernah
melihatnya.” Kata Kaira.
“Dimana mami pernah melihat kalung itu?” Tanya Arabella.
“Mami lupa sayang, sudahlah kamu tidak usah mencarinya lagi. Bukankah sudah
jelas bahwa itu kalung milik Viona.” Kata Kaira.
“Aku tidak yakin ma, sepertinya aku harus mencari tau. Ma tolong berikan
surat perhiasan kalung itu padaku ya.” Kata Arabella.
“Memangnya kamu mau melakukan apa lagi sih?” Tanya Kaira.
“Aku mohon bantu aku ma, aku akan menemui mami di kafe biasanya ya.” Kata
Arabella.
“Baiklah.” Kata Kaira.
**
Setelah Kaira memberikan surat itu kepada Arabella, Arabella segera pergi
__ADS_1
ke toko perhiasan tempat kalung itu dibeli.
“Permisi mbak, saya mau menanyakan tentang surat perhiasan ini.” Kata Arabella.
“Astaga, surat ini lagi. Maaf saya tidak bisa melayanimu kembali. Bukankah sudah
cukup saya memberikan surat ini waktu itu.” Kata pegawai tersebut.
“Apa? Jadi kalung ini tidak dibeli disini ya?” Tanya Arabella.
“Kalung itu sudah dibeli beberapa tahun lalu disini dan beberapa hari kamu
kesini untuk meminta surat kembali, apa sih maksud kamu.” Kata pegawai
tersebut.
“Apa? Memangnya siapa yang datang kesini?” Tanya Arabella.
“Pergilah, saya tidak bisa melayanimu apalagi membantumu.” Kata pegawai
tersebut.
“Apakah wanita ini? Atau laki-laki ini?” Tanya Arabella sambil menunjukkan
foto Feya dan Jerry kepada pegawai tersebut.
“Saya lupa dan tidak bisa mengingatnya kembali, yang pasti waktu itu yang
datang kesini adalah seorang wanita dan laki-laki, mereka memakai masker dan
tersebut.
“Memakai masker dan juga topi, apakah ada sesuatu yang anda ingat? Ini terkait
dengan masalah kriminal, saya butuh bantuan dan juga informasimu.” Kata Arabella.
“Wanita itu memiliki tahi lalat di tangan sebelah kirinya.” Kata pegawai
tersebut.
“Apakah anda yakin?” Tanya Arabella.
“Sangat yakin karena tangan wanita itu terus memaksa dan merayu saya, tentu
saja saya ingat dan sangat yakin.” Kata pegawai tersebut.
“Jadi benar wanita itu adalah Feya, apa yang kamu lakukan sebenarnya Feya.”
Kata Arabella dalam hati. Kemudian Arabella segera kembali ke penginapannya. Dia
terus kepikiran dengan kalung dan juga surat perhiasan itu. Dia juga sangat
yakin bahwa Feya dan Jerry ada hubungannya dengan insiden jatuhnya Viona dari
atap.
“Jangan-jangan Feya benar yang mendorong bunda lalu Jerry mengetahuinya dan
__ADS_1
dia memanfaatkan kondisi itu lalu dia menutupinya dan terpaksa menikahinya. Aku
sangat yakin itulah yang terjadi.” Kata Arabella.
Kemudian Arabella pergi menemui Jerry di sebuah kafe.
“Sayang.” Kata Arabella.
“Sayangku, akhirnya kamu mau menemuiku. Aku rindu
sekali denganmu.” Kata Jerry.
“Aku juga sangat rindu denganmu, maaf jika kemarin
aku kasar denganmu tapi aku tau bagaimana hatimu yang sebenarnya.” Kata Arabella.
“Terima kasih sayang telah menerimaku kembali.” Kata
Jerry.
“Maukah kamu melakukan sesuatu untukku? Aku butuh
bantuanmu saat ini.” Kata Arabella.
“Apa? Apa yang bisa aku lakukan untukmu?” Tanya
Jerry.
“Aku butuh laptop milik Feya.” Kata Arabella.
“Untuk apa kamu membutuhkan laptop milik Feya?”
Tanya Jerry.
“Aku dulu menyimpan foto kenangan di laptop
miliknya, fotoku berdua dan bertiga dengan bunda. Aku sudah tidak memiliki foto
tersebut karena waktu itu ponselku hilang.” Kata Arabella.
“Untuk apa kamu membutuhkan foto itu?” Tanya
Jerry.
“Untuk mengenang kenangan bersama bundaku, aku
akan membawa foto itu saat aku pergi ke Singapore nantinya. Bisakah kamu
membantuku?” Tanya Arabella sambil menatap mesra Jerry.
“Ah iya tentu saja boleh, hari ini Feya sedang
pergi, ikutlah bersamaku.” Kata Jerry.
“Baiklah, terima kasih banyak sayang. Aku sangat
mencintaimu.” Kata Arabella.
__ADS_1