Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 81


__ADS_3

Kaira mencari perhiasan milik Viona yang disimpan suaminya di suatu tempat


dengan sembunyi-sembunyi.


“Kenapa sih Arabella repot-repot mencari siapa pemilik kalung itu.” Gerutu Kaira.


Kemudian Kaira menemukan kotak perhiasan milik Viona beserta


surat-suratnya. Dia juga menemukan bahwa kalung itu dibeli oleh Viona.


“Nah ini kan kalung yang kata Arabella, tuh kan Viona yang membelinya. Aku akan


memotonya lalu aku kirmkan ke Arabella agar dia puas.” Kata Kaira.


Lalu Arabella menelfon Kaira.


“Hallo ma.” Kata Arabella.


“Iya, tuh kan apa mami bilang kalung itu milik Viona, dia yang membelinya. Sekarang


kamu tidak perlu membuka kasus ibumu lagi.” Kata Kaira.


“Tapi aku merasa bahwa itu bukan kalung milik bunda ma, aku sangat yakin


ma.” Kata Arabella.


“Tapi buktinya Viona yang membeli kalung itu.” Kata Kaira.


“Apakah sebelumnya mami pernah melihat kalung itu? Atau mungkin mami tidak


asing dengan kalung itu?” Tanya Arabella.


“Kalung itu banyak dipakai oleh orang lain sayang, tentu saja mami pernah


melihatnya.” Kata Kaira.


“Dimana mami pernah melihat kalung itu?” Tanya Arabella.


“Mami lupa sayang, sudahlah kamu tidak usah mencarinya lagi. Bukankah sudah


jelas bahwa itu kalung milik Viona.” Kata Kaira.


“Aku tidak yakin ma, sepertinya aku harus mencari tau. Ma tolong berikan


surat perhiasan kalung itu padaku ya.” Kata Arabella.


“Memangnya kamu mau melakukan apa lagi sih?” Tanya Kaira.


“Aku mohon bantu aku ma, aku akan menemui mami di kafe biasanya ya.” Kata


Arabella.


“Baiklah.” Kata Kaira.


**


Setelah Kaira memberikan surat itu kepada Arabella, Arabella segera pergi

__ADS_1


ke toko perhiasan tempat kalung itu dibeli.


“Permisi mbak, saya mau menanyakan tentang surat perhiasan ini.” Kata Arabella.


“Astaga, surat ini lagi. Maaf saya tidak bisa melayanimu kembali. Bukankah sudah


cukup saya memberikan surat ini waktu itu.” Kata pegawai tersebut.


“Apa? Jadi kalung ini tidak dibeli disini ya?” Tanya Arabella.


“Kalung itu sudah dibeli beberapa tahun lalu disini dan beberapa hari kamu


kesini untuk meminta surat kembali, apa sih maksud kamu.” Kata pegawai


tersebut.


“Apa? Memangnya siapa yang datang kesini?” Tanya Arabella.


“Pergilah, saya tidak bisa melayanimu apalagi membantumu.” Kata pegawai


tersebut.


“Apakah wanita ini? Atau laki-laki ini?” Tanya Arabella sambil menunjukkan


foto Feya dan Jerry kepada pegawai tersebut.


“Saya lupa dan tidak bisa mengingatnya kembali, yang pasti waktu itu yang


datang kesini adalah seorang wanita dan laki-laki, mereka memakai masker dan


tersebut.


“Memakai masker dan juga topi, apakah ada sesuatu yang anda ingat? Ini terkait


dengan masalah kriminal, saya butuh bantuan dan juga informasimu.” Kata Arabella.


“Wanita itu memiliki tahi lalat di tangan sebelah kirinya.” Kata pegawai


tersebut.


“Apakah anda yakin?” Tanya Arabella.


“Sangat yakin karena tangan wanita itu terus memaksa dan merayu saya, tentu


saja saya ingat dan sangat yakin.” Kata pegawai tersebut.


“Jadi benar wanita itu adalah Feya, apa yang kamu lakukan sebenarnya Feya.”


Kata Arabella dalam hati. Kemudian Arabella segera kembali ke penginapannya. Dia


terus kepikiran dengan kalung dan juga surat perhiasan itu. Dia juga sangat


yakin bahwa Feya dan Jerry ada hubungannya dengan insiden jatuhnya Viona dari


atap.


“Jangan-jangan Feya benar yang mendorong bunda lalu Jerry mengetahuinya dan

__ADS_1


dia memanfaatkan kondisi itu lalu dia menutupinya dan terpaksa menikahinya. Aku


sangat yakin itulah yang terjadi.” Kata Arabella.


Kemudian Arabella pergi menemui Jerry di sebuah kafe.


“Sayang.” Kata Arabella.


“Sayangku, akhirnya kamu mau menemuiku. Aku rindu


sekali denganmu.” Kata Jerry.


“Aku juga sangat rindu denganmu, maaf jika kemarin


aku kasar denganmu tapi aku tau bagaimana hatimu yang sebenarnya.” Kata Arabella.


“Terima kasih sayang telah menerimaku kembali.” Kata


Jerry.


“Maukah kamu melakukan sesuatu untukku? Aku butuh


bantuanmu saat ini.” Kata Arabella.


“Apa? Apa yang bisa aku lakukan untukmu?” Tanya


Jerry.


“Aku butuh laptop milik Feya.” Kata Arabella.


“Untuk apa kamu membutuhkan laptop milik Feya?”


Tanya Jerry.


“Aku dulu menyimpan foto kenangan di laptop


miliknya, fotoku berdua dan bertiga dengan bunda. Aku sudah tidak memiliki foto


tersebut karena waktu itu ponselku hilang.” Kata Arabella.


“Untuk apa kamu membutuhkan foto itu?” Tanya


Jerry.


“Untuk mengenang kenangan bersama bundaku, aku


akan membawa foto itu saat aku pergi ke Singapore nantinya. Bisakah kamu


membantuku?” Tanya Arabella sambil menatap mesra Jerry.


“Ah iya tentu saja boleh, hari ini Feya sedang


pergi, ikutlah bersamaku.” Kata Jerry.


“Baiklah, terima kasih banyak sayang. Aku sangat


mencintaimu.” Kata Arabella.

__ADS_1


__ADS_2