Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 49


__ADS_3

Feya dan Jerry tiba di Jakarta.


“Aku langsung balik ya kak. Terima kasih banyak ya kak.” Kata Feya.


“Sama-sama sayang, hati-hati ya, i love u.” Kata Arabella.


Lalu mereka berdua pulang ke rumah masing-masing.


**


Viona sedang berdandan, Raffa mengintipnya dari pintu kamar. Raffa berencana


akan mencelakai Viona namun dia sedikit ketakutan.


“Aku sudah mendapatkan semuanya bahkan perusahaanmu, saatnya aku


menyingkirkanmu untuk selamanya.” Kata Raffa dalam hati. Lalu dia mulai


mendekati Viona dan dia mencekik leher Viona, Viona tidak bisa berbuat apa-apa.



“Rasakan ini, saatnya kamu menghilang dari hidupku untuk selamanya karena


aku telah mendapatkan apa yang aku inginkan. Sudah saatnya kamu pergi untuk


selamanya.” Kata Raffa sambil terus mencekik leher Viona.



Viona hanya bisa


melotot ke arah Raffa, tiba-tiba Viona berusaha meraih vas bunga di dekatnya


dan berhasil memukul kepala Raffa dengan vas bunga tersebut, dia berusaha kabur


namun Raffa menangkap kakinya dan menyeretnya hingga tangga.


“Aku akan melenyapkanmu Viona, kamu harus pergi untuk selamanya.” Kata Raffa,


dia mendorong Viona hingga membuat Viona terjatuh dari tangga dan akhirnya


pingsan. Kemudian Raffa membawa dan menggendong Viona untuk dibawa ke kamar


mandi. Raffa menenggelamkan Viona didalam bathup yang berisi air kemudian


meninggalkannya.


“Akhirnya dia berhasil aku singkirkan. Aku akan menghapus cctv rumah ini


dan secepatnya pergi dari rumah.” Kata Raffa. Tiba-tiba datanglah Feya, lalu


Raffa segera pergi dari rumah tersebut agar tidak ada yang mengetahuinya.

__ADS_1


“Papi, papi dimana? Kak Arabella? Bibi?” Panggil Feya.


“Kemana semua sih orang-orang ini kenapa tidak ada semua, mungkin papi ada


didalam kamarnya, aku mau menghampirinya aku rindu dengan papi.” Kata Feya. Saat


Feya masuk kedalam kamar Raffa dia mendengar gemericik air.


“Kok ada suara air gemericik ya? Papi? Apakah papi didalam? Bunda? Oh iya


dia kan tidak bisa bicara. Sepertinya bunda yang ada didalam kamar mandi,


biarkan saja kalau begitu. Tunggu sebentar kenapa ada air dipintu toilet,


jangan-jangan.” Kata Feya, lalu dia membuka pintu toilet dan dia terkejut


melihat Viona yang tenggelam di bathup kamar mandi.


“Aaaaaaaaaaaaa.” Teriak Feya. Feya mencoba membangunkan Viona lalu dia


menelfon Raffa.


“Papi papi cepat datang, bunda tenggelam di bathup kamar mandi pa.” Kata


Feya ketakutan.


“Apa? Kamu yakin?” Tanya Raffa.


“Yakin pa, cepat pulang pa aku takut pa.” Kata Feya.


Saat Raffa datang, dia langsung membawa Viona ke rumah sakit namun nyawa


Viona tidak bisa diselamatkan lagi, Viona meninggal karena terjatuh dari tangga


dan tenggelam didalam bathup kamar mandi. Raffa berpura-pura nangis begitu juga


dengan Feya. Sedangkan Arabella menangis histeris karena sangat kehilangan


Viona.



“Bunda jangan tinggalkan Arabella, aku mohon bunda harus bangun, bunda


harus menemani Arabella, bunda pasti akan sembuh dan bisa bicara lagi, aku


mohon bunda jangan pergi.” Kata Arabella.


“Tenanglah, kamu harus ikhlas. Ini sudah takdir Tuhan, tolong ikhlaskan


kepergiannya.” Kata Jerry sambil menenangkan Arabella.


“Akhirnya dia mati juga, aku tidak menyangka dia akan mengakhiri hidupnya

__ADS_1


dengan cara seperti ini. Selamat jalan bunda, terima kasih atas segalanya. Aku sangat


ikhlas dengan kepergian bunda.” Kata Feya dalam hati.


“Akhirnya kamu pergi juga untuk selamanya. Aku sangat lega, setelah ini


tidak akan ada lagi orang-orang yang akan merusak keluargaku.” Kata Raffa dalam


hati.


“Aku tidak menyangka dia akan pergi dengan cara seperti ini, selamat jalan


Viona.” Kata Kaira dalam hati.


 


 


 


 


 


 


Info :


Hai hai, jangan lupa mampir di novel terbaruku ya judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun".


Aku kasih sinopsisnya nih


Namaku


Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah


berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak


pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman


baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal


bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka


memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah


seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak


menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.


Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat


perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku

__ADS_1


namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan


menyentuhku apalagi tidur bersamaku.


__ADS_2