
Feya dan Jerry tiba di Jakarta.
“Aku langsung balik ya kak. Terima kasih banyak ya kak.” Kata Feya.
“Sama-sama sayang, hati-hati ya, i love u.” Kata Arabella.
Lalu mereka berdua pulang ke rumah masing-masing.
**
Viona sedang berdandan, Raffa mengintipnya dari pintu kamar. Raffa berencana
akan mencelakai Viona namun dia sedikit ketakutan.
“Aku sudah mendapatkan semuanya bahkan perusahaanmu, saatnya aku
menyingkirkanmu untuk selamanya.” Kata Raffa dalam hati. Lalu dia mulai
mendekati Viona dan dia mencekik leher Viona, Viona tidak bisa berbuat apa-apa.
“Rasakan ini, saatnya kamu menghilang dari hidupku untuk selamanya karena
aku telah mendapatkan apa yang aku inginkan. Sudah saatnya kamu pergi untuk
selamanya.” Kata Raffa sambil terus mencekik leher Viona.
Viona hanya bisa
melotot ke arah Raffa, tiba-tiba Viona berusaha meraih vas bunga di dekatnya
dan berhasil memukul kepala Raffa dengan vas bunga tersebut, dia berusaha kabur
namun Raffa menangkap kakinya dan menyeretnya hingga tangga.
“Aku akan melenyapkanmu Viona, kamu harus pergi untuk selamanya.” Kata Raffa,
dia mendorong Viona hingga membuat Viona terjatuh dari tangga dan akhirnya
pingsan. Kemudian Raffa membawa dan menggendong Viona untuk dibawa ke kamar
mandi. Raffa menenggelamkan Viona didalam bathup yang berisi air kemudian
meninggalkannya.
“Akhirnya dia berhasil aku singkirkan. Aku akan menghapus cctv rumah ini
dan secepatnya pergi dari rumah.” Kata Raffa. Tiba-tiba datanglah Feya, lalu
Raffa segera pergi dari rumah tersebut agar tidak ada yang mengetahuinya.
__ADS_1
“Papi, papi dimana? Kak Arabella? Bibi?” Panggil Feya.
“Kemana semua sih orang-orang ini kenapa tidak ada semua, mungkin papi ada
didalam kamarnya, aku mau menghampirinya aku rindu dengan papi.” Kata Feya. Saat
Feya masuk kedalam kamar Raffa dia mendengar gemericik air.
“Kok ada suara air gemericik ya? Papi? Apakah papi didalam? Bunda? Oh iya
dia kan tidak bisa bicara. Sepertinya bunda yang ada didalam kamar mandi,
biarkan saja kalau begitu. Tunggu sebentar kenapa ada air dipintu toilet,
jangan-jangan.” Kata Feya, lalu dia membuka pintu toilet dan dia terkejut
melihat Viona yang tenggelam di bathup kamar mandi.
“Aaaaaaaaaaaaa.” Teriak Feya. Feya mencoba membangunkan Viona lalu dia
menelfon Raffa.
“Papi papi cepat datang, bunda tenggelam di bathup kamar mandi pa.” Kata
Feya ketakutan.
“Apa? Kamu yakin?” Tanya Raffa.
“Yakin pa, cepat pulang pa aku takut pa.” Kata Feya.
Saat Raffa datang, dia langsung membawa Viona ke rumah sakit namun nyawa
Viona tidak bisa diselamatkan lagi, Viona meninggal karena terjatuh dari tangga
dan tenggelam didalam bathup kamar mandi. Raffa berpura-pura nangis begitu juga
dengan Feya. Sedangkan Arabella menangis histeris karena sangat kehilangan
Viona.
“Bunda jangan tinggalkan Arabella, aku mohon bunda harus bangun, bunda
harus menemani Arabella, bunda pasti akan sembuh dan bisa bicara lagi, aku
mohon bunda jangan pergi.” Kata Arabella.
“Tenanglah, kamu harus ikhlas. Ini sudah takdir Tuhan, tolong ikhlaskan
kepergiannya.” Kata Jerry sambil menenangkan Arabella.
“Akhirnya dia mati juga, aku tidak menyangka dia akan mengakhiri hidupnya
__ADS_1
dengan cara seperti ini. Selamat jalan bunda, terima kasih atas segalanya. Aku sangat
ikhlas dengan kepergian bunda.” Kata Feya dalam hati.
“Akhirnya kamu pergi juga untuk selamanya. Aku sangat lega, setelah ini
tidak akan ada lagi orang-orang yang akan merusak keluargaku.” Kata Raffa dalam
hati.
“Aku tidak menyangka dia akan pergi dengan cara seperti ini, selamat jalan
Viona.” Kata Kaira dalam hati.
Info :
Hai hai, jangan lupa mampir di novel terbaruku ya judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun".
Aku kasih sinopsisnya nih
Namaku
Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah
berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak
pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman
baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal
bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka
memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah
seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak
menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.
Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat
perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku
__ADS_1
namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan
menyentuhku apalagi tidur bersamaku.