
Keesokan paginya
“Sayang bangun yuk, katanya mau meeting hari ini? Jangan sampai telat mas.” Kata Kaira sambil membangunkan
suaminya.
“Iya sayang, aku mandi dulu ya. Kau sudah mandi belum?” Tanya Raffa.
“Sudah mas, tinggal ganti baju saja. Aku sudah siapkan sarapan juga.” Kata Kaira.
“Masak apa hari ini?” Tanya Raffa.
“Aku masak nasi uduk sayang
lauknya ayam goreng. Gpp ya kita makan dengan menu sederhana.” Kata Kaira.
“Ya gpp lah, akhir-akhir ini aku suka
sekali dengan makanan khas Indonesia karena sudah lama aku tidak pulang
kesana.” Kata Raffa.
Setelah itu mereka berdua berangkat ke tempat tujuan, setibanya disana.
“Ini hotelnya mas?” Tanya Kaira heran.
“Iya, ayo turun.” Kata Raffa.
“Besar banget mas bagus lagi, pasti mahal ya kalau mau nginap disini.” Kata Kaira.
“Ya pastinya, makanya aku
bersyukur sekali bisa bekerjasama dengan mereka. Ayo kita langsung menuju ke
lantai 7 saja, karena ruang meetingnya disana.” Ajak Raffa.
Saat pintu lift akan tertutup, Kaira sekilas melihat Rasya lewat didepannya.
“Mas aku melihat Rasya tadi, cepat coba buka lift nya.” Kata Kaira.
“Hei nggak mungkin lagipula lift
nya sudah naik. Nggak mungkin dia bisa ada disini.” Kata Raffa.
“Siapa tau dia kerja disini kan mas.” Kata Kaira.
“Kalau memang dia kerja disini
paling juga dia hanya karyawan biasa sayang.” Kata Raffa.
“Kau jangan bicara seperti itu,
buktinya hotel dia yang di Jakarta sekarang semakin sukses makanya dia sekarang
ingin mengembangkannya di luar negeri. Kalau benar yang aku lihat adalah Rasya
berarti dugaan kita selama ini benar mas, bisa jadi dia dalang dibalik semua
__ADS_1
yang terjadi padamu mas.” Kata Kaira.
“Sudahlah jangan berfikir yang aneh-aneh. Sudah sampai ayo keluar.” Ajak Raffa sambil menggandeng tangan
istrinya.
“Aku jadi nunggu dimana mas?” Tanya Kaira.
“Sebentar aku tanyakan dulu ke staff nya ya.” Jawab Raffa.
Setelah itu
“Sayang kau tunggu didepan ruang
meeting saja ya, disitu ada ruang tunggu, aku tadi juga sudah pesankan kau
makan dan minum, kau bisa menikmatinya sambil menungguku, tidak apa-apa kan?”
Kata Raffa.
“Iya mas, good luck ya.” Kata Kaira member semangat suaminya.
Akhirnya Raffa meeting dengan direksi hotel tersebut sedangkan Kaira menunggunya di ruang tunggu khusus tamu
vip.
Tiba-tiba Kaira melihat Rasya kembali dan kali ini dia mengejar Rasya.
“Rasya kau kah itu?” Panggil Kaira sambil mengatur nafas karena berlari mengejar Rasya.
“Kau? Sedang apa kau disini?” Tanya Rasya heran dan gugup.
Tanya Kaira penasaran.
Tiba-tiba Angel datang juga. Timing yang sangat pas ya.
“Kaira? Sedang apa kau disini?” Tanya Angel dengan sangat kesal.
“Angel kau disini juga rupanya.
Apa jangan-jangan kalian kalian berdua.” Tanya Kaira namun Rasya segera menarik
tangan Kaira dan mengajaknya bicara diluar.
“Segera pulang karena bisa gawat
jika Kaira mengetahui semuanya.” Isi pesan teks Rasya yang dikirimkan kepada
Angel. Akhirnya Angel pun kembali pulang sedangkan Kaira mengobrol bersama
Rasya.
“Bagaimana kabarmu?” Tanya Rasya.
“Baik, tolong jawab semua pertanyaanku.” Kata Kaira.
“Kau ingin menanyakan apa memangnya? Jadi kau juga tinggal disini?” Tanya Rasya.
__ADS_1
“Iya aku tinggal disini. Selama
ini kau tinggal di Jepang? Lalu ada hubungan apa kau dengan Angel? Kenapa Angel
bisa bersamamu? Kau tau kan Angel mantan istri kakak mu dan dia juga telah
membuat hidup kakak mu hancur dan sekarang Angel bahkan sedang bersamamu jadi
ada hubungan apa kau dengannya?” Tanya Kaira kesal.
“Aku tinggal di Jepang karena
urusan pekerjaan dan juga untuk mengembangkan bisnisku dan Angel aku sama
sekali tidak ada hubungan apapun dengannya. Bahkan aku juga tidak tau kalau dia
tiba-tiba kesini. Dia kan dulu model mungkin dia sedang ada pemotretan kali
disini.” Jawab Rasya.
“Ngga, aku yakin pasti kau
berbohong kan. Aku semakin curiga kalau sebenarnya dalang dibalik apa yang
terjadi pada Raffa adalah kau dan Angel kan?” Bentak Kaira.
“Hei Kaira sadarlah, kau bukan
lagi istri Raffa jadi untuk apa kau membela dia lagipula kau hanyalah mantan
Raffa yang dulu selalu disakiti olehnya. Apa kau tidak ingat apa yang telah
dilakukan oleh Raffa padamu? Apa kau tau semua kebusukan Raffa yang tidak kau
ketahui, apa dia pernah cerita padamu? Sebelum Angel hamil dan dinikahi oleh
Raffa dia juga pernah hamil dan kau tau Raffa menyuruhnya untuk menggugurkan
bayinya. Apakah dia pantas untuk kau bela dank au perlakukan dengan baik
sedangkan kelakuannya seperti itu? Demi dia kedua orang tuaku melakukan apapun
agar nama baik keluarga kami tidak tercemar namun dia tetap saja melakukan hal
buruknya lagi. Jadi jangan pernah kau berani menyalahkanku Kaira. Dan yang
selalu membuatku kesal padanya adalah dia selalu bisa mendapatkan yang lebih
dariku bahkan seorang wanita yang aku sukai pun juga berhasil ia dapatkan. Jadi
semua yang menimpa Raffa bukanlah salahku namun sebuah karma untuknya mengerti
kau.” Kata Rasya. Kaira yang mendengarnya pun meneteskan air mata.
“Cukup aku tidak ingin mendengarnya kembali. Hentikan!” Bentak Kaira.
“Maafkan aku, apa kau masih bertemu dengannya?” Tanya Rasya.
__ADS_1
“Bukan urusanmu.” Jawab Kaira lalu Kaira pergi meninggalkan Rasya dengan menangis tersedu-sedu.