
Kaira menemui suaminya
dikantornya.
“Sayang, aku datang.” Kata Kaira.
“Aku sedang sibuk.” Kata Raffa.
“Kamu mau pergi?” Tanya Kaira.
“Iya, Viona mengajakku makan
malam, aku juga akan membujuknya agar dia mau bekerjasama dengan kita
secepatnya. Semua hartaku sudah aku jual untuk mengembalikan semua saham jadi
aku benar-benar tidak punya apapun lagi. Jadi aku harus memenuhi makan malam
bersamanya.” Kata Raffa.
“Aku boleh ikut tidak mas?” Tanya
Kaira.
“Ini masalah perusahaan sayang,
jadi aku harap kamu bisa mengerti. Lagipula nanti aku akan segera kembali kok,
aku tidak akan lama. Pulanglah sayang.” Kata Raffa.
“Aku mencemaskanmu mas dan aku
sangat menyayangimu.” Kata Kaira sambil memeluk suaminya.
“Aku juga sangat menyayangimu
sayang, aku akan bekerja keras demi kebahagiaan dan keutuhan keluarga kita.”
Kata Raffa.
“Aku hanya mempercayaimu mas.”
Kata Kaira.
**
Raffa menemui Viona.
“Maaf aku terlambat.” Kata Raffa.
“Tidak kok, silahkan duduk. Aku
sudah memesan makanan untukmu.” Kata Viona.
“Terima kasih, oh ya apakah kamu
masih tidak ingin bekerjasama denganku? Aku mohon, aku akan pastikan semua akan
berjalan dengan baik setelah kita bekerjasama.” Kata Raffa.
“Apakah istrimu mengatakan
sesuatu kepadamu?” Tanya Viona.
“Tidak, memangnya ada apa?” Tanya
Raffa.
__ADS_1
“Aku akan membantumu bahkan aku
bisa saja meberikan saham dengan jumlah yang sangat banyak kepadamu dengan
syarat kamu bersedia menikah denganku dan bawa anak-anakmu untuk tinggal
bersama kita berdua.” Kata Viona.
“Apa kamu bilang? Dasar wanita
perusak rumah tangga orang. Tidak akan, tidak akan pernah aku menikahimu.” Kata
Raffa.
“Baiklah, lalu akan melaporkanmu
ke penjara atas dugaan percobaan pembunuhan kepada ibu kandung Arabella yaitu
Angel. Kamu mencabut selang infuse miliknya kan? Aku memiliki buktinya, dengan
begitu keluargamu akan hancur dan tentunya anak-anakmu akan kecewa denganmu
haha.” Kata Viona.
“Siapa kamu sebenarnya?” Tanya
Raffa.
“Aku sahabat Angel. Semua pilihan
ada di tanganmu, silahkan pergi.” Kata Viona.
“Baiklah aku akan menikahimu tapi
aku tidak bisa menceraikan istriku.” Kata Raffa.
“Aku akan mengatur pesta
pernikahan kita.” Kata Viona sambil tertawa puas.
**
Anak-anak Raffa menghadiri
pernikahan ayahnya dengan Viona.
“Mami aku berangkat dulu.” Kata
Feya.
“Haruskah kamu datang ke pesta
itu?” Tanya Kaira.
“Bunda menyuruhku untuk datang.”
Kata Feya.
“Apa kamu bahagia jika papi
menikahi wanita itu?” Tanya Kaira dengan kesal.
“Dia yang membantuku memenuhi
semua keinginanku dan dia juga yang selalu memudahkanku untuk melakukan apa
yang aku inginkan tidak seperti mami yang selalu melarangku melakukan apa yang
aku inginkan.” Kata Feya.
“Ayo Feya kita berangkat
__ADS_1
sekarang.” Kata Arabella.
“Baiklah, setelah itu cepat
kembali ke rumah lagi.” Kata Kaira.
“Aku akan tinggal bersama mereka,
bunda Viona dan tentunya ayah kandungku yaitu papi Raffa.” Kata Arabella.
“Siapa yang memberitahumu?” Tanya
Kaira.
“Papi sendiri yang bilang padaku,
selama ini mami yang melarang papi untuk memberitahuku kan? Bunda Viona
benar-benar seorang penyelamatku, dia juga yang membantuku mencari tahu siapa
ayah kandungku, aku tidak perlu tau siapa ibu kandungku karena aku akan
mengaggap bunda Viona sebagai ibu kandungku.” Kata Arabella.
“Apa? Jadi kak Arabella adalah
kakak kandungku? Kenapa mami tidak pernah bilang apapun kepada kita semua? Ayo
kak kita pergi sekarang.” Kata Feya.
“Kalian benar-benar durhaka dan
berani kepada mami ya.” Kata Kei.
“Tutup mulutmu, bagaimana jika
kamu berada di posisiku? Apakah kamu akan melakukan hal yang sama sepertiku?
Lebih baik urus ibumu dengan baik.” Kata Arabella.
“Sudah sudah, biarkan mereka
pergi.” Kata Kaira.
**
Setibanya di pesta pernikahan
Raffa dan Viona.
“Papi.” Kata Arabella.
“Iya sayang.” Kata Raffa.
“Aku akan tinggal bersama papi
dan bunda, aku tidak mau tinggal di rumah itu bersama mami.” Kata Arabella.
“Tentu saja kamu harus tinggal
bersama kita, kita adalah keluarga saat ini.” Kata Viona.
“Terima kasih papi, terima kasih
bunda. Aku sayang kalian berdua.” Kata Arabella.
“Selamat ya papi dan bunda.” Kata
Feya.
__ADS_1
“Terima kasih sayang.” Kata Raffa
dan Viona.