
Di pemakaman sekretaris Cho.
Abel sangat syok mendengar kabar kematian sekretaris Cho.
“Ayo kita pulang.” Ajak Seok Kyung.
“Kenapa dia harus memilih untuk mengakhiri hidupnya, aku mohon
kembalilah. Tolong katakan bahwa berita ini tidak benar, aku mohon.” Kata Abel
sambil berdoa memohon agar berita kematian sekretaris Cho tidak benar.
“Dia sudah tenang, ayolah kita kembali pulang sekarang.” Kata Seok
Kyung.
“Apakah papa kamu datang? Dia kan sekretarisnya, kenapa dia tidak
datang ke pemakaman sekretarisnya?” Tanya Abel.
“Papa sedang di luar negeri, nanti kalau papa kembali juga pasti
akan mengunjungi sekretaris Cho.” Kata Seok Kyung.
“Apakah Ji Yong mengetahui bahwa sekretaris Cho telah mengatakan
semua rahasianya padaku, lalu sekretaris Cho memilih untuk melakukan bunuh
diri? Kalau memang benar, Ji Yong benar-benar sangat kejam. Lalu aku harus
mencari tau semua kebenaran ini dimana?” Tanya Abel dalam hati.
Setelah itu Abel kembali pulang ke rumah bersama Seok Kyung.
“Minumlah dulu.” Kata Seok Kyung memberikan minum kepada ibunya.
“Terima kasih.” Kata Abel.
“Sebenarnya dia tulus tidak denganku atau dia hanya berpura-pura
baik padaku? Tapi dia berpura-pura baik untuk apa?” Tanya Abel dalam hati.
“Aku masuk kamar dulu ya.” Kata Seok Kyung.
Seok Kyung menelfon Ji Yong.
“Aku tidak bisa menerima panggilan papa karena dia berada di
sampingku.” Kata Seok Kyung.
“Bagaimana kondisi di rumah? Apakah baik-baik saja?” Tanya Ji Yong.
“Dia sepertinya sangat syok dengan kabar kematian sekretaris Cho.”
Kata Seok Kyung.
“Itu pilihannya, lagipula papa sudah tidak membutuhkan sekretaris
Cho lagi, dia sudah tidak berguna. Apakah Abel menunjukkan kecurigaan?” Tanya
Ji Yong.
“Tidak ada, tapi dia menanyakan kenapa papa tidak menghubunginya.”
Kata Seok Kyung.
“Papa sangat sibuk.” Kata Ji Yong.
“Papa tidak akan membuangku seperti papa membuang mama Soo Ah kan?”
Tanya Seok Kyung.
“Selama kamu selalu berada di pihak papa, papa tidak akan pernah
membuangmu sayang. Hanya kamu dan Ha Joon milik papa seutuhnya. Kamu dan Ha
Joon adalah penerus papa.” Kata Ji Yong.
“Tentu saja aku selalu berada di pihak papa. Lalu kenapa papa
menikahi Abel?” Tanya Seok Kyung.
“Kamu tidak perlu tau, cukup awasi saja dia dan perlakukan dia
dengan baik.” Kata Ji Yong.
“Baik pa, papa jaga diri dengan baik disana ya.” Kata Seok Kyung.
“Tentu saja, jaga adikmu.” Kata Ji Yong.
“Jangan khawatir pa.” Kata Seok Kyung.
**
Hari itu Ji Yong kembali pulang. Tentu saja Abel sedikit ketakutan
setelah mendengar semua perkataan sekretaris Cho.
“Sayang, akhirnya kamu pulang. Aku sangat merindukanmu.” Kata Abel
sambil memeluk Ji Yong.
“Aku juga sangat merindukanmu sayang. Anak-anak dimana?” Tanya Ji
Yong.
“Dia didalam kamar.” Kata Abel.
“Mas kamu sudah dengar kabar kematian sekretaris Cho?” Tanya Abel.
“Aku mendengarnya dari sekretaris Kim.” Kata Ji Yong.
“Kamu tidak ingin mengunjungi makamnya?” Tanya Abel.
“Sudah tadi setelah dari bandara.” Kata Ji Yong.
**
Saat Ji Yong tidur, Abel mengambil ponsel milik suaminya. Kemudian
dia membuka pesan terakhir sekretaris Cho. Pesan terakhir Ji Yong kepada
sekretaris Cho yaitu “Kamu sangat berani, semua pilihan ada di tanganmu. Kamu
ingin mati di tanganku atau?”.
“Sedang apa kamu?” Tanya Ji Yong. Tentu saja Abel sangat kaget.
“Tidak kok mas, tadi aku mendengar ada pesan
masuk, aku kira ponselku dan ternyata aku salah mengambil ponsel milikmu. Maaf
mas.” Kata Abel.
“Oh, lanjutkan tidurmu. Aku mau keluar kamar
sebentar.” Kata Ji Yong sambil membawa ponsel miliknya.
Abel masih syok setelah melihat pesan terakhir
suaminya kepada sekretaris Cho, tapi dia tidak tau harus berbuat apa.
**
Keesokan harinya.
Abel sedang menyiapkan makanan untuk keluarganya.
“Sekretaris Cho bilang kalau Ji Yong memiliki
ruang rahasia, aku harus mencari dimana ruang rahasianya. Atau bisa jadi Seok
Kyung mengetahui ruang rahasia milik ayahnya.” Kata Abel dalam hati.
“Selamat pagi sayang.” Kata Ji Yong sambil memeluk
istrinya dari belakang.
“Selamat pagi sayang, duduklah aku akan mengambilkan
makanan untukmu.” Kata Abel.
“Anak-anak kemana? Bukannya dia harus sarapan juga
bersama dengan kita.” Kata Ji Yong.
“Sebentar lagi mereka juga akan segera turun kok.”
Kata Abel.
Tidak lama kemudian, Seok Kyung dan Ha Joon turun
dan menuju ke meja makan.
“Selamat pagi pa ma.” Kata Seok Kyung.
“Selamat pagi papa.” Kata Ha Joon.
“Selamat pagi juga my prince and my princess.”
Kata Ji Yong.
__ADS_1
“Pa hari ini aku dan Ha Joon akan berkunjung ke
rumah mama Soo Ah.” Kata Seok Kyung.
“Iya, tapi papa tidak mengijinkan kalian untuk
menginap.” Kata Ji Yong.
“Biar aku yang mengantar mereka mas.” Kata Abel.
“Ok baiklah.” Kata Ji Yong.
**
Abel mengantar kedua anaknya pergi ke rumah Soo
Ah. Setibanya di apartemen Soo Ah.
“Mama.” Panggil Ha Joon dan Seok Kyung.
“Hai sayang-sayangku. Masuklah, hari ini menginap
ya.” Kata Soo Ah.
“Tapi papa melarang kita menginap ma.” Kata Ha
Joon.
“Benarkah? Baiklah tidak apa-apa, mama sudah
membuatkanmu makanan yang enak.” Kata Soo Ah.
Kemudian Seok Kyung dan Ha Joon segera masuk
kedalam sedangkan Abel masih di depan pintu.
“Sedang apa kamu disini? Pergilah, aku akan
mengantar anak-anak pulang.” Kata Soo Ah.
“Ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Kata Abel.
“Aku tidak ingin mood ku rusak karena melihatmu.” Kata
Soo Ah lalu menutup pintunya, namun Abel menahannya.
“Tunggu, aku mohon ini juga demi anak-anak.” Kata Abel.
“Urus saja urusanmu sendiri dan jangan ikut campur
dengan anak-anak.” Kata Soo Ah.
“Lalu kenapa kamu mengatakan pada Ha Joon bahwa
kamu bukanlah ibu kandungnya?” Tanya Abel.
“Jaga ucapanmu. Sudah seharusnya dia mengetahui
semua kebenarannya.” Kata Soo Ah.
“Tetap saja kamu akan merusak mental psikologis Ha
Joon.” Kata Abel.
“Jangan munafik, lebih baik jangan ikut campur
urusan anak-anak. Minggir.” Kata Soo Ah.
“Aku mengetahui semua kebohongan Ji Yong termasuk
Seok Kyung.” Kata Abel.
Akhirnya Soo Ah mengajak Abel keluar dan
menemuinya di kafe karena takut kedua anaknya mendengar.
“Apa yang ingin kamu tanyakan padaku?” Tanya Soo
Ah.
“Ruang rahasia milik Ji Yong.” Kata Abel.
“Lupakan tentang itu jika kamu ingin tetap hidup.”
Kata Soo Ah lalu dia pergi.
“Tunggu, aku yakin pasti kamu mengetahui dimana
ruang rahasia milik Ji Yong kan, aku mohon beritahu aku dimana tempat itu. Biarkan
aku yang pergi kesana.” Kata Abel.
“Lupakan tempat itu, aku tidak ingin anak-anakku
hidupmu dengan baik.” Kata Soo Ah.
“Mantan suamimu hidup di atas penderitaan dan
penuh kebohongan.” Kata Abel.
“Tau apa kamu tentang dia? Diam dan jangan
teruskan usahamu untuk mencari tempat itu.” Kata Soo Ah. Kemudian Abel
memberikan foto kepada Soo Ah.
“Apa ini? Tangan siapa ini? Kenapa ada luka memar?”
Tanya Soo Ah.
“Aku menemukannya di ponsel milik Seok Kyung, aku
juga tidak tau itu luka apa.” Kata Abel.
Kemudian Soo Ah segera berlari pergi menuju ke
apartemennya sedangkan Abel kembali pulang dengan penuh pertanyaan tentang
keberadaan ruang rahasia milik suaminya.
**
Di apartemen Soo Ah.
“Seok Kyung-a Seok Kyung-a.” Panggil Soo Ah.
“Ada apa ma? Ha Joon baru saja tertidur dikamar
mama.” Kata Seok Kyung. Kemudian Soo Ah memeluk putrinya dengan sangat erat.
“Ada apa ma?” Tanya Seok Kyung.
“Mama hanya merindukanmu sayang, apakah kamu
baik-baik saja tinggal bersama papa kamu? Apakah papa kamu pernah melukaimu
atau membentakmu?” Tanya Soo Ah.
“Aku baik-baik saja.” Kata Seok Kyung.
“Sayang, pakailah pakaian yang nyaman.” Kata Soo
Ah memberikan piyama berlengan pendek kepada Seok Kyung.
“Tidak perlu ma, aku pakai bajuku saja. Lagipula
sebentar lagi aku akan pulang.” Kata Seok Kyung.
“Memangnya kamu tidak panas memakai baju lengan
panjang? Lepaskan bajumu dan pakai piyama ini agar tidak gerah.” Kata Soo Ah.
“Aku tidak mau, kenapa mama memaksaku?” Bentak
Seok Kyung.
“Seok Kyung-a, apa kamu barusan membentak mama?” Tanya
Soo Ah.
“Maafkan aku ma.” Kata Seok Kyung.
Lalu Soo Ah membuka baju Seok Kyung dan ternyata
ada luka memar di pergelangan Seok Kyung.
“Apa ini? Siapa yang melakukan ini padamu?” Tanya Soo
Ah.
“Aku tidak apa-apa.” Kata Seok Kyung.
“Cepat katakan siapa yang berani melukaimu?” Tanya
Soo Ah.
“Seharusnya seorang ibu mengetahui kenapa putrinya
seperti ini, mama hanya sibuk untuk dengan urusan mama sendiri tanpa peduli
denganku.” Bentak Seok Kyung.
__ADS_1
“Apa kamu bilang? Mama melakukan itu demi kamu,
agar kamu bisa menjadi pewaris tunggal JK Group.” Kata Soo Ah.
“Mama pikir yang aku butuhkan adalah JK Group?”
Tanya Seok Kyung. Lalu dia pergi dari rumah Soo Ah.
“Tunggu, kamu mau kemana?” Tanya Soo Ah.
“Lepaskan aku, aku mau kembali pulang.” Kata Seok
Kyung.
“Ok ok mama akan mengantarmu. Mama akan
membangunkan Ha Joon dulu.” Kata Soo Ah.
**
Soo Ah mengantar kedua anaknya kembali pulang. Ha Joon
masih tertidur didalam mobil.
“Apakah papa kamu yang melakukan itu padamu?”
Tanya Soo Ah.
“Bukan urusan mama.” Kata Seok Kyung.
“Aku ibumu tentu saja aku harus mengetahuinya.” Kata
Soo Ah.
Namun Seok Kyung tetap diam.
“Cepat katakan siapa yang melakukan itu padamu? Apakah
papa kamu atau Abel? Tapi Abel tidak mungkin melakukan itu padamu.” Kata Soo
Ah.
“Aku bilang bukan urusan mama.” Bentak Seok Kyung.
Setibanya dirumah Ji Yong, Seok Kyung segera masuk
kedalam kamar, sedangkan Soo Ah menggendong Ha Joon dan mengantarkannya kedalam
kamar. Setelah itu Soo Ah menghampiri kamar Seok Kyung namun di cegah oleh Ji
Yong.
“Setelah selesai urusanmu, kembalilah pulang.” Kata
Ji Yong.
“Apa yang kamu lakukan padanya? Kenapa dia
memiliki luka memar di lengan tangannya? Apakah kamu yang melakukannya?” Bentak
Soo Ah.
“Bukan urusanmu, ini urusan antara ayah dan anak.”
Kata Ji Yong.
“Aku akan membunuhmu jika kamu melukai putriku Seok
Kyung.” Ancam Soo Ah.
“Sebelum kamu membunuhku aku akan membunuhmu
terlebih dulu.” Bisik Ji Yong.
“Dasar brengsek, laki-laki kurang ajar.” Kata Soo
Ah.
“Hahahaha, silahkan pergi dari rumahku baik-baik. Oh
iya satu hal lagi, aku benar-benar dengan tulus mengucapkan terima kasih padamu
karena berkatmu aku bisa menjadi CEO JK Group, berkatmu dan anakmu.” Kata Ji
Yong.
“Aku akan mengambil hak asuh Seok Kyung.” Kata Soo
Ah.
**
Keesokan harinya.
Soo Ah telah mewarisi perusahaan farmasi milik
orang tuanya yang bernama YS Pharmacy, dia menghadiri acara peresmian dirinya
menjadi CEO perusahaan tersebut. Abel juga turut menghadiri acara tersebut. Setelah
itu dia menghampiri Soo Ah.
“Selamat atas terpilihnya menjadi CEO YS.” Kata Abel.
“Aku tidak butuh ucapan selamat darimu.” Kata Soo
Ah.
“Aku dengar kamu telah memberikan 50% saham mu
kepada putrimu Seok Kyung. Kamu benar-benar ibu yang sangat menyayangi anaknya.”
Kata Abel.
“Tentu saja seorang ibu akan melakukan apapun demi
anaknya.” Kata Soo Ah.
“Lalu kenapa kamu tidak mengambil hak asuh Seok
Kyung?” Tanya Abel.
“Sebenarnya apa sih maumu? Kenapa kamu selalu ikut
campur dengan urusanku dan anakku? Oh apakah kamu takut jika Seok Kyung akan
mewarisi JK Group?” Tanya Soo Ah.
“Apa kamu yakin bahwa Seok Kyung adalah anak
kandungmu? Bukankah dulu saat kamu melahirkan Seok Kyung, kekasih Ji Yong juga
melahirkan namun anaknya meninggal. Bisa saja Ji Yong menukarnya.” Bisik Abel.
Soo Ah pun menampar Abel dengan sangat kencang.
“Jaga ucapanmu, keluar dari ruanganku.” Usir Soo
Ah.
“Kenapa kamu sangat marah padaku? Seseorang
seperti Ji Yong mana mungkin akan mewariskan JK Group kepada Seok Kyung yang
bukan anak kandungnya, itu tidak mungkin.” Bisik Abel.
“Seok Kyung adalah putri kandungku. Anak kandung
Ji Yong yang meninggal saat itu.” Kata Soo Ah.
“Oh iya? Baiklah kalau begitu. Itu yang dikatakan
oleh Ji Yong kan kepadamu? Kenapa kamu tidak memastikan semuanya sendiri? Apakah
kamu benar-benar sangat mempercayai mantan suamimu?” Tanya Abel, lalu dia
pergi.
Soo Ah kepikiran dengan ucapan Abel.
“Tidak mungkin, Seok Kyung jelas-jelas anakku. Dia
adalah anak kandungku.” Kata Soo Ah dalam hati.
Kemudian Soo Ah pergi ke rumah sakit untuk tes DNA
antara dirinya dan putrinya.
“Tolong periksa apakah dia benar-benar putriku,
jangan sampai ada yang tau tentang masalah ini.” Kata Soo Ah kepada dokter.
“Baik.” Kata dokter.
Sore harinya, Soo Ah pergi mengambil hasil tes DNA
dirinya dan putrinya namun mobilnya tertabrak oleh sebuah mobil dan dia segera
dilarikan ke rumah sakit.
INFO :
__ADS_1
Untuk cerita selanjutnya, bisa klik di cerita terbaruku ya teman-teman yang berjudul "Truth and Revenge".
Author sengaja membuat judul baru karena cerita akan berfokus dengan kehidupan Arabella, sedangkan semua tokoh utama dalam novel ini telah tiada, dan juga agar tidak membingungkan para pembaca lainnya. Mohon maaf sebelumnya. Salam sehat semuanya.