Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 5


__ADS_3

Malam harinya. Kasih, Rey beserta om dan tante nya Kasih sedang makan malam.


“Wah enak sekali kelihatannya.” Kata om nya Kasih.


“Selamat makan.” Kata Kasih.


“Soto buatanmu selalu enak.” Kata tante nya Kasih.


“Hehehehe kan tante yang mengajariku memasak.” Kata Kasih.


“Gimana Rey masakan buatan Kasih? Kamu suka kan?” Tanya om nya Kasih.


“Suka sekali om, masakan Kasih memang juara.” Kata Rey.


“Kalian kan sudah resmi dan sah sebagai pasangan suami istri tapi kenapa duduknya saling berjauhan sih? Tidak perlu sungkan sama om dan tante.” Goda om nya Kasih.


Akhirnya Rey mendekatkan kursinya ke kursi Kasih dan menggenggam tangan Kasih, tentu saja Kasih sangat kaget.


“Rey sangat suka menggenggam tangan Kasih yang sangat mungil ini om tante hehe.” Kata Rey.


“Memang tangannya Kasih itu mungil.” Kata tante nya Kasih.


“Mas kamu apa-apain sih, kan aku jadi malu.” Kata Kasih.


“Tidak apa-apa istriku sayang.” Kata Rey sambil menatap Kasih.

__ADS_1


“Om sama tante ke kamar dulu ya, rasanya lelah sekali setelah perjalanan jauh apalagi kenyang setelah makan masakanmu.” Kata om nya Kasih.


“Kalian berdua juga harus istirahat, pengantin baru tidak boleh sering-sering begadang loh.” Kata tante nya Kasih.


“Iya tante hehe.” Kata Kasih.


“Cepat masuklah kedalam kamar sana.” Kata om nya Kasih.


“Iya om.” Jawab Rey.


Akhirnya Rey dan Kasih pun masuk kedalam kamarnya Rey.


Didalam kamar mereka tampak canggung. Rey langsung rebahan di atas ranjang sedangkan Kasih masih mematung karena tidak tau apa yang harus ia lakukan.


“Ngapain kamu berdiri disitu?” Tanya Rey.


“Tidur saja diranjang, aku sudah memberikan batas berupa guling jadi jangan khawatir, lagipula aku tidak akan pernah melewati batas ini.” Kata Rey.


“Iya mas.” Kata Kasih.


“Cepat tidur, besok bukannya kita harus bangun pagi karena ada om dan tante kamu. Hari ini aku akan berpura-pura menjadi suami idamanmu didepan mereka ingat ya hanya didepan mereka saja.” Kata Rey.


“Terima kasih mas.” Kata Kasih.


“Apa kamu bilang? Terima kasih saja? Hari gini hanya mengandalkan ucapan terima kasih saja.” Kata Rey.

__ADS_1


“Lalu aku harus apa mas?” Tanya Kasih.


“Besok malam mama dan papa mengundang kita makan malam jadi kita harus terlihat seperti pasangan yang sangat bahagia dan tampak mesra.” Kata Rey.


“Bagaimana caranya mas? Bagaimana caranya agar terlihat seperti itu?” Tanya Kasih.


“Kita harus saling berdekatan dan saling berpegangan tangan, lalu tebarkan senyuman.” Kata Rey.


“Tapi kan kita harus bekerjasama mas tidak bisa hanya aku saja kan.” Kata Kasih.


“Kalau aku sudah terlatih jadi jangan khawatirkan aku.” Kata Rey.


“Yakin? Kita lihat saja besok. Aku mau tidur dulu mas.” Kata Kasih.


“Matikan lampunya.” Kata Rey.


“Apa? Tapi aku tidak suka gelap mas.” Kata Kasih.


“Apa? Lalu kamu akan menyalakan lampu kamar sampai besok pagi?” Tanya Rey sangat kesal.


“Tentu saja mas.” Kata Kasih.


“Tidak bisa aku tidak bisa tidur jika lampu kamar masih menyala.” Kata Rey.


“Aku takut mas jika lampunya dimatikan, rasanya seperti sulit bernafas dan pasti aku akan bermimpi buruk mas.” Kata Kasih. Akhirnya karena Rey kasihan dengan Kasih sehingga Rey yang mengalah. Dia memasukkan wajahnya dibawah selimut agar bisa tidur.

__ADS_1


“Dasar menyusahkan.” Gerutu Rey.


“Terima kasih mas sudah mau mengalah.” Kata Kasih.


__ADS_2