Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 10


__ADS_3

Hari itu Abel pergi ke sebuah


toko buku untuk membeli beberapa buku. Disana dia tidak sengaja melihat Seok


Kyung bersama ibunya sedang membayar di kasir. Abel pun pura-pura tidak


melihatnya dan segera keluar dari toko buku tersebut. Namun Seok Kyung melihat


Abel dan menghampirinya. Seok Kyung mendorong Abel hingga kepala Abel terbentur


dinding.


“Apa yang kamu lakukan padaku? Aduh


sakit sekali kepalaku.” Kata Abel.


“Itu balasan untukku atas kejadian


waktu itu.” Kata Seok Kyung.


“Jangan pernah menemui suamiku,


dasar wanita jalang.” Bisik Soo Ah sambil menampar pipi Abel. Jadi Soo Ah


mengetahui bahwa semalam suaminya menemui Abel.


“Tuan Ji Yong memohon maaf padaku


atas apa yang kalian lakukan padaku. Jadi jangan salahkan aku jika dia


menemuiku.” Kata Abel.


“Tutup mulutmu, pergi dari sini


dan jauhi suamiku.” Kata Soo Ah.


“Aku tidak ada urusan lagi dengan


tuan Ji Yong, tapi dia bahkan menawariku bekerja di tempatnya.” Kata Abel. Karena


kesal, Seok Kyung pun menampar pipi Abel, beruntung Abel bisa menghentikannya.


“Jaga sikapmu.” Bisik Abel kepada


Seok Kyung. Lalu Abel pergi sambil menahan rasa sakit akibat terbentur dinding.


Kemudian dia segera pergi ke rumah sakit karena dahinya berdarah.


Setibanya di rumah sakit, dia


justru bertemu dengan Ji Yong. Ji Yong berada di rumah sakit tersebut karena


menjenguk kerabatnya yang sedang dirawat di rumah sakit.


“Abel? Ada apa dengan dahimu? Apa


yang terjadi? Aku akan membantumu.” Kata Ji Yong sambil membantu Abel berjalan.

__ADS_1


“Lepaskan aku dan tinggalkan aku


demi kebaikanku.” Kata Abel. Ji Yong pun akhirnya pergi. Dia lalu bertanya


kepada sekretaris Cho.


“Apa yang terjadi?” Tanya Ji


Yong.


“Dia terlibat dengan nyonya dan


nona Seok Kyung. Nyonya mendorong serta menampar nona Abel di depan toko buku.”


Kata sekretaris Cho.


“Astaga, aku benar-benar tidak


tahan lagi dengan sikap Soo Ah dan Seok Kyung. Cepat antarkan aku kembali ke


rumah.” Kata Ji Yong.


“Baik tuan.” Kata sekretaris Cho.


**


Setibanya dirumah.


Soo Ah sedang berdandan


dikamarnya sedangkan Seok Kyung terlihat asyik bermain game, adiknya yaitu Ha


“Papa.” Teriak Ha Joon sambil


berlari menuju Ji Yong, Ji Yong pun memeluk anak laki-lakinya.


“Wah Ha Joon sedang apa?” Tanya Ji


Yong.


“Ha Joon sedang membaca buku ini


pa.” Kata Ha Joon.


“Benarkah? Wah hebat sekali anak


papa. Mama kamu dimana?” Tanya Ji Yong.


“Mama sedang dikamarnya pa.” Kata


Ha Joon.


“Teruskan membacanya, papa mau


menemui mama kamu dulu ya.” Kata Ji Yong.


Ji Yong menghampiri istrinya,

__ADS_1


istrinya sedang menelfon seseorang.


“Sedang menelfon siapa kamu?”


Tanya Ji Yong, lalu Soo Ah segera mematikan ponselnya.


“Bukan siapa-siapa, dia hanyalah


teman. Cepat sekali kamu pulangnya mas.” Kata Soo Ah.


“Apa yang kamu lakukan pada Abel?


Bukankah kita sepakat untuk tidak membahas dan memperpanjang masalah itu, kita


sepakat untuk tidak mengganggunya lagi tapi kenapa kamu membuatnya terluka. Kalau


dia melapor ke pihak polisi bagaimana? Jangan membuat nama baik JK Group jadi


buruk karena perilakumu.” Kata Ji Yong kesal.


“Jika dia berani melaporkanku ke


polisi, apakah kamu akan diam saja? Kita ini keluarga JK Group mas, kita bisa


menyuap siapapun yang kita inginkan. Kita bisa melakukan apapun bahkan


menghilangkan hal-hal yang akan merugikan kita.” Kata Soo Ah.


“Tutup mulutmu. Harusnya kamu


sadar diri, kalau bukan karena perjodohan itu, aku juga tidak akan menikahimu.”


Kata Ji Yong.


“Kamu pikir dirimu laki-laki


baik? Kamu bahkan memiliki anak dari wanita lain.” Kata Soo Ah.


“Kita bahkan tidak jauh berbeda, kamu


bahkan hamil anak laki-laki lain saat menikah denganku tapi aku menganggap Seok


Kyung seperti anakku sendiri bahkan menyayanginya seperti Ha Joon anak


kandungku. Haruskah aku melaporkanmu atas pembunuhan ibu kandung Ha Joon?”


Ancam Ji Yong.


“Jangan macam-macam padaku, kita


sama-sama memiliki rahasia satu sama lain. Aku bahkan rela berpura-pura hamil


demi Ha Joon. Jika orang tuamu mengetahui bahwa kamu memiliki anak dari wanita


itu, aku yakin kamu tidak akan menjadi direktur JK Holding. Harusnya kamu


berterima kasih padaku karena telah menjadikanmu seorang direktur JK Holding.” Kata

__ADS_1


Soo Ah.


__ADS_2