Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 146


__ADS_3

“Ada apa sih kau ini? Mayang kau


pecat lalu dia kesini malah kau usir. Aku tidak paham denganmu.” Kata Raffa.


“Dia itu mencoba untuk menggodamu


dan kau malah memberinya kesempatan. Kau sama saja seperti dulu tidak pernah


bisa berubah. Aku benar-benar tidak menyangka kau menyuruhnya untuk memijatmu


lalu kau bahkan ingin membelikannya dia baju. Dia itu licik mas dan punya niat


buruk dengan keluarga kita.” Kata Kaira.


“Aku tidak ada rasa dengannya,


untuk apa aku menyukai seorang pembantu. Aku meminta dia untuk memijatku karena


kau sedang tidur, dia saja yang baper dan menaruh hati padaku. Lalu aku


membelikannya dia baju karena waktu itu dia melihat baju itu lama sekali lalu


karena aku kasihan jadi aku membelikannya. Jangan mudah terhasut oleh orang


lain, seharusnya kau tanya langsung padaku.” Jelas Raffa.


“Kau tidak akan meminta Mayang


untuk kembali kerja lagi kan?” Tanya Kaira.


“Semua aku serahkan sama kamu,


selagi kamu bisa menjaga anak kita dan juga sekaligus mengurus urusan rumah


tangga ya untuk apa meminta Mayang kembali lagi.” Kata Raffa.


“Sudah cukup pembantu itu saja


yang kita pekerjakan, jadi aku tetap memecat si Mayang. Kau sebaiknya hati-hati


mas, dia itu licik dan ingin merusak hubungan kita.” Kata Kaira.


“Kau juga seharusnya hati-hati

__ADS_1


dengan temanmu itu, sepertinya rumah tangga mereka tidak baik-baik saja, aku


hanya tidak ingin keberadaanmu akan memperkeruh suasana.” Kata Raffa.


“Iya tenang saja, maafkan aku


telah menuduhmu.” Kata Kaira.


“Aku tadi membawa bajumu


beberapa, aku mau keluar sebentar ya menemui dokter, tadi perawat bilang padaku


untuk segera menemui dokter.” Kata Raffa.


“Iya mas. Oh ya Kei bagaimana?”


Tanya Kaira.


“Dia sama mami, dia juga lagi asyik


bermain dengan anaknya Renata.” Kata Raffa.


“Syukurlah kalau begitu.” Kata Kaira.


Setelah Raffa menemui dokternya


Kaira, dia membeli minum di supermarket. Tiba-tiba Mayang datang menghampiri


Raffa.


“Mas Raffa.” Panggil Mayang.


“Astaga, sedang apa kau disini? Bukankah


tadi kau bilang mau pulang?” Tanya Raffa heran.


“Mas, apakah kau tidak akan


menyuruhku untuk kembali ke rumah menjaga Kei?” Tanya Mayang.


“Kaira yang akan menjaga Kei, dia


kan ibunya. Kau jangan salah paham, aku tidak pernah menaruh rasa padamu.” Kata

__ADS_1


Raffa.


“Lalu kenapa mas Raffa waktu itu


membujuk saya untuk kembali ke rumah itu?” Tanya Mayang.


“Karena aku kasihan dengan anak


dan istriku. Tapi sekarang istriku sudah bisa mengurus mereka jadi maaf aku


tidak bisa menolongmu. Semoga kau mengerti.” Kata Raffa lalu pergi meninggalkan


Mayang.


“Mas kenapa kau tega melakukan


itu padaku? Kau yang memulainya. Mas mas jangan tinggalkan aku.” Teriak Mayang


namun Raffa tetap pergi meniinggalkannya. Mayang berlari mengejar Raffa lalu


memeluknya dari belakang. Raffa pun langsung melepas dan membentaknya.


“Apa yang kau lakukan? Benar kata


istriku kau memang licik dan penggoda. Pergi dan jangan pernah muncul


dihadapanku dan keluargaku.” Bentak Raffa.


Mayang menangis histeris karena


dia benar-benar telah kehilangan banyak hal, kehilangan suami, kepercayaan dan


juga pekerjaan. Namun dia tidak mudah putus asa.


“Lihat saja aku pasti akan


membalas kalian, kalian tidak bisa memperlakukanku seperti ini, Kaira kau boleh


menang saat ini namun lihat saja suatu saat semua akan berubah. Aku benar-benar


tidak tahu harus berbuat apalagi, hutangku juga semakin menumpuk.” Kata Mayang


dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2