
“Ada apa sih kau ini? Mayang kau
pecat lalu dia kesini malah kau usir. Aku tidak paham denganmu.” Kata Raffa.
“Dia itu mencoba untuk menggodamu
dan kau malah memberinya kesempatan. Kau sama saja seperti dulu tidak pernah
bisa berubah. Aku benar-benar tidak menyangka kau menyuruhnya untuk memijatmu
lalu kau bahkan ingin membelikannya dia baju. Dia itu licik mas dan punya niat
buruk dengan keluarga kita.” Kata Kaira.
“Aku tidak ada rasa dengannya,
untuk apa aku menyukai seorang pembantu. Aku meminta dia untuk memijatku karena
kau sedang tidur, dia saja yang baper dan menaruh hati padaku. Lalu aku
membelikannya dia baju karena waktu itu dia melihat baju itu lama sekali lalu
karena aku kasihan jadi aku membelikannya. Jangan mudah terhasut oleh orang
lain, seharusnya kau tanya langsung padaku.” Jelas Raffa.
“Kau tidak akan meminta Mayang
untuk kembali kerja lagi kan?” Tanya Kaira.
“Semua aku serahkan sama kamu,
selagi kamu bisa menjaga anak kita dan juga sekaligus mengurus urusan rumah
tangga ya untuk apa meminta Mayang kembali lagi.” Kata Raffa.
“Sudah cukup pembantu itu saja
yang kita pekerjakan, jadi aku tetap memecat si Mayang. Kau sebaiknya hati-hati
mas, dia itu licik dan ingin merusak hubungan kita.” Kata Kaira.
“Kau juga seharusnya hati-hati
__ADS_1
dengan temanmu itu, sepertinya rumah tangga mereka tidak baik-baik saja, aku
hanya tidak ingin keberadaanmu akan memperkeruh suasana.” Kata Raffa.
“Iya tenang saja, maafkan aku
telah menuduhmu.” Kata Kaira.
“Aku tadi membawa bajumu
beberapa, aku mau keluar sebentar ya menemui dokter, tadi perawat bilang padaku
untuk segera menemui dokter.” Kata Raffa.
“Iya mas. Oh ya Kei bagaimana?”
Tanya Kaira.
“Dia sama mami, dia juga lagi asyik
bermain dengan anaknya Renata.” Kata Raffa.
“Syukurlah kalau begitu.” Kata Kaira.
Setelah Raffa menemui dokternya
Kaira, dia membeli minum di supermarket. Tiba-tiba Mayang datang menghampiri
Raffa.
“Mas Raffa.” Panggil Mayang.
“Astaga, sedang apa kau disini? Bukankah
tadi kau bilang mau pulang?” Tanya Raffa heran.
“Mas, apakah kau tidak akan
menyuruhku untuk kembali ke rumah menjaga Kei?” Tanya Mayang.
“Kaira yang akan menjaga Kei, dia
kan ibunya. Kau jangan salah paham, aku tidak pernah menaruh rasa padamu.” Kata
__ADS_1
Raffa.
“Lalu kenapa mas Raffa waktu itu
membujuk saya untuk kembali ke rumah itu?” Tanya Mayang.
“Karena aku kasihan dengan anak
dan istriku. Tapi sekarang istriku sudah bisa mengurus mereka jadi maaf aku
tidak bisa menolongmu. Semoga kau mengerti.” Kata Raffa lalu pergi meninggalkan
Mayang.
“Mas kenapa kau tega melakukan
itu padaku? Kau yang memulainya. Mas mas jangan tinggalkan aku.” Teriak Mayang
namun Raffa tetap pergi meniinggalkannya. Mayang berlari mengejar Raffa lalu
memeluknya dari belakang. Raffa pun langsung melepas dan membentaknya.
“Apa yang kau lakukan? Benar kata
istriku kau memang licik dan penggoda. Pergi dan jangan pernah muncul
dihadapanku dan keluargaku.” Bentak Raffa.
Mayang menangis histeris karena
dia benar-benar telah kehilangan banyak hal, kehilangan suami, kepercayaan dan
juga pekerjaan. Namun dia tidak mudah putus asa.
“Lihat saja aku pasti akan
membalas kalian, kalian tidak bisa memperlakukanku seperti ini, Kaira kau boleh
menang saat ini namun lihat saja suatu saat semua akan berubah. Aku benar-benar
tidak tahu harus berbuat apalagi, hutangku juga semakin menumpuk.” Kata Mayang
dalam hati.
__ADS_1