Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 50


__ADS_3

Sesampainya dikantor dan jam menunjukkan pukul 14.15 WIB. Tiba-tiba


dia keluar lagi untuk menjemput istrinya. Setibanya dirumah


“Ayo pergi sekarang saja.” Kata Raffa.


“Lah katanya nanti malam. Sekarang kan masih sore mas. Lagian aku belom


mandi juga. Buru-buru amat deh.” Jawab Kaira.


“Kelamaan deh, gausah mandi deh. Nanti aja mandi di hotel. Ayo berangkat


sekarang.” Kata Raffa sambil menarik tangan Kaira.


“Tunggu, aku mau ambil tas sama ponselku dulu dikamar.” Kata Kaira. Dalam


hatinya, “Gila nih orang buru-buru amat


sih kan gue jadi takut. Oh ya gue mesti bawa pengaman buat Raffa karena gue


belom siap hamil apalagi punya anak dari dia.”


“Cepetan dong lama banget sih.” Bentak Raffa.


“Iya ini uda kok. Emang kita ke hotel mana nanti? Hotel milikmu?” Tanya


Kaira.


“Nggak jadi, nanti karyawanku banyak yang tau. Kita ke hotel yang lebih


bagus lagi dan aku sudah sewa private room khusus buat honeymoon. Uda deh


gausah banyak nanya, nurut aja apa kata suamimu.” Kata Raffa.


“Kan pengen tau.” Jawab Kaira dengan kesal.


“Uda sampek nih. Ayo cepet turun.” Kata Raffa.


“Aduh mas aku nggak bawa baju ganti nih, aku juga nggak bawa pakaian dalam


lagi. Gimana dong.” Kata Kaira.


“Aku uda beliin tadi.” Jawab Raffa.


“Lah emang kamu tau ukuranku berapa? Kamu beli warna apa? Aku nggak suka


warna yang menyolok mas.” Gerutu Kaira.


“Cerewet banget deh.” Bentak Raffa.


“Mbak saya yang tadi pesan kamar vvip untuk honeymoon atas nama Raffa


Adinata.” Kata Raffa kepada resepsionis.


“Oh iya pak. Ruangan bapak di lantai 7 dan ini kunci kamarnya. Ada yang


bisa dibantu?” Kata resepsionisnya.


“Terimakasih, makan malamnya uda siap belom?” Tanya Raffa.

__ADS_1


“Sudah bapak, makan malamnya sudah kami siapkan dan sudah kami antar ke


kamar bapak.” Jawab resepsionis.


“Iya terimakasih.” Kata Raffa.


Raffa dan Kaira segera menuju kamar hotel.


Didalam lift


“Mas aku pengen renang deh disana. Kita renang dulu yuk.” Ajak Kaira.


“Kau mau menunda waktu kan. Kau takut ya? Aku ini suamimu dan sudah saatnya kita untuk bersenang-senang.” Kata Raffa.


“Aku takut mas. Aku benar-benar takut.” Kata Kaira.


“Kalau kau nurut aku bakal lakukan dengan pelan tapi kalau kau kurang


ajar aku bisa kasar kepadamu biar kau kesakitan hahaha.” Kata


Raffa. Saking kesalnya Kaira mendengar ucapan Raffa, Kaira memukul lengan Raffa


dan menendang kakinya.


“Aduhhh, oh ok aku bakal kasar sama kau, liat aja nanti.” Ancam Raffa.


“Jangan dong mas, aku takut nih. Kalo kamu kasar aku nggak mau dan lebih baik aku kabur saja.” Kata Kaira.


“Iya-iya tenang aja. Cerewet amat sih aduh.” Kata Raffa.


“Ini kamarnya.” Kata Raffa.



“Ya jelas lah. Aku mana mau yang murahan. Sekarang kau mandi, Aku


tunggu di kolam renang.” Kata Raffa.


“Kolam renang mana? Yang di lobby tadi mas? Aku kan nggak bawa baju renang


mas. Gimana dong?” Tanya Kaira.


“Ini kamar vvip, ya kolam renang dikamar kita lah. Gausah pakek baju


lah, pakek aja pakaian yang aku belikan.” Kata Raffa sambil memberikan pakaian itu kepada Kaira.


“Apa? Gila apa ya malu lah. Pakaian mini seperti ini kayak kekurangan kain aja deh, aku tidak mau mas.” Gerutu Kaira.


“Heeeh kita ini suami istri jadi kau harus terbiasa memakai pakaian yang seperti itu, mengerti. Kau ini


lama-lama makin bikin kesel aja ya. Uda cepet sana masuk kamar mandi. Inget


jangan lama-lama.” Bentak Raffa.


“Iya iya. Ini aku mau mandi kok.” Kata Kaira.


Sementara Kaira mandi, Raffa pun segera menuju ke kolam


renang untuk berenang sambil menunggu istrinya. Beberapa menit kemudian, Kaira

__ADS_1


keluar dari kamar mandi dan betapa kagetnya ketika dia melihat suaminya sedang


berenang yang hanya memakai pakaian dalam saja.


“Aaaaaaaaaaaaaaaaaa” Teriak Kaira.


“Heh apa-apaan sih  pakek teriak segala bikin kaget aja.” Kata Raffa.


“Kamu yang apa-apaan coba pakek celana dalam doang. Tutupin pakek handuk


nih.” Kata Kaira.


“Berisik banget deh. Ayo cepet sini kita renang dulu abis itu makan terus seneng-seneng.


Makan yang banyak biar tenagamu juga ok buat nanti malam.” Perintah Raffa.


Kaira hanya terdiam namun mengikuti ucapan suaminya.


“Nggak usah malu, Aku kan uda bilang disini cuma ada kita doang. Masa renang pakek handuk


sih.” Kata Raffa sambil menarik handuk Kaira.


“Kan aku malu mas.” Kata Kaira.


“Kenapa mesti malu sih, kita ini kan suami istri dan kita uda lama kan menikah. Kita belom pernah melakukan hal yang seharusnya dilakukan sama suami istri. Sudah saatnya kita melakukan hal ini.” Kata Raffa sambil membelai


rambut Kaira.


“Tapi aku nggak mau di duakan sama wanita lain. Aku tau sebenarnya kau


memiliki wanita lain kan. Makanya aku nggak mau melakukan hal ini sama kamu mas


karena aku takut kau akan meninggalkanku.” Kata Kaira.


“Mereka hanyalah masa laluku, aku sudah putus dengan mereka. Yang penting


kan aku menikahimu dan kamu istriku. Kau jauh lebih beruntung dibandingkan


dengan mereka. Sudahlah lebih baik kita menikmati berdua saja. Aku uda pesen kamar


mewah ini bahkan kamar ini secara khusus menyediakan paket honeymoon untuk


kita. Kita nikmati saja lah, kita harus terbiasa dengan hal ini dan ingat tidak perlu malu-malu lagi.” Kata Raffa.


“Kau tidak akan meninggalkanku kan? Dan kau tidak akan selingkuh dengan


wanita lain kan?” Tanya Kaira.


“Tidak, tenang saja. Aku milikmu dan kau milikku seutuhnya.” Kata Raffa.


“Tapi aku nggak tau apa yang harus aku lakukan mas.” Kata Kaira dengan


polosnya.


“Yauda nanti kau diam aaja biar aku yang bertindak haha. Kau tidak perlu takut, aku akan melakukannya dengan pelan kok. Yang penting kau turuti saja semua perkataanku. Boleh berkali-kali ya." Goda Raffa sambil berbisik ditelingan Kaira.


“Tapi mas......” Belom juga Kaira ngomong eh Raffa sudah mencium Kaira. Jantung Kaira dag dig dug hingga dia menutup matanya dan mereka berdua benar-benar menikmati malam itu dengan mesranya.


“Gimana kau suka kan? Aku akan lakukan itu ya, aku lepas ya baju kamu." Kata Raffa, Kaira pun hanya mengangguk. Dan akhirnya mereka bersenang-senang untuk pertama kalinya sebagai pasangan suami istri.

__ADS_1


__ADS_2