
Sesampainya dikantor dan jam menunjukkan pukul 14.15 WIB. Tiba-tiba
dia keluar lagi untuk menjemput istrinya. Setibanya dirumah
“Ayo pergi sekarang saja.” Kata Raffa.
“Lah katanya nanti malam. Sekarang kan masih sore mas. Lagian aku belom
mandi juga. Buru-buru amat deh.” Jawab Kaira.
“Kelamaan deh, gausah mandi deh. Nanti aja mandi di hotel. Ayo berangkat
sekarang.” Kata Raffa sambil menarik tangan Kaira.
“Tunggu, aku mau ambil tas sama ponselku dulu dikamar.” Kata Kaira. Dalam
hatinya, “Gila nih orang buru-buru amat
sih kan gue jadi takut. Oh ya gue mesti bawa pengaman buat Raffa karena gue
belom siap hamil apalagi punya anak dari dia.”
“Cepetan dong lama banget sih.” Bentak Raffa.
“Iya ini uda kok. Emang kita ke hotel mana nanti? Hotel milikmu?” Tanya
Kaira.
“Nggak jadi, nanti karyawanku banyak yang tau. Kita ke hotel yang lebih
bagus lagi dan aku sudah sewa private room khusus buat honeymoon. Uda deh
gausah banyak nanya, nurut aja apa kata suamimu.” Kata Raffa.
“Kan pengen tau.” Jawab Kaira dengan kesal.
“Uda sampek nih. Ayo cepet turun.” Kata Raffa.
“Aduh mas aku nggak bawa baju ganti nih, aku juga nggak bawa pakaian dalam
lagi. Gimana dong.” Kata Kaira.
“Aku uda beliin tadi.” Jawab Raffa.
“Lah emang kamu tau ukuranku berapa? Kamu beli warna apa? Aku nggak suka
warna yang menyolok mas.” Gerutu Kaira.
“Cerewet banget deh.” Bentak Raffa.
“Mbak saya yang tadi pesan kamar vvip untuk honeymoon atas nama Raffa
Adinata.” Kata Raffa kepada resepsionis.
“Oh iya pak. Ruangan bapak di lantai 7 dan ini kunci kamarnya. Ada yang
bisa dibantu?” Kata resepsionisnya.
“Terimakasih, makan malamnya uda siap belom?” Tanya Raffa.
__ADS_1
“Sudah bapak, makan malamnya sudah kami siapkan dan sudah kami antar ke
kamar bapak.” Jawab resepsionis.
“Iya terimakasih.” Kata Raffa.
Raffa dan Kaira segera menuju kamar hotel.
Didalam lift
“Mas aku pengen renang deh disana. Kita renang dulu yuk.” Ajak Kaira.
“Kau mau menunda waktu kan. Kau takut ya? Aku ini suamimu dan sudah saatnya kita untuk bersenang-senang.” Kata Raffa.
“Aku takut mas. Aku benar-benar takut.” Kata Kaira.
“Kalau kau nurut aku bakal lakukan dengan pelan tapi kalau kau kurang
ajar aku bisa kasar kepadamu biar kau kesakitan hahaha.” Kata
Raffa. Saking kesalnya Kaira mendengar ucapan Raffa, Kaira memukul lengan Raffa
dan menendang kakinya.
“Aduhhh, oh ok aku bakal kasar sama kau, liat aja nanti.” Ancam Raffa.
“Jangan dong mas, aku takut nih. Kalo kamu kasar aku nggak mau dan lebih baik aku kabur saja.” Kata Kaira.
“Iya-iya tenang aja. Cerewet amat sih aduh.” Kata Raffa.
“Ini kamarnya.” Kata Raffa.
“Ya jelas lah. Aku mana mau yang murahan. Sekarang kau mandi, Aku
tunggu di kolam renang.” Kata Raffa.
“Kolam renang mana? Yang di lobby tadi mas? Aku kan nggak bawa baju renang
mas. Gimana dong?” Tanya Kaira.
“Ini kamar vvip, ya kolam renang dikamar kita lah. Gausah pakek baju
lah, pakek aja pakaian yang aku belikan.” Kata Raffa sambil memberikan pakaian itu kepada Kaira.
“Apa? Gila apa ya malu lah. Pakaian mini seperti ini kayak kekurangan kain aja deh, aku tidak mau mas.” Gerutu Kaira.
“Heeeh kita ini suami istri jadi kau harus terbiasa memakai pakaian yang seperti itu, mengerti. Kau ini
lama-lama makin bikin kesel aja ya. Uda cepet sana masuk kamar mandi. Inget
jangan lama-lama.” Bentak Raffa.
“Iya iya. Ini aku mau mandi kok.” Kata Kaira.
Sementara Kaira mandi, Raffa pun segera menuju ke kolam
renang untuk berenang sambil menunggu istrinya. Beberapa menit kemudian, Kaira
__ADS_1
keluar dari kamar mandi dan betapa kagetnya ketika dia melihat suaminya sedang
berenang yang hanya memakai pakaian dalam saja.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaa” Teriak Kaira.
“Heh apa-apaan sih pakek teriak segala bikin kaget aja.” Kata Raffa.
“Kamu yang apa-apaan coba pakek celana dalam doang. Tutupin pakek handuk
nih.” Kata Kaira.
“Berisik banget deh. Ayo cepet sini kita renang dulu abis itu makan terus seneng-seneng.
Makan yang banyak biar tenagamu juga ok buat nanti malam.” Perintah Raffa.
Kaira hanya terdiam namun mengikuti ucapan suaminya.
“Nggak usah malu, Aku kan uda bilang disini cuma ada kita doang. Masa renang pakek handuk
sih.” Kata Raffa sambil menarik handuk Kaira.
“Kan aku malu mas.” Kata Kaira.
“Kenapa mesti malu sih, kita ini kan suami istri dan kita uda lama kan menikah. Kita belom pernah melakukan hal yang seharusnya dilakukan sama suami istri. Sudah saatnya kita melakukan hal ini.” Kata Raffa sambil membelai
rambut Kaira.
“Tapi aku nggak mau di duakan sama wanita lain. Aku tau sebenarnya kau
memiliki wanita lain kan. Makanya aku nggak mau melakukan hal ini sama kamu mas
karena aku takut kau akan meninggalkanku.” Kata Kaira.
“Mereka hanyalah masa laluku, aku sudah putus dengan mereka. Yang penting
kan aku menikahimu dan kamu istriku. Kau jauh lebih beruntung dibandingkan
dengan mereka. Sudahlah lebih baik kita menikmati berdua saja. Aku uda pesen kamar
mewah ini bahkan kamar ini secara khusus menyediakan paket honeymoon untuk
kita. Kita nikmati saja lah, kita harus terbiasa dengan hal ini dan ingat tidak perlu malu-malu lagi.” Kata Raffa.
“Kau tidak akan meninggalkanku kan? Dan kau tidak akan selingkuh dengan
wanita lain kan?” Tanya Kaira.
“Tidak, tenang saja. Aku milikmu dan kau milikku seutuhnya.” Kata Raffa.
“Tapi aku nggak tau apa yang harus aku lakukan mas.” Kata Kaira dengan
polosnya.
“Yauda nanti kau diam aaja biar aku yang bertindak haha. Kau tidak perlu takut, aku akan melakukannya dengan pelan kok. Yang penting kau turuti saja semua perkataanku. Boleh berkali-kali ya." Goda Raffa sambil berbisik ditelingan Kaira.
“Tapi mas......” Belom juga Kaira ngomong eh Raffa sudah mencium Kaira. Jantung Kaira dag dig dug hingga dia menutup matanya dan mereka berdua benar-benar menikmati malam itu dengan mesranya.
“Gimana kau suka kan? Aku akan lakukan itu ya, aku lepas ya baju kamu." Kata Raffa, Kaira pun hanya mengangguk. Dan akhirnya mereka bersenang-senang untuk pertama kalinya sebagai pasangan suami istri.
__ADS_1