
Kelas yoga selanjutnya adalah
para suami membantu memberikan pijatan yang lembut di payudara istri untuk
membantu memperlancar keluarnya ASI. Raffa tampak malu dan tidak ingin
mengikuti kelas yoga tersebut.
“Aku tidak bisa melakukan ini,
kita bisa lakukan ini dirumah. Ayo kita pulang.” Kata Raffa.
“Tidak bisa mas, kelasnya belum
selesai. Ayolah sayang, bantu aku agar ASI ku nanti lancer dan bisa memberikan
yang terbaik untuk anak kedua kita. Apa susahnya sih mas, lagipula aku yang
mengandung dan melahirkannya.” Gerutu Kaira. Akhirnya Raffa pun bersedia. Dia
memulai memberikan pijatan lembut di payudara Kaira.
“Yang benar sayang kalau
memijat.” Kata Kaira.
“Iya iya, aku malu disini banyak
orang.” Kata Raffa.
“Coba lihat bapak-bapak yang
lain, mereka saja tidak malu membantu istrinya. Ayo sayang kamu pasti bisa
kok.” Kata Kaira. Lalu Raffa mencoba memijat payudara lagi dengan perlahan dan
sangat hati-hati sekali hingga Kaira merasa keenakan.
“Aaaaahhhhh enak sayang.” Kata
Kaira.
“Pelankan suaramu, bikin malu
saja.” Bisik Raffa.
“Tidak apa-apa kok sayang,
ibu-ibu yang lain juga seperti itu kok. Nanti malam kita coba lagi ya sayang.”
Kata Kaira tanpa basa-basi.
“Kalau nanti malam pasti karena
hanya kita berdua yang tau dan tidak ada orang lain, kamu tidak perlu pakai
__ADS_1
baju kalau untuk nanti malam. Kalau nanti malam aku akan memijat seluruh
tubuhmu haha.” Kata Raffa nakal.
“Aku tidak sabar menantikan nanti
malam sayang aaaahhhhh.” Kata Kaira sambil mendesah keenakan dipijit Raffa.
Setelah itu, kelas yoga pun selesai.
Selanjutnya mereka akan melakukan mandi bersama pasangannya masing-masing di
ruang tertutup. Disana juga sudah di sediakan bath up lengkap dengan
aromatherapy dan bunga-bunga yang indah didalam bath up.
“Wah luar biasa, tidak sia-sia
aku mengeluarkan banyak untuk kelas yoga mu ini.” Kata Raffa.
“Romantis sekali mas, ayo sayang
kita segera mandi bersama.” Kata Kaira. Tiba-tiba Raffa menggendong istrinya,
lalu masuk kedalam bath up bersamaan.
“Aaaaa astaga mas, harusnya kan
aku melepas bajuku dulu. Sekarang jadi basah semua.” Kata Kaira.
Kata Raffa sambil membuka kancing baju istrinya. Kaira dan Raffa sangat
menikmati kelas yoga couple hari itu.
“Untung aku memilih kelas yoga
untuk pasangan, itung-itung honeymoon lagi sayang.” Kata Kaira.
“Terima kasih sayang, aku sangat
menikmatinya. Aku akan membersihkan tubuhmu.” Kata Raffa.
**
Raffa dan Kaira kembali ke rumah,
namun dia mampir ke restaurant untuk makan.
“Harusnya durasi untuk mandi
bersama tadi lebih lama.” Kata Raffa.
“Astaga, padahal tadi kamu ingin
__ADS_1
segera pulang.” Kata Kaira.
“Karena aku tidak tau kalau di
akhir ada mantap-mantapnya seperti itu.” Kata Raffa.
“Aku sengaja tidak memberitahumu
mas, nanti kalau aku memberitahumu pasti kamu akan lebih fokus ke itu deh dan
bukannya malah ikut kelas yoga.” Gerutu Kaira.
“Haha kamu tau saja deh sayang. Cepat
pesanlah makanan, aku lapar.” Kata Raffa.
“Iya sayang.” Kata Kaira.
Ponsel Kaira bordering.
“Siapa yang telfon?” Tanya Raffa.
“Mbak Ayu, sebentar ya.” Kata
Kaira.
“Hallo, ada apa mbak Ayu?” Tanya
Raffa.
“Maaf bu mengganggu, ibu sama
bapak masih lama tidak? Badan Kei tiba-tiba panas bu.” Kata mbak Ayu.
“Apa? Kok bisa? Yaudah sekarang
kamu bawa dia ke rumah sakit, aku langsung menuju rumah sakit ya.” Kata Kaira.
“Baik bu.” Kata mbak Ayu.
“Mas ayo sekarang kita ke rumah
sakit, Kei demam, aku suruh Ayu ke rumah sakit, kita langsung ketemu disana. Ayo
mas.” Kata Kaira.
Lalu Kaira dan Raffa segera
menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa ya mampir ke novelku yang lain. Judulnya "Menua Bersamamu".