
Arabella masuk
kedalam kamarnya lalu menangis, Raffa dan Kaira menghampirinya.
“Sayang buka
pintunya dong.” Kata Raffa.
“Arabella buka
pintunya, Feya tidak sengaja melakukannya.” Kata Kaira.
Lalu Arabella
membuka pintunya dan memeluk ayahnya.
“Aku sangat malu
pa sama tamu undangan terutama teman-temanku.” Kata Arabella sambil menangis.
“Dengarkan papi,
acaramu masih berlangsung kok, semua baik-baik saja, papi bantu bersihkan baju
kamu ya, sekarang kamu ganti baju yang lain lalu temui teman-temanmu oke.” Kata
Raffa.
“Maafkan Feya
ya, dia tidak sengaja.” Kata Kaira, namun Arabella tidak mendengarkan perkataan
ibunya dan dia langsung mengganti pakaiannya.
Setelah itu, dia
menghampiri Jerry.
“Kamu
melakukannya dengan baik, terima kasih ya.” Kata Arabella.
“Kenapa kamu
melakukan hal ini? Apakah kamu sangat membenci ibu angkatmu dan adik angkatmu?”
Tanya Jerry.
“Dia lebih
sayang kepada adik-adikku dibandingkan denganku, dia tidak pernah membelaku
mungkin karena aku hanyalah anak angkatnya. Tapi sangat berbeda dengan papiku,
dia sangat menyayangiku dan selalu memanjakanku.” Kata Arabella.
“Aku mengerti kamu
kesal dengan ibumu tapi jangan sampai memulai pertengkaran.” Kata Jerry.
“Jadi kamu
menyesal telah membantuku.” Kata Arabella.
“Tentu saja
tidak, aku pasti akan membantumu.” Kata Jerry.
“Terima kasih
ya, orang yang bisa aku percaya dan selalu mempercayaiku cuma kamu sama papiku
dan juga oma Intan. Kamu sudah makan belum?” Tanya Arabella.
“Sudah, lagipula
__ADS_1
oma Intan selalu berpesan kepadaku agar selalu menjagamu.” Kata Jerry sambil
mengusap rambut kekasihnya itu.
“Aku pergi
menemui teman-temanku dulu ya.” Kata Arabella.
“Ok, aku tunggu
disini saja ya.” Kata Jerry.
Arabella pergi
menghampiri teman-temannya, tiba-tiba Kei menarik tangan Arabella.
“Ada apa sih?
Lepaskan tanganku.” Kata Arabella.
“Kamu kan yang
merencanakan kejadian kue tadi? Kenapa sih kamu selalu mencari masalah sama
adikku maupun sama aku. Kamu itu harusnya tau diri dong.” Kata Kei.
“Adikmu sengaja
melakukan itu pasti karena dia iri denganku begitu juga denganmu. Kenapa? kamu
iri denganku? Kamu oro denganku yang hanya anak angkat? Kamu pasti iri kan
karena papi jauh lebih menyayangiku daripada kalian.” Kata Arabella sambil
tersenyum sinis.
“Dasar anak
tidak tau diri.” Kata Kei.
“Apa yang kamu
“Oma, Kei
menuduhku sembarangan, dia bilang aku anak angkat yang tidak tau diri.” Kata
Arabella.
“Aku yakin pasti
kak Arabella sudah merencanakan kejadian kue tadi oma.” Kata Kei.
“Apa benar yang
dibilang sama Kei?” Tanya bu Siska.
“Aku sama sekali
tidak tau oma, harusnya oma tanya kepada Feya apa benar dia melakukannya dengan
sengaja atau tidak.” Kata Arabella.
“Tadi Feya kan
sudah bilang kalau dia tidak sengaja, kamu jangan membesarkan masalah ya.” Kata
bu Siska kepada Arabella.
“Kalian semua
pasti sangat membenciku, aku ingin pergi saja dari rumah ini.” Kata Arabella.
“Silahkan kamu
pergi dari rumah ini, itu jauh lebih baik.” Kata Kei.
Tiba-tiba Raffa
__ADS_1
dan Rasya datang.
“Ada apa ini?”
Tanya Rasya.
“Apa yang
barusan kamu katakan kepada kakakmu?” Tanya Raffa kepada Kei.
“Kejadian kue
tadi direncanakan oleh kak Arabella pa.” Kata Kei.
“Kenapa kamu
menuduhku melakukan hal itu? Mana mungkin aku sengaja pa, aku sama sekali tidak
tau pa, kamu kenapa sih Kei selalu seperti itu? Apa karena aku hanyalah kakak
angkatmu jadi kamu menuduhku seperti ini, apa salahku sehingga kamu tega
seperti itu denganku.” Kata Arabella.
“Tidak usah
akting, aku tau apa yang kamu rencanakan, kamu hanya ingin mencari perhatian
dari papi kan.” Kata Kei.
“Cukup cukup,
Kei papi tidak suka kamu berbicara tidak sopan dengan kakakmu, papi tidak
pernah mengajarkan hal seperti itu padamu, cepat minta maaf pada kakakmu.” Kata
Raffa.
“Aku tidak salah
kenapa aku harus meminta maaf padanya, aku tidak mau pa meskipun dia lebih tua
dariku tapi aku tidak bersalah jadi aku tidak mau meminta maaf padanya.” Kata
Kei.
“Papi bilang
cepat minta maaf pada kakakmu.” Kata Raffa.
“Tidak mau.”
Kata Kei.
“Kamu
benar-benar keterlaluan ya Kei, cepat minta maaf pada kakakmu.” Bentak Raffa,
akhirnya Kei meminta maaf pada Arabella.
“Maafkan aku.”
Kata Kei.
“Sepertinya kamu
tidak tulus meminta maaf padaku.” Kata Arabella.
“Minta maaf yang
benar dong Kei.” Kata Rasya.
“Kei minta maaf
ya kak, aku yang salah.” Kata Kei.
“Baiklah, aku
__ADS_1
memaafkanmu.” Kata Arabella sambil tersenyum sinis lalu berbisik di telinga Kei
“Emang enak, rasakan akibatnya.”