Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Season 3 part 2


__ADS_3

Arabella masuk


kedalam kamarnya lalu menangis, Raffa dan Kaira menghampirinya.


“Sayang buka


pintunya dong.” Kata Raffa.


“Arabella buka


pintunya, Feya tidak sengaja melakukannya.” Kata Kaira.


Lalu Arabella


membuka pintunya dan memeluk ayahnya.


“Aku sangat malu


pa sama tamu undangan terutama teman-temanku.” Kata Arabella sambil menangis.


“Dengarkan papi,


acaramu masih berlangsung kok, semua baik-baik saja, papi bantu bersihkan baju


kamu ya, sekarang kamu ganti baju yang lain lalu temui teman-temanmu oke.” Kata


Raffa.


“Maafkan Feya


ya, dia tidak sengaja.” Kata Kaira, namun Arabella tidak mendengarkan perkataan


ibunya dan dia langsung mengganti pakaiannya.


Setelah itu, dia


menghampiri Jerry.


“Kamu


melakukannya dengan baik, terima kasih ya.” Kata Arabella.


“Kenapa kamu


melakukan hal ini? Apakah kamu sangat membenci ibu angkatmu dan adik angkatmu?”


Tanya Jerry.



“Dia lebih


sayang kepada adik-adikku dibandingkan denganku, dia tidak pernah membelaku


mungkin karena aku hanyalah anak angkatnya. Tapi sangat berbeda dengan papiku,


dia sangat menyayangiku dan selalu memanjakanku.” Kata Arabella.


“Aku mengerti kamu


kesal dengan ibumu tapi jangan sampai memulai pertengkaran.” Kata Jerry.


“Jadi kamu


menyesal telah membantuku.” Kata Arabella.


“Tentu saja


tidak, aku pasti akan membantumu.” Kata Jerry.


“Terima kasih


ya, orang yang bisa aku percaya dan selalu mempercayaiku cuma kamu sama papiku


dan juga oma Intan. Kamu sudah makan belum?” Tanya Arabella.


“Sudah, lagipula

__ADS_1


oma Intan selalu berpesan kepadaku agar selalu menjagamu.” Kata Jerry sambil


mengusap rambut kekasihnya itu.


“Aku pergi


menemui teman-temanku dulu ya.” Kata Arabella.


“Ok, aku tunggu


disini saja ya.” Kata Jerry.


Arabella pergi


menghampiri teman-temannya, tiba-tiba Kei menarik tangan Arabella.


“Ada apa sih?


Lepaskan tanganku.” Kata Arabella.


“Kamu kan yang


merencanakan kejadian kue tadi? Kenapa sih kamu selalu mencari masalah sama


adikku maupun sama aku. Kamu itu harusnya tau diri dong.” Kata Kei.


“Adikmu sengaja


melakukan itu pasti karena dia iri denganku begitu juga denganmu. Kenapa? kamu


iri denganku? Kamu oro denganku yang hanya anak angkat? Kamu pasti iri kan


karena papi jauh lebih menyayangiku daripada kalian.” Kata Arabella sambil


tersenyum sinis.


“Dasar anak


tidak tau diri.” Kata Kei.


“Apa yang kamu


“Oma, Kei


menuduhku sembarangan, dia bilang aku anak angkat yang tidak tau diri.” Kata


Arabella.


“Aku yakin pasti


kak Arabella sudah merencanakan kejadian kue tadi oma.” Kata Kei.


“Apa benar yang


dibilang sama Kei?” Tanya bu Siska.


“Aku sama sekali


tidak tau oma, harusnya oma tanya kepada Feya apa benar dia melakukannya dengan


sengaja atau tidak.” Kata Arabella.


“Tadi Feya kan


sudah bilang kalau dia tidak sengaja, kamu jangan membesarkan masalah ya.” Kata


bu Siska kepada Arabella.


“Kalian semua


pasti sangat membenciku, aku ingin pergi saja dari rumah ini.” Kata Arabella.


“Silahkan kamu


pergi dari rumah ini, itu jauh lebih baik.” Kata Kei.


Tiba-tiba Raffa

__ADS_1


dan Rasya datang.


“Ada apa ini?”


Tanya Rasya.


“Apa yang


barusan kamu katakan kepada kakakmu?” Tanya Raffa kepada Kei.


“Kejadian kue


tadi direncanakan oleh kak Arabella pa.” Kata Kei.


“Kenapa kamu


menuduhku melakukan hal itu? Mana mungkin aku sengaja pa, aku sama sekali tidak


tau pa, kamu kenapa sih Kei selalu seperti itu? Apa karena aku hanyalah kakak


angkatmu jadi kamu menuduhku seperti ini, apa salahku sehingga kamu tega


seperti itu denganku.” Kata Arabella.


“Tidak usah


akting, aku tau apa yang kamu rencanakan, kamu hanya ingin mencari perhatian


dari papi kan.” Kata Kei.


“Cukup cukup,


Kei papi tidak suka kamu berbicara tidak sopan dengan kakakmu, papi tidak


pernah mengajarkan hal seperti itu padamu, cepat minta maaf pada kakakmu.” Kata


Raffa.


“Aku tidak salah


kenapa aku harus meminta maaf padanya, aku tidak mau pa meskipun dia lebih tua


dariku tapi aku tidak bersalah jadi aku tidak mau meminta maaf padanya.” Kata


Kei.


“Papi bilang


cepat minta maaf pada kakakmu.” Kata Raffa.


“Tidak mau.”


Kata Kei.


“Kamu


benar-benar keterlaluan ya Kei, cepat minta maaf pada kakakmu.” Bentak Raffa,


akhirnya Kei meminta maaf pada Arabella.


“Maafkan aku.”


Kata Kei.


“Sepertinya kamu


tidak tulus meminta maaf padaku.” Kata Arabella.


“Minta maaf yang


benar dong Kei.” Kata Rasya.


“Kei minta maaf


ya kak, aku yang salah.” Kata Kei.


“Baiklah, aku

__ADS_1


memaafkanmu.” Kata Arabella sambil tersenyum sinis lalu berbisik di telinga Kei


“Emang enak, rasakan akibatnya.”


__ADS_2