Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 149


__ADS_3

Setelah pertemuan tersebut, beberapa hari kemudian bu Siska kemudian


mengajak Rasya untuk pergi ke suatu tempat.


“Rumah siapa ini mi?” Tanya Rasya.


“Jadi tadi mami minta tolong ke Kaira untuk menelfon Raffa agar membantu


mencarikan rumah, dan kebetulan teman Raffa ada yang bekerja di real estate dan


menawarkan rumah ini. Kamu tidak usah pikirkan biayanya. Mami membelikannya


untukmu, kau tinggal menempatinya saja mulai hari ini.” Kata bu Siska.


“Terimakasih mami terimakasih banyak, Rasya janji tidak akan memalukan


keluarga lagi dan akan lebih baik lagi mi.” Kata Rasya sangat senang sekali.


“Tapi jangan sampai papi tau masalah ini ya, sepertinya papi masih belum


bisa untuk menerima kamu dan juga keluargamu. Semoga kamu bisa mengerti keadaan


ini ya, tapi mami janji akan sering main kesini.” Kata bu Siska.


“Iya mi, Rasya bisa mengerti kok. Lagipula inilah yang seharusnya Rasya dan


keluarga tanggung. Sebenarnya Rasya juga tidak ingin memberi tau bagaimana


kondisi Rasya saat ini namun namun.” Kata Rasya sambil meneteskan air matanya.


“Sudahlah, biarlah masa lalu jadi bahan pelajaran buat kamu ya. Ayo kita


segera masuk kedalam rumah itu. Tapi pesan mami tolong undang mami, kakakmu dan


adikmu untuk kerumah ini ya, ya anggap saja acara party makan bersama untuk


menempati rumah baru. Kau tidak keberatan kan?” Tanya bu Siska.


“Aku sangat ingin melakukannya mi namun apakah mereka bisa menerimaku dan


keluargaku? Apalagi aku sangat malu jika bertemu dengan kak Raffa nantinya.” Kata


Rasya.


“Pasti bisa menerima, kita adalah satu keluarga. Kau bersabarlah ya, mami


akan berusaha agar papi kamu bisa menerimamu kembali ya.” Kata bu Siska,


kemudian Rasya memeluk ibunya dengan erat.


“Mi terimakasih banyak, maafkan Rasya belum bisa membanggakan mami dan


papi, Rasya hanya bisa menyusahkan kalian berdua.” Kata Rasya.

__ADS_1


“Sudah sudah, coba kau hubungi istrimu pasti dia sangat mendengar kabar


baik ini.” Kata bu Siska.


**


Kaira sedang makan malam bersama suaminya.


“Mas hari sabtu besok Rasya mengundang kita untuk ke rumahnya. Dia mau


mengadakan acara menempati rumah baru. Kita bisa datang kan mas?” Tanya Kaira.


“Aku akan usahakan ya, kalau aku nanti tidak bisa datang karena ada urusan


pekerjaan, kau dan Kei datanglah kesana ya.” Kata Raffa.


“Baik mas, tapi usahakan kau bisa datang ya. Dia pasti akan merasa sangat


tidak enak dengan kita kalau kau tidak bisa datang.” Kata Kaira.


“Iya sayang nanti akan aku usahakan untuk datang kok.” Kata Raffa.


“Mau tambah nasi lagi tidak?” Tanya Kaira.


“Boleh tapi jangan banyak-banyak, sekalian sambalnya ya.” Kata Raffa.


“Enak kan sambal buatanku?” Tanya Kaira.


“Enak banget tidak seperti biasanya.” Kata Raffa.


pasti bakal nambah nasi dan memang benar.” Kata Kaira.


“Gitu dong, kalau seperti ini kan aku jadi makin sayang dan makin lahap


makannya.” Kata Raffa.


“Iya sayang. Oh ya mas waktu aku pergi sama Kei tadi siang, aku lihat ada


grand opening hotel di sebelah mall yang sering aku kunjungi, kita coba


menginap disana yuk mas. Karena masih grand opening jadi ada promo


besar-besaran.” Kata Kaira.


“Boleh, sampai kapan memangnya grand openingnya?” Tanya Raffa.


“Sampai hari kamis minggu depan, tapi hari sabtu kan kita harus ke rumah


Rasya. Bagaimana kalau kita menginap disana saat hari biasa saja, kira-kira


kamu bisa tidak mas?” Tanya Kaira.


“Setelah acara dirumahnya Rasya saja kita langsung check in hotel tersebut.”

__ADS_1


Kata Raffa.


“Ha? Memangnya kamu sudah pasti bisa mas?” Tanya Kaira.


“Kalau buat keluarga aku akan usahakan bisa, apalagi buat istri ya tentu


saja akan aku usahakan, yang penting kau melayaniku sampai aku benar-benar


puas.” Goda Raffa.


“Tenang saja aku ahlinya dalam memuaskan suami haha.” Kata Kaira.


“Baguslah, kita lihat saja nanti. Siapkan tenaga extra untuk malam itu ya.”


Kata Raffa.


“Siap sayang.” Bisik Kaira.


“Nanti biar Kei ikut sama mami dan menginap dirumah mami saja semalam,


besok paginya kita jemput dia.” Kata Raffa.


“Bagaimana kalau sekeluarga menginap di hotel itu mas? Sekalian liburan


keluarga maksud aku mas bagaimana mas?” Tanya Kaira.


“Boleh juga ide kamu sayang, kamu atur saja ya.” Kata Raffa.


“Baik mas. Kita ajak Rasya juga ya mas.” Kata Kaira.


“Kalau kau mengajak Rasya berarti kita tidak bisa mengajak mami dan papi,


papi kan belum bisa bertemu dengan Rasya dan masih belum bisa menerima Rasya. Kalau


begitu kita, Rasya dan Renata saja, anggap saja liburan bersama saudara agar


semakin akrab dan rukun. Tapi kita tidak perlu mengajak mami dan papi.” Kata Raffa.


“Nanti kalau mami ingin ikut bagaimana mas?” Tanya Kaira.


“Mami pasti bisa mengerti kok sayang.” Kata Raffa.


 


 


Info :


Hai hai readers, author cuma mengingatkan aja yuk yuk bantu like, comment


dan subscribe channel youtube aku, nama channel aku "Bells Diary".


Makin banyak yang like, comment dan subscribe maka makin banyak pula aku update

__ADS_1


episodenya. Terimakasih banyak.


__ADS_2