Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 143


__ADS_3

Kaira tiba dirumah, sedangkan Kei


tertidur sehingga Kaira menidurkannya dikamar. Setelah itu dia menemui Mayang


di kamarnya.


“May, ada yang mau saya bicarakan


denganmu.” Kata Kaira.


“Ada apa nyonya?” Tanya Mayang.


“Sebelumnya saya mau minta maaf


harus menyampaikan hal ini padamu.” Kata Kaira.


“Memangnya ada apa nyonya?” Tanya


Mayang penasaran. Tiba-tiba Kaira melihat baju yang dikatakan oleh Kei tadi.


“Bukankah itu baju yang dibilang


sama Kei? Apa jangan-jangan mas Raffa yang memberikan baju itu pada Mayang?”


Tanya Kaira dalam hati.


“Baju kamu itu bagus sekali May,


sepertinya terlihat mahal deh. Beli dimana memangnya?” Kata Kaira sambil


menunjuk ke arah baju yang ia maksud.


“Ah itu, saya diberi oleh


seseorang nyonya. Dia benar-benar sangat baik pada saya.” Kata Mayang.


“Benarkah? Oh jadi sekarang kau


sedang dengan seseorang ya?” Tanya Kaira.


“Bukan dekat nyonya, namun dia


selalu membantu saya dan selalu mendukung saya, dia membuat saya merasa aman


dan nyaman.” Kata Mayang.


“Wah kalau memang begitu, kenapa


kau tidak menikah lagi saja May. Kau kan masih muda, cantik lalu tubuhmu juga


indah, aku yakin pasti banyak yang menyukaimu.” Kata Kaira.


“Tidak bisa nyonya, saya tidak


bisa menikah dengannya.” Kata Mayang.


“Memangnya kenapa? Apakah dia


tidak menyukaimu atau dia hanya memanfaatkanmu atau mungkin kau hanya


pelampiasannya saja? Jaman sekarang harus hati-hati May.” Kata Kaira.


“Orang yang saya sukai itu sudah


memiliki keluarga, dia memiliki istri dan juga anak.” Kata Mayang.


“Apa? Apakah mas Raffa berani


bermain di belakangku? Apakah dia masih belum berubah? Apa dia gila menyukai

__ADS_1


seorang pembantu? Memang sih Mayang cantik, dia bahkan bisa di andalkan dalam


mengurus rumah tapi kenapa selera mas Raffa jadi begini. Tidak tidak, mas Raffa


tidak mungkin menyukai Mayang, mungkin Mayang lah yang terobsesi dengan mas


Raffa.” Kata Kaira dalam hati.


“Apa? Bagaimana mungkin kau


menyukai laki-laki yang sudah berkeluarga? Dan bagaimana mungkin kau bisa


menjalin hubungan dengan laki-laki seperti itu?” Tanya Kaira.


“Awalnya kami saling pandang saja


nyonya tapi dia selalu membuat jantung deg-degan, bahkan dia juga sepertinya


mempunyai rasa yang sama dengan saya.” Kata Mayang.


“Belum tentu May, bisa jadi kau


hanya sebagai pelampiasannya saja. Kau jangan mudah percaya dengan rayuan


laki-laki yang sudah berkeluarga. Dia kan sudah memiliki istri dan juga anak,


pasti keluarga adalah prioritasnya May. Dia kaya raya ya?” Tanya Kaira.


“Iya dia sangat kaya raya, saya


tau bahwa hubungan saya dengannya adalah sebuah dosa besar karena telah


mengganggu hubungan orang, namun dia juga selalu membuat saya untuk tidak bisa


jauh darinya.” Kata Mayang.


“Lebih baik kau berpisah darinya


bagaimana jika keluarganya tau tentang hubunganmu dengan suaminya itu? Pasti kau


akan dilabrak sama istri sahnya.” Kata Kaira.


“Dia sangat pintar dalam


menyembunyikan hubungan kami kok nyonya.” Jawab Mayang.


“Aku benar-benar tidak paham


dengan kalian, bisa-bisanya kalian seperti itu. Aku peringatkan sekali lagi


padamu lebih baik kau mundur dan tinggalkan dia May, aku sangat kasian dengan


istri dan anaknya.” Kata Kaira.


“Memangnya kenapa nyonya terlalu


ikut campur dengan masalah pribadi saya? Apakah nyonya merasakan hal yang sama


dengannya?” Tanya Mayang.


“Apa kau bilang? Tidak mungkin,


tidak mungkin suamiku melakukan hal itu padaku. Dia sangat mencintai


keluarganya.” Kata Kaira.


“Ya semoga nyonya tidak merasakan


hal itu, namun semua laki-laki itu sama nyonya, jadi nyonya harus tetap waspada

__ADS_1


saja. Saya hanya memperingatkan nyonya sebagai sesama wanita.” Kata Mayang.


“Lebih baik kau tinggalkan


laki-laki itu May, kamu juga tidak seharusnya menjadi perebut laki orang. Aku benar-benar


tidak menyangka padamu.” Kata Kaira.


“Saya bukanlah seorang perebut


laki orang nyonya, tapi dia lah yang memulai terlebih dahulu.” Kata Mayang.


“Apakah kau bermain di


belakangku?” Tanya Kaira.


“Maksud nyonya apa?” Tanya Mayang.


“Apakah kau berusaha merebut


suamiku?” Tanya Kaira.


“Apa maksud nyonya?” Tanya


Mayang.


“Aku selama ini banyak menaruh


kecurigaan padamu, kemudian baju itu apakah suamiku yang memberikannya padamu?”


Tanya Kaira.


“Kenapa nyonya jadi seperti padaku?


Kenapa nyonya menuduh saya seperti ini? Memangnya nyonya ada bukti jika saya


bermain di belakang nyonya?” Tanya Mayang.


“Baju itu, Kei bilang bahwa


suamiku membelinya saat kalian makan setelah acara di sekolahnya Kei, dan


sekarang aku lihat kau memilikinya, lalu kau akhir-akhir ini selalu memakai


riasan yang tebal, apakah kau berusaha merayu suamiku?” Tanya Kaira.


“Lebih baik nyonya tanyakan


sendiri pada tuan. Saya permisi dulu, saya harus menjemur baju.” Kata Mayang.


 


Info :


Hai readers tercinta, saya akan


berusaha untuk update setiap hari karena antusias para pembaca sekalian.


Terimakasih atas semua saran dan kritiknya yang banyak membantu author untuk


lebih semangat dalam melanjutkan cerita ini. Saya akan berusaha lebih keras


lagi. Namun author mohon bantuannya untuk bantu like, comment dan subscribe


channel youtube author ya, nama channel youtube ku adalah Bells Diary. Semakin


kalian membantu saya, saya akan lebih semangat lagi untuk update setiap hari,


minimal dua episode setiap harinya. Mohon bantuannya, terima kasih banyak.

__ADS_1


Jangan lupa ya nama channel youtube saya adalah Bells Diary, kegiatan


sehari-hari author selain menulis novel ini. Terimakasih.


__ADS_2