
Kaira tiba dirumah, sedangkan Kei
tertidur sehingga Kaira menidurkannya dikamar. Setelah itu dia menemui Mayang
di kamarnya.
“May, ada yang mau saya bicarakan
denganmu.” Kata Kaira.
“Ada apa nyonya?” Tanya Mayang.
“Sebelumnya saya mau minta maaf
harus menyampaikan hal ini padamu.” Kata Kaira.
“Memangnya ada apa nyonya?” Tanya
Mayang penasaran. Tiba-tiba Kaira melihat baju yang dikatakan oleh Kei tadi.
“Bukankah itu baju yang dibilang
sama Kei? Apa jangan-jangan mas Raffa yang memberikan baju itu pada Mayang?”
Tanya Kaira dalam hati.
“Baju kamu itu bagus sekali May,
sepertinya terlihat mahal deh. Beli dimana memangnya?” Kata Kaira sambil
menunjuk ke arah baju yang ia maksud.
“Ah itu, saya diberi oleh
seseorang nyonya. Dia benar-benar sangat baik pada saya.” Kata Mayang.
“Benarkah? Oh jadi sekarang kau
sedang dengan seseorang ya?” Tanya Kaira.
“Bukan dekat nyonya, namun dia
selalu membantu saya dan selalu mendukung saya, dia membuat saya merasa aman
dan nyaman.” Kata Mayang.
“Wah kalau memang begitu, kenapa
kau tidak menikah lagi saja May. Kau kan masih muda, cantik lalu tubuhmu juga
indah, aku yakin pasti banyak yang menyukaimu.” Kata Kaira.
“Tidak bisa nyonya, saya tidak
bisa menikah dengannya.” Kata Mayang.
“Memangnya kenapa? Apakah dia
tidak menyukaimu atau dia hanya memanfaatkanmu atau mungkin kau hanya
pelampiasannya saja? Jaman sekarang harus hati-hati May.” Kata Kaira.
“Orang yang saya sukai itu sudah
memiliki keluarga, dia memiliki istri dan juga anak.” Kata Mayang.
“Apa? Apakah mas Raffa berani
bermain di belakangku? Apakah dia masih belum berubah? Apa dia gila menyukai
__ADS_1
seorang pembantu? Memang sih Mayang cantik, dia bahkan bisa di andalkan dalam
mengurus rumah tapi kenapa selera mas Raffa jadi begini. Tidak tidak, mas Raffa
tidak mungkin menyukai Mayang, mungkin Mayang lah yang terobsesi dengan mas
Raffa.” Kata Kaira dalam hati.
“Apa? Bagaimana mungkin kau
menyukai laki-laki yang sudah berkeluarga? Dan bagaimana mungkin kau bisa
menjalin hubungan dengan laki-laki seperti itu?” Tanya Kaira.
“Awalnya kami saling pandang saja
nyonya tapi dia selalu membuat jantung deg-degan, bahkan dia juga sepertinya
mempunyai rasa yang sama dengan saya.” Kata Mayang.
“Belum tentu May, bisa jadi kau
hanya sebagai pelampiasannya saja. Kau jangan mudah percaya dengan rayuan
laki-laki yang sudah berkeluarga. Dia kan sudah memiliki istri dan juga anak,
pasti keluarga adalah prioritasnya May. Dia kaya raya ya?” Tanya Kaira.
“Iya dia sangat kaya raya, saya
tau bahwa hubungan saya dengannya adalah sebuah dosa besar karena telah
mengganggu hubungan orang, namun dia juga selalu membuat saya untuk tidak bisa
jauh darinya.” Kata Mayang.
“Lebih baik kau berpisah darinya
bagaimana jika keluarganya tau tentang hubunganmu dengan suaminya itu? Pasti kau
akan dilabrak sama istri sahnya.” Kata Kaira.
“Dia sangat pintar dalam
menyembunyikan hubungan kami kok nyonya.” Jawab Mayang.
“Aku benar-benar tidak paham
dengan kalian, bisa-bisanya kalian seperti itu. Aku peringatkan sekali lagi
padamu lebih baik kau mundur dan tinggalkan dia May, aku sangat kasian dengan
istri dan anaknya.” Kata Kaira.
“Memangnya kenapa nyonya terlalu
ikut campur dengan masalah pribadi saya? Apakah nyonya merasakan hal yang sama
dengannya?” Tanya Mayang.
“Apa kau bilang? Tidak mungkin,
tidak mungkin suamiku melakukan hal itu padaku. Dia sangat mencintai
keluarganya.” Kata Kaira.
“Ya semoga nyonya tidak merasakan
hal itu, namun semua laki-laki itu sama nyonya, jadi nyonya harus tetap waspada
__ADS_1
saja. Saya hanya memperingatkan nyonya sebagai sesama wanita.” Kata Mayang.
“Lebih baik kau tinggalkan
laki-laki itu May, kamu juga tidak seharusnya menjadi perebut laki orang. Aku benar-benar
tidak menyangka padamu.” Kata Kaira.
“Saya bukanlah seorang perebut
laki orang nyonya, tapi dia lah yang memulai terlebih dahulu.” Kata Mayang.
“Apakah kau bermain di
belakangku?” Tanya Kaira.
“Maksud nyonya apa?” Tanya Mayang.
“Apakah kau berusaha merebut
suamiku?” Tanya Kaira.
“Apa maksud nyonya?” Tanya
Mayang.
“Aku selama ini banyak menaruh
kecurigaan padamu, kemudian baju itu apakah suamiku yang memberikannya padamu?”
Tanya Kaira.
“Kenapa nyonya jadi seperti padaku?
Kenapa nyonya menuduh saya seperti ini? Memangnya nyonya ada bukti jika saya
bermain di belakang nyonya?” Tanya Mayang.
“Baju itu, Kei bilang bahwa
suamiku membelinya saat kalian makan setelah acara di sekolahnya Kei, dan
sekarang aku lihat kau memilikinya, lalu kau akhir-akhir ini selalu memakai
riasan yang tebal, apakah kau berusaha merayu suamiku?” Tanya Kaira.
“Lebih baik nyonya tanyakan
sendiri pada tuan. Saya permisi dulu, saya harus menjemur baju.” Kata Mayang.
Info :
Hai readers tercinta, saya akan
berusaha untuk update setiap hari karena antusias para pembaca sekalian.
Terimakasih atas semua saran dan kritiknya yang banyak membantu author untuk
lebih semangat dalam melanjutkan cerita ini. Saya akan berusaha lebih keras
lagi. Namun author mohon bantuannya untuk bantu like, comment dan subscribe
channel youtube author ya, nama channel youtube ku adalah Bells Diary. Semakin
kalian membantu saya, saya akan lebih semangat lagi untuk update setiap hari,
minimal dua episode setiap harinya. Mohon bantuannya, terima kasih banyak.
__ADS_1
Jangan lupa ya nama channel youtube saya adalah Bells Diary, kegiatan
sehari-hari author selain menulis novel ini. Terimakasih.