
Tiba-tiba Raffa masuk kekamar Kaira dan mengajaknya ke
kamarnya.
“Ayo
ikut aku kekamar. Hari ini dan seterusnya kau tidur dikamarku saja.” Perintah Raffa.
Lalu Kaira segera naik keatas. Didalam kamar Raffa memarahi istrinya.
“Dasar istri gatau diri, istri kurang ajar. Berani sekali kau tidur
dengan Rasya hah?” Bentak Raffa sambil melempar tubuh Kaira diatas kasur.
“Ampun sakit mas. Kamu jangan termakan oleh omongan si Rasya. Dia ingin memperkosa aku
mas.” Jelas Kaira.
“Kamu
aja yang gatel sama dia. Kalau uda tau diajak kesana kenapa kau mau saja dan
kenapa juga kau malah nurut sih sama dia. Untung saja dia belom merenggut
keperawananmu, kalau saja tadi dia berhasil menikmatimu akan kubunuh dia dan
kau juga. Sini kau lebih baik kau ku kurung saja didalam lemari.” Kata Raffa.
“Ampun
mas, jangan lakukan itu. Aku akan jelaskan semuanya tapi tolong lepasin aku.
Aku nggak mau dikurung di lemari mas. Jawab Kaira.
“Gue
nggak peduli. Cepet masuk.” Paksa Raffa. Tiba-tiba Kaira menarik Raffa sehingga
Raffa ikut terjatuh didalam lemari. Lalu Kaira memohon ampun kepada Raffa.
__ADS_1
“Mas
ampuni aku, tolong jangan perlakukan aku seperti ini. Lagipula aku kan tadi
belom sampai diperkosa sama Rasya kan jadi aku mohon ampuni aku.” Kata Kaira.
“Kau
hanya beruntung saja waktu itu, coba kalau aku tidak datang pasti kau sudah
diterkam sama si brengsek Rasya.” Kata Raffa.
“Itu
semua gara-gara kamu mas. Kalau saja kau bisa menerimaku sebagai istrimu dan
memperlakukanku selayaknya aku juga tidak akan mencari perlindungan dan perhatian
kepada Rasya. Harusnya kau tau itu mas. Kau tau kenapa aku selama ini sering
Jawab Kaira.
“Tapi sama aja kalau ujung-ujungnya dia ingin memilikimu dan ingin merebutmu dariku.”
Jawab Raffa.
“Aku
istrimu mas harusnya kau lebih percaya dengan kata-kataku. Aku milikmu bahkan
tubuhku pun juga milikmu, meskipun kau sangat jahat kepadaku tapi aku akan
selalu menjaga tubuhku dan harga diriku untuk suamiku. Tapi kau tidak pernah sama
sekali memberikanku kepuasan dan justru kau memilih bertemu dengan wanita lain.
Kau harusnya sadar diri dong mas.” Gerutu Kaira.
__ADS_1
“Oh jadi kalau itu maumu. Mari kita lakukan itu malam ini, kau seutuhnya milikku malam ini.”
Pinta Raffa.
“Tapi
kau harus janji tidak akan menyakitiku dan menyiksaku kan bahkan meninggalkanku.
Tidak akan kan mas?” Tanya Kaira.
“Itu
semua tergantung dirimu. Jika dirimu berulah lagi kau rasakan saja
pembalasanku.” Jelas Raffa.
“Baiklah aku akan serahkan semuanya untukmu karena kau suamiku meskipun saat ini kita
belom saling mencintai.” Kata Kaira.
“Inilah hukumanmu yang telah berani terhadap suami.” Kata Raffa.
“Apa kau yakin malam ini ingin melakukan hal itu
denganku? Lihatlah diriku yang penuh dengan tanda merah bekas ulah si
Rasya.” Tanya Kaira.
“Makanya layani aku malam ini. Aku tidak mau ada orang
lain yang merenggut keperawananmu selain aku suamimu.” Kata Raffa.
“Baik. Apa yang harus kulakukan?” Tanya Kaira.
Dalam hati Raffa, “Nih cewek polos banget sih. Emang
dia nggak tau apa gimana caranya. Gue gengsi lah kalau harus mulai
duluan. Tapi bekas ulah si Rasya bikin gue jijik dan muak sih sama si Kaira.”
__ADS_1