
“Nggak usah munafik, nggak usah sok suci. Harusnya dari awal loe nolak ini semua.
Karena sekarang kita uda dikamar apa nggak sebaiknya kita bersenang-senang malam ini.
Ayolah Kaira, gue janji bakal ngasi
kebahagiaan ke loe, loe minta aja pasti gue bakal kasih dan gue bisa nikahi loe
dan kita pergi ke suatu tempat.” Paksa Rasya.
“Loe bener-bener uda gila ya. Lepasin gue, gue mau pulang lepasin gue.” Jawab Kaira.
“Ok kita pulang tapi kita bersenang-senang dulu ya. Ayolah jangan bohongi dirimu, malam ini kau benar-benar sangat cantik.” Paksa Rasya.
“Gue mohon lepasin gue, jangan lakuin itu. Aku mohon Rasya.” Pinta Kaira.
“Kamu sangat cantik, tubuhmu mulus sekali Ra, kamu pasti masih perawan kan. Raffa bodo banget belum pernah menyentuhmu.” Kata Rasya.
Tiba-tiba
Kaira merogoh sakunya dan menelfon suaminya. Dia mengeraskan suaranya agar
Raffa mendengar apa yang sedang dialami oleh Kaira.
“Tolong
Rasya jangan lakuin itu, gue istri orang. Jangan sentuh gue lepasin gue
please.” Kata Kaira.
Raffa
__ADS_1
mendengar rintihan Kaira lalu dia segera mencari lokasi Kaira melalui ponselnya
dan betapa kagetnya ketika Raffa tau bahwa Kaira berada di hotel milik Rasya.
Raffa segera menuju ke ruang resepsionis untuk menanyakan dimana Rasya berada.
Resepsionisnya memberikan informasi terkait keberadaan Rasya dan Raffa segera
menuju kamar mereka.
Sedangkan
didalam kamar Rasya, Rasya terus memaksa Kaira dan berhasil melepas baju milik Kaira. Kaira menangis histeris namun Rasya tidak memperdulikannya.
“Sudahlah mari kita bersenang-senang kita nikmati saja waktu kita berdua disini. Tenang aja si Raffa nggak bakal tau kok.” Kata Rasya.
Ketika Rasya akan mencium Kaira tiba-tiba Raffa berhasil mendobrak pintu kamar mereka.
“Dasar
kurang ajar loe ya, loe mau apain istri gue hah? Rasakan ini.” Raffa menampar
dan menonjok Rasya hingga jatuh tersungkur. Lalu Raffa segera mengambil baju
milik Kaira yang berserakan dilantai dan melemparkannya kepada Kaira.
“Pakai itu. Dasar istri tidak tau diri. Berani sekali kau melakukan semua ini.” Perintah Raffa.
“Hey Raffa, asal loe tau ya kenapa gue bisa disini bersama istri loe. Istri loe yang
__ADS_1
mengajak gue kesini dan dia yang memulai duluan untuk menciumku, mungkin karena
loe nggak pernah membuatnya happy haha, hampir saja gue berhasil menikmatinya
hahaha. Dia yang memulai semua ini, dia memulai menciumku bahkan dia juga bilang ke temannya kalau aku adalah suaminya hahaha. Kasian sekali kau Raffa.” Ejek Rasya sehingga membuat Raffa langsung
menghajar Rasya kembali.
“Uda stop. Ayo kita pulang saja.” Kata Kaira, lalu dia mengajak Raffa untuk keluar
kamar dan menuju ke rumah.
Selama di perjalanan, Kaira terus menangis namun Raffa malah memarahinya.
*
Setibanya
dirumah. Kaira langsung masuk kedalam kamarnya sambil menangis histeris. Lalu dia
segera mandi dan membersihkan badannya. Dalam hatinya, “Kenapa nasib gue gini
banget sih. Si Rasya yang selama ini gue percaya aja malah mau ngehancurin gue
bahkan mau perkosa gue. Lalu siapa lagi di dunia ini yang bisa gue percaya. Gue
merasa jijik banget sama diriku sendiri. Oh Tuhan apa yang harus gue lakukan
sekarang. Pasti Raffa makin jijik dan benci banget sama gue, apalagi si
brengsek Dika sekarang uda nikah lagi.”*
__ADS_1