
Didalam
kamarnya, Kaira masih kepikiran dengan suara yang ia dengarkan barusan. Dia
sangat yakin bahwa itu suaranya Raffa, namun dia sangat takut untuk bertemu
dengannya. Akhirnya dia memilih untuk tidur.
Keesokan
harinya, tiba juga hari pameran makanan. Kaira segera bangun karena suara bisik
alarm nya, lalu dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah siap,
Kaira segera menuju ke lokasi pameran makanan. Disana banyak yang hadir dari
berbagai kalangan dan berbagai Negara. Hal ini membuat Kaira sedikit canggung, malu
dan minder dengan dirinya yang hanya karyawan biasa di restoran tempat dia
bekerja.
Penyelenggara
acar tersebut kemudian mempersilahkan Kaira untuk mencicipi semua hidangan yang
ada di pameran dan mempersilahkannya untuk duduk di ruang vvip.
“Please, enjoy our food and give us ur comment.”
“Thank u so much.” Kata Kaira.
Dalam hati
Kaira, “Apanya yang perlu di komentarin, semua makanan disini sangat enak dan
pasti semua orang bisa menerima makanan ini bahkan lidah orang Indonesia
sekalipun. Aku heran deh kenapa aku duduk di barisan meja vvip, kenapa aku
semakin curiga ya, apa jangan-jangan semua ini telah direncanakan ya.”
Tiba-tiba ada
seorang laki-laki yang duduk disamping meja Kaira. Dan ternyata dia adalah
Raffa, Kaira sangat kaget hingga membuat dia salah tingkah dan tidak sengaja
langsung menumpahkan minuman ke baju milik Raffa.
“Raffa awwwwww.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Uda aku nggak apa-apa kok.” Kata Raffa.
“Aku tidak sengaja, lagipula kenapa kau harus muncul tiba-tiba disini?” Tanya Kaira.
“Tiba-tiba? Aku
dapat undangan dari pameran ini, atau jangan-jangan kau ingin kesini untuk
menemuiku?” Goda Raffa.
“Haaah? Sebelum aku berangkat kesini aku sudah berdoa agar tidak bertemu denganmu.” Kata Kaira
dengan ketus.
“Aku permisi dulu, aku mau keringkan bajuku dulu.” Kata Raffa.
“Ah iya, kalau perlu nanti jangan duduk disini lagi, cari saja tempat lain.” Kata Kaira.
“Mungkin kita ditakdirkan untuk bertemu kembali lagi.” Jawab Raffa sambil berbisik ditelinga Kaira.
“Jangan berharap, aku lebih baik pulang saat ini juga.” Kata Kaira.
“Jangan, nikmati waktumu disini. Aku permisi dulu.” Kata Raffa sambil pergi menuju kamar mandi.
Dalam hati
Kaira, “Bodohnya diriku yang tidak bisa mengendalikan diriku, tapi biarlah
masih mending airnya tumpah di bajunya, coba kalau di wajahnya pasti dia
sampai terbuai bahkan termakan oleh perkataan, ketampanan apalagi hartanya, kau
telah berjanji bahwa kau tidak akan kembali lagi dengannya, ingat itu Kaira.
Apa benar ini semua takdir, tidak tidak aku pergi kesini karena suatu undangan
begitu juga dengannya. Fokus dengan dirimu Kaira.”
Setelah
beberapa menit, Raffa tidak juga kembali, Kaira berpikiran bahwa Raffa telah
kembali pulang.
**
Acara telah
selesai, Kaira pun kembali pulang menuju hotel, namun sudah terlalu larut untuk
pulang menuju hotel seorang diri. Karena jam menunjukkan pukul 23.40 waktu
setempat. Akhirnya dia menunggu taxi di lobby. Tidak lama kemudian Raffa
menghampirinya sambil menawari tumpangan.
__ADS_1
“Kau sedang
menunggu apa? Ini sudah terlalu larut malam.” Kata Raffa. Namun Kaira diam saja
tidak peduli dengan pertanyaan Raffa. Akhirnya Raffa keluar dari mobil.
“Kau masih
marah denganku kecewa denganku? Kau kan sudah mengetahui semuanya apa yang
terjadi denganku. Tidak baik seorang wanita malam-malam masih berkeliaran
disini, jam segini kereta juga sudah tidak beroperasi. Penginapanmu dimana, aku
akan antarkan kamu.” Kata Raffa.
“Aku tidak butuh bantuanmu, aku lebih baik jalan kaki. Permisi.” Kata Kaira.
“Kau jalan kaki
dengan menggunakan pakaian terbuka seperti itu, apa kau tidak takut digoda oleh
lelaki dijalan bahkan para pemabuk yang berlalu lalang dijalanan.” Kata Raffa.
“Aku bisa pakai jaketku.” Kata Kaira.
“Lalu kau akan
jalan berjam-jam dengan menggunakan sepatu hakmu itu. Masuk saja dimobilku, aku
akan antarkan dengan aman selamat sampai tujuan.” Kata Raffa.
“Tidak usah,
terimakasih. Jangan memaksaku.” Kata Kaira.
“Aku khawatir
denganmu. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja dan selamat sudah hanya
itu saja, cepat masuk kedalam mobil.” Kata Raffa.
“Baiklah, tapi
aku akan duduk dibelakang.” Kata Kaira.
“Memangnya aku
supir pribadi, akhirnya aku bisa mengantarkan dia.” Kata dia dengan lirih.
Pengumuman :
Untuk saat ini author update cerita nya satu minggu dua kali upload ya. Terimakasih dan mohon maaf jika tidak berkenan, happy reading and stay healthy. God bless us
__ADS_1