Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 77


__ADS_3

Didalam


kamarnya, Kaira masih kepikiran dengan suara yang ia dengarkan barusan. Dia


sangat yakin bahwa itu suaranya Raffa, namun dia sangat takut untuk bertemu


dengannya. Akhirnya dia memilih untuk tidur.


Keesokan


harinya, tiba juga hari pameran makanan. Kaira segera bangun karena suara bisik


alarm nya, lalu dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah siap,


Kaira segera menuju ke lokasi pameran makanan. Disana banyak yang hadir dari


berbagai kalangan dan berbagai Negara. Hal ini membuat Kaira sedikit canggung, malu


dan minder dengan dirinya yang hanya karyawan biasa di restoran tempat dia


bekerja.


Penyelenggara


acar tersebut kemudian mempersilahkan Kaira untuk mencicipi semua hidangan yang


ada di pameran dan mempersilahkannya untuk duduk di ruang vvip.



“Please, enjoy our food and give us ur comment.”


“Thank u so much.” Kata Kaira.


Dalam hati


Kaira, “Apanya yang perlu di komentarin, semua makanan disini sangat enak dan


pasti semua orang bisa menerima makanan ini bahkan lidah orang Indonesia


sekalipun. Aku heran deh kenapa aku duduk di barisan meja vvip, kenapa aku


semakin curiga ya, apa jangan-jangan semua ini telah direncanakan ya.”


Tiba-tiba ada


seorang laki-laki yang duduk disamping meja Kaira. Dan ternyata dia adalah


Raffa, Kaira sangat kaget hingga membuat dia salah tingkah dan tidak sengaja


langsung menumpahkan minuman ke baju milik Raffa.


“Raffa awwwwww.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Uda aku nggak apa-apa kok.” Kata Raffa.


“Aku tidak sengaja, lagipula kenapa kau harus muncul tiba-tiba disini?” Tanya Kaira.


“Tiba-tiba? Aku


dapat undangan dari pameran ini, atau jangan-jangan kau ingin kesini untuk


menemuiku?” Goda Raffa.


“Haaah? Sebelum aku berangkat kesini aku sudah berdoa agar tidak bertemu denganmu.” Kata Kaira


dengan ketus.


“Aku permisi dulu, aku mau keringkan bajuku dulu.” Kata Raffa.


“Ah iya, kalau perlu nanti jangan duduk disini lagi, cari saja tempat lain.” Kata Kaira.


“Mungkin kita ditakdirkan untuk bertemu kembali lagi.” Jawab Raffa sambil berbisik ditelinga Kaira.


“Jangan berharap, aku lebih baik pulang saat ini juga.” Kata Kaira.


“Jangan, nikmati waktumu disini. Aku permisi dulu.” Kata Raffa sambil pergi menuju kamar mandi.


Dalam hati


Kaira, “Bodohnya diriku yang tidak bisa mengendalikan diriku, tapi biarlah


masih mending airnya tumpah di bajunya, coba kalau di wajahnya pasti dia


sampai terbuai bahkan termakan oleh perkataan, ketampanan apalagi hartanya, kau


telah berjanji bahwa kau tidak akan kembali lagi dengannya, ingat itu Kaira.


Apa benar ini semua takdir, tidak tidak aku pergi kesini karena suatu undangan


begitu juga dengannya. Fokus dengan dirimu Kaira.”


Setelah


beberapa menit, Raffa tidak juga kembali, Kaira berpikiran bahwa Raffa telah


kembali pulang.


**


Acara telah


selesai, Kaira pun kembali pulang menuju hotel, namun sudah terlalu larut untuk


pulang menuju hotel seorang diri. Karena jam menunjukkan pukul 23.40 waktu


setempat. Akhirnya dia menunggu taxi di lobby. Tidak lama kemudian Raffa


menghampirinya sambil menawari tumpangan.

__ADS_1


“Kau sedang


menunggu apa? Ini sudah terlalu larut malam.” Kata Raffa. Namun Kaira diam saja


tidak peduli dengan pertanyaan Raffa. Akhirnya Raffa keluar dari mobil.


“Kau masih


marah denganku kecewa denganku? Kau kan sudah mengetahui semuanya apa yang


terjadi denganku. Tidak baik seorang wanita malam-malam masih berkeliaran


disini, jam segini kereta juga sudah tidak beroperasi. Penginapanmu dimana, aku


akan antarkan kamu.” Kata Raffa.


“Aku tidak butuh bantuanmu, aku lebih baik jalan kaki. Permisi.” Kata Kaira.


“Kau jalan kaki


dengan menggunakan pakaian terbuka seperti itu, apa kau tidak takut digoda oleh


lelaki dijalan bahkan para pemabuk yang berlalu lalang dijalanan.” Kata Raffa.


“Aku bisa pakai jaketku.” Kata Kaira.


“Lalu kau akan


jalan berjam-jam dengan menggunakan sepatu hakmu itu. Masuk saja dimobilku, aku


akan antarkan dengan aman selamat sampai tujuan.” Kata Raffa.


“Tidak usah,


terimakasih. Jangan memaksaku.” Kata Kaira.


“Aku khawatir


denganmu. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja dan selamat sudah hanya


itu saja, cepat masuk kedalam mobil.” Kata Raffa.


“Baiklah, tapi


aku akan duduk dibelakang.” Kata Kaira.


“Memangnya aku


supir pribadi, akhirnya aku bisa mengantarkan dia.” Kata dia dengan lirih.


 


Pengumuman :


Untuk saat ini author update cerita nya satu minggu dua kali upload ya. Terimakasih dan mohon maaf jika tidak berkenan, happy reading and stay healthy. God bless us

__ADS_1


__ADS_2