
Kasih dan Rey menikmati makan siang mereka di ruang kerja Kasih.
“Gimana mas enak kan?” Tanya Kasih.
“Mana ada pizza tidak enak.” Kata Rey sambil menyantap pizza.
Tiba-tiba ponsel Rey bergetar karena ada panggilan masuk.
“Siapa yang menelfon mas? Atasan kamu ya mas?” Tanya Kasih.
“Tunggu sebentar ya.” Kata Rey.
“Disini saja mas tidak apa-apa.” Kata Kasih.
Ternyata yang menelfon adalah Aura.
“Hallo.” Kata Rey.
“Ini dengan suami pemilik ponsel ini ya? Maaf saya tadi menemukan pemilik ponsel ini jatuh pingsan, saat ini sedang di Paradise Hospital, bisakan anda datang kesini sekarang juga?” Kata orang yang menemukan ponsel Aura.
“Baik saya akan kesana, terima kasih banyak.” Kata Rey dan seketika dia meneteskan air matanya.
“Mas kenapa? Ada apa?” Tanya Kasih.
“Aura.” Kata Rey.
__ADS_1
“Kenapa dengan Aura mas?” Tanya Kasih.
“Dia jatuh pingsan dan dia dilarikan di rumah sakit ini. Aku harus segera menemui Aura, dia pasti sangat membutuhkan aku.” Kata Rey.
“Tenang dulu mas, aku coba hubungi temanku yang jaga igd ya.” Kata Kasih.
Kasih menelfon temannya yang tengah menangani Aura.
“Gimana? Apa katanya? Dia kenapa? Dia sudah sadar belum?” Tanya Rey.
“Dia sudah dipindahkan ke ruang inap mas, di ruang melati nomor 12.” Kata Kasih.
“Aku akan menemuinya.” Kata Rey, dia langsung berlari menuju ruangan Aura sedangkan Kasih mengikuti Rey dari belakang.
Setibanya di ruang inap Aura, Rey langsung masuk dan melihat Aura terbaring.
“Sayang.” Kata Aura langsung memeluk Rey sambil menangis. Sedangkan Kasih melihatnya dari balik pintu sambil menatap Aura dan punggung suaminya. Aura dan Kasih saling memandang namun Aura masih tetap memeluk Rey. Karena tidak tahan lagi, Kasih pun pergi keluar sambil menangis. Dia berlari menuju ke taman sambil menghirup udara segar dan juga agar tidak ada yang tau bahwa dirinya sedang sedih. Ternyata Dava sedang di taman dan melihat Kasih sedang bersedih, akhirnya Dava menghampiri Kasih.
“Assalamualaikum bu dokter.” Kata Dava.
“Walaikumsalam, Dava.” Kata Kasih sambil mengusap air matanya.
“Jam istirahat ya, ini aku ada kopi, minumlah.” Kata Dava memberikan kopi untuk Kasih.
“Loh buat aku? Lalu kopi milikmu mana?” Tanya Kasih.
__ADS_1
“Sudah habis, aku sengaja membeli 2 kopi. Ini buat kamu kopinya.” Kata Dava.
“Terima kasih banyak ya, aku minum ya kopinya.” Kata Kasih.
“Iya silahkan, minum kopi bisa membuat pikiran jadi lebih fresh dan rileks.” Kata Dava.
“Benar juga.” Kata Kasih.
“Maaf aku tadi melihatmu sedang menangis.” Kata Dava.
“Maaf jika kamu melihat sisi lemahku.” Kata Kasih.
“Tidak apa-apa, aku pintar dalam menjaga rahasia kok.” Kata Dava.
“Terima kasih ya. Oh iya aku dengar kamu dekat dengan seseorang ya?” Tanya Kasih.
“Kamu dengar dari siapa memangnya?” Tanya Dava.
“Aku dengar dari salah satu perawat, siapa dia? Apakah aku boleh tau?” Tanya Kasih.
“Itu hanya gosip saja, aku memang dekat dengannya namun dia tidak bisa mengakhiri hubungannya dengan mantan kekasihnya sehingga dia lebih memilih kembali bersama mantan kekasihnya padahal kekasihnya telah memiliki seorang istri, tapi karena perjodohan sehingga kekasihnya tidak terlalu mencintainya dan masih sering menemui dia. Akhirnya aku hanya bisa pasrah dan berharap dia akan sadar.” Kata Dava.
“Kamu laki-laki baik, aku yakin kamu akan mendapatkan wanita yang baik pula. Dia dimana memangnya sekarang?” Tanya Kasih.
“Dia saat ini sedang bersama kekasihnya.” Kata Dava.
__ADS_1
“Kenapa taman ini jadi tempatnya orang yang sedang galau ya hahaha.” Kata Kasih sambil tertawa.
“Justru tempat seperti ini sangat cocok untuk healing bagi orang galau hahahaha.” Kata Dava sambil tertawa.