Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 85


__ADS_3

Setibanya dirumah Jerry. Jerry menyeret Arabella


dengan paksa.


“Ayo keluar dan jangan menolak apalagi berontak.”


Kata Jerry.


“Daniel tolong aku, cepatlah kemari.” Kata


Arabella dalam hati.


“Jangan macam-macam padaku ya. Sebaiknya cepat lepaskan


aku sekarang juga sebelum kamu menyesal.” Kata Arabella sambil mendorong Jerry


hingga Jerry terbentur pintu mobil. Kemudian Arabella mencoba berlari namun


Jerry berhasil menangkapnya.


“Mau kemana kamu sayang, kamu milikku selamanya.”


Kata Jerry.


“Apa yang terjadi denganmu sehingga kamu berubah


menjadi seperti ini?” Tanya Arabella.


“Dulu aku memang sangat penurut dan selalu


menuruti semua perkataanmu namun sekarang aku berubah. Saatnya kamu yang


menuruti semua kata-kataku.” Kata Jerry.


“Lepaskan aku, dasar brengsek dasar laki-laki


tidak tau diri.” Kata Arabella. Jerry membawanya ke gudang dan mengikatnya


dengan sangat kencang.


“Aku mau kamu menuruti semua keinginanku.” Kata


Jerry sambil membelai rambut Arabella.


“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah jadi


milikmu, dasar brengsek.” Kata Arabella. Jerry pun kesal dan menampar pipi


Arabella hingga berkali-kali, Arabella pun merintih kesakitan namun dia

__ADS_1


menahannya dan berusaha untuk tetap kuat.


“Sakit ya? Jika kamu bersedia menjadi milikku aku


akan memperlakukanmu dengan sangat baik dan lemah lembut.” Kata Jerry.


“Sakiti aku sampai kamu puas bahkan sampai aku


mati sekalipun. Tapi ingat kamu tidak akan pernah mendapatkan hatiku.” Kata


Arabella, seluruh wajahnya memar dan memerah akibat tamparan Jerry.


“Kurang ajar, kamu masih berani menantangku ya.”


Kata Jerry, dia pun mencium paksa Arabella namun Arabella menolaknya.


“Lepaskan aku, aku muak melihatmu.” Kata Arabella


berusaha melepaskan diri dari Jerry namun gagal sudah upaya Arabella. Jerry


berhasil mencium Arabella dan kini dia dengan berani melepas baju Arabella.


“Wah, ini yang sangat aku dambakan selama ini.”


Kata Jerry.


“Jangan lakukan itu, aku mohon.” Kata Arabella.


pintu gudang menutup sendiri padahal tidak ada angin dan tidak ada hujan


sekalipun, Jerry sejenak berhenti lalu keluar untuk mengecek kondisi di ruang


keluarga dan kamarnya.


“Siapa itu? Keluarlah.” Kata Adriano.


Tiba-tiba ada bayangan putih dibalik gorden


kamarnya, saat dia melihatnya tiba-tiba Jerry terbentur dan terjatuh. Arabella yang


mendengar hal itu langsung mencoba kabur dan melarikan diri. Dia berhasil


melepas ikatan tali yang ada di tangan maupun kakinya.


“Akhirnya aku berhasil, aku harus segera pergi


dari sini.” Kata Arabella sambil memakai bajunya, setelah itu dia mengambil


kunci mobil Jerry dan kabur.

__ADS_1


“Terima kasih Feya, kamu telah melindungiku dan menyelamatkanku.” Kata


Arabella dalam hati.


**


Daniel menelfonnya.


“Maafkan aku sayang, tadi ponselku mati karena


baterai ponselku habis. Kamu tidak apa-apa kan?” Tanya Daniel.


“Aku baik-baik saja, aku butuh bantuanmu.” Kata Arabella.


“Ada apa? Bilang saja padaku.” Kata Daniel.


“Tolong lindungi aku sayang, Jerry menggangguku,


dia hampir saja mencelakaiku.” Kata Arabella.


“Sekarang kamu cepatlah kemari, datanglah ke hotel


A, aku akan memesankan kamar untukmu. Sementara kamu tinggal saja disini.” Kata


Daniel.


“Baiklah sayang, terima kasih. Aku akan segera


pergi kesana.” Kata Arabella.


Setibanya di hotel.


“Daniel.” Kata Arabella langsung berlari ke


pelukan Daniel.


“Astaga, apa yang terjadi denganmu sampai wajahmu


memar seperti ini?” Tanya Daniel.


“Ceritanya panjang.” Kata Arabella.


“Aku akan mengobati lukamu, duduklah di atas


ranjang. Aku akan mengambilkanmu minum dulu untukmu.” Kata Daniel.


“Terima kasih sayang, aku takut aku sangat


ketakutan dengan dia sayang.” Kata Arabella sambil menangis.

__ADS_1


“Tidak apa-apa jika kamu menangis, menangislah


sampai hatimu lega.” Kata Daniel sambil memeluk kekasihnya.


__ADS_2