
Kemudian Feya
kembali pulang namun dia sangat yakin bahwa suaminya ada didalam kamar
kakaknya. Sedangkan Arabella mencoba membangunkan Jerry namun tetap tidak bisa
bangun.
“Astaga kenapa
kamu harus tertidur sih, pasti dia mengetahui rahasia Feya.” Kata Jerry dalam
hati.
Keesokan
paginya, Jerry terbangun sedangkan Arabella masih tertidur.
“Untung saja dia
masih tertidur, sepertinya dia mulai mencurigai Feya lalu dia membuatku mabuk
agar dia bisa menanyakan apapun padaku karena dia tau kalau aku mabuk pasti
akan berkata jujur.” Kata Jerry dalam hati. Kemudian dia segera bangun lalu
mandi dan menyiapkan sarapan untuk Arabella. Arabella pun terbangun.
“Sedang apa
kamu? Cepat pulanglah, istrimu semalam datang kesini.” Kata Arabella.
“Apa? Apakah dia
tau kalau aku didalam?” Tanya Jerry.
“Tidak, aku
menyuruhnya pulang.” Kata Arabella.
“Aku
membuatkanmu sarapan, makanlah.” Kata Jerry.
“Tidak akan
memakannya, cepat pergilah.” Kata Arabella.
“Aku akan tetap
disini sampai kamu mau memakan makanan ini. Cepat makanlah.” Kata Jerry.
“Baiklah, kali
ini aku akan menurutimu sampai aku mendapatkan apa yang aku inginkan.” Kata
Arabella dalam hati.
“Baiklah aku
akan memakannya, setelah itu pulanglah.” Kata Arabella.
“Iya, aku akan
__ADS_1
menyuapimu.” Kata Jerry. Kemudian Jerry menyuapi Arabella dengan penuh
semangat.
“Kenapa kamu
masih menyukai padahal kamu sudah menikahi adikku?” Tanya Arabella.
“Mungkin karena
cintaku padamu sangat dalam dan juga kamu adalah cinta pertamaku.” Kata Jerry.
“Omong kosong,
kamu bilang aku adalah cinta pertamamu? Lalu kekasihmu sebelumku kamu anggap
apa?” Tanya Arabella.
“Saat itu aku
masih remaja dan masih labil sayang, tentu saja berbeda. Aku hanya
menginginkanmu dan sangat mencintaimu. Feya tidak ada apa-apanya dibandingkan
denganmu.” Kata Jerry.
“Kalau aku
menyuruhmu untuk menceraikan Feya, apakah kamu bisa melakukannya?” Tanya
Arabella.
“Bisa tapi
setelah dia melahirkan.” Kata Jerry.
dengan anak itu?” Tanya Arabella.
“Tentu saja aku
akan merawat dan membesarkannya, karena anak itu adalah anak kandungku.” Kata
Jerry.
“Iya juga sih,
astaga tiba-tiba aku merindukan bunda, sudah lama bunda tidak hadir didalam
mimpiku.” Kata Arabella.
“Kamu pasti
sangat menyayanginya ya sampai belum bisa melupakannya.” Kata Jerry.
“Tentu saja, aku
bahkan masih penasaran dengan apa yang di alami oleh bunda waktu itu. Tiba-tiba
dia terjatuh dari atap, aku yakin ada yang mendorongnya. Bagaimana menurutmu
jika aku mengajukan agar kasus itu dibuka kembali lagi? Apakah kamu mau
membantuku?” Tanya Arabella.
__ADS_1
“Jika kamu
menolak berarti kamu mengetahui sesuatu tapi jika kamu membantuku maka dia
tidak ada hubungannya dengan apa yang dialami bunda waktu itu.” Kata Arabella
dalam hati.
“Aku bertanya
satu hal padamu, apa tujuanmu jika kamu membuka kasus itu kembali?” Tanya
Jerry.
“Aku hanya ingin
mengetahui kebenarannya.” Kata Arabella.
“Lalu apa yang
akan kamu lakukan setelah mengetahui kebenarannya, aku yakin pasti kamu tidak
akan pernah puas.” Kata Jerry.
“Aku ingin
siapapun yang melakukan itu harus dihukum dengan adil.” Kata Arabella.
“Bagaimana jika
kebenaran yang kamu dapatkan akan membuatmu terluka?” Tanya Jerry.
“Setidaknya aku
sedikit lega meskipun harus terluka, kamu mau membantuku kan?” Tanya Arabella.
“Kenapa harus
aku yang membantumu?” Tanya Jerry.
“Bukankah kamu
akan melakukan apapun untukku? Inilah saatnya kamu melakukan suatu hal untukku,
buktikan jika kamu benar-benar masih sangat mencintaiku.” Kata Arabella.
“Tentu saja aku
akan membantumu.” Kata Jerry.
“Terima kasih
banyak.” Kata Arabella, lalu dia memeluk Jerry.
“Sedikit lagi
aku akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, aku harus memanfaatkannya.”
Kata Arabella dalam hati.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa mampir di novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun", ditunggu like nya juga ya. Terima kasih