
Keesokan harinya Raffa pulang kerumah
“Uda pulang mas. Meeting dimana
sih emangnya? Kok si Arka nggak ikut juga? Dia kan asisten kamu mas?” Tanya
Kaira.
“Gausa banyak tanya ini urusan
kerjaan. wanita pengangguran sepertimu nggak bakal ngerti.” Jawab Raffa.
“Aku pernah kerja jadi aku ngerti
lah.” Jawab Kaira dengan kesal.
“Aku lapar siapin sarapan. Aku
mau mandi dulu terus langsung ke kantor lagi.” Kata Raffa.
“Kenapa nggak libur aja sih mas?
Kamu nggak capek emangnya?” Tanya Kaira.
“Tugas suami itu mencari nafkah
untuk keluarganya dan tugas istri itu melayani suaminya dan mengurus urusan
rumah tangga. Sekarang apa kau sudah melakukan kewajibanmu sebagai seorang
istri? Gausah banyak tanya deh.” Bentak Raffa yang membuat Kaira jadi
ketakutan.
“Iya, maafkan aku mas. Aku hanya
belom siap aja jika harus melayani seseorang yang tidak mencintaiku.” Jawab
Kaira.
“Itu nasibmu. Aku suamimu dan kau
istriku. Mulai sekarang uang bulanan yang aku kasih ke kamu aku tarik, semua
kartu kredit mobil milikmu aku tarik semua. Kau hanya diam saja dirumah sampai
kau mau melayaniku. Ngerti kau.” Tegas Raffa.
“Apa? Ini nggak adil mas. Jangan
lakukan itu mas aku mohon.” Kata Kaira.
“Ingat kata-kataku tadi.” Kata Raffa.
“Baiklah mas aku akan menuruti kemauanmu tapi bagaimana dengan kesepakatan kita dan
apakah kau sudah memutuskan pacar kamu?” Kata Kaira.
“Aku memang tidak mencintaimu
tapi kau sekarang adalah istriku. Nanti malam aku tunggu di hotelku, sudah
saatnya kita bersenang-senang lagipula usia pernikahan kita juga cukup lama
masa' kita belom bersenang-senang sih..” Kata Raffa.
“Memangnya kau ingin melakukan itu denganku?
Kau bilang sendiri kalau aku tidak menarik kan.” Kata Kaira.
“Aku suamimu dan kau istriku. Makanya kau harus menarik
perhatianku. Aku tunggu nanti malam jam 7. Kalau kau tidak datang aku akan
ceraikan kamu. Ingat itu baik-baik.” Ancam Raffa.
“Iya mas.” Jawab Kaira.
Lalu Raffa segera mandi dan Kaira menyiapkan sarapan untuk suaminya.
__ADS_1
“Ini sarapannya mas.” Kata Kaira.
“Masak apaan kau?” Tanya Raffa.
“Ini aku masak nasi uduk mas.
Dicoba dulu deh, enak kok.” Kata Kaira.
“Gimana mas enak nggak?” Tanya Kaira.
“Lumayan sih.” Jawab Raffa.
“Lumayan apa? Lumayan nggak enak ya?” Tanya Kaira.
“Lebih enak kalo istri yang nyuapin suaminya.” Kata Raffa.
“Ih males banget, makan aja sendiri.” Jawab Kaira.
“Heeeh kau itu istriku,
harusnya nurut apa kata suami dong. Cepet suapin.” Kata Raffa.
“Iya aku terpaksa nyuapin nya.
cepet buka mulutnya.” Kata Kaira.
“Aaaaaa, gitu dong.” Kata Raffa.
Dalam hatinya, “Dia lumayan ok juga tuh
ternyata, cantik juga nih cewek jadi makin penasaran sama isinya. Liat aja
nanti malam hahaha.”
“Yauda cepet berangkat sana biar
nggak telat.” Kata Kaira.
“Iya, inget jangan lupa nanti
“Iya, berarti aku boleh bawa
mobil sendiri kan?” Tanya Kaira.
“Nggak usah, biar supir aja yang
nganter.” Kata Raffa.
Sesampainya dikantor.
“Eh Arka kirim semua dokumen yang perlu tanda tanganku.
Karena nanti setelah jam istirahat aku mau keluar ada urusan.” Kata Raffa.
“Baik pak, akan segera saya siapkan.” Jawab Arka. Dalam
hatinya, “Bilang aja mau nyamperin si Amelia.”
*
Dirumah Kaira sedang gelisah
antara mau ketemu dengan si Angel dan memikirkan nasibnya nanti malam. Lalu
Kaira browsing dengan berbagai macam keyword mulai dari apa itu malam pertama,
tips malam pertama, dan sebagainya. Dalam hatinya, “Gue takut banget nih sesakit apa ya, brati dia nanti bakal liat gue tanpa pakai apapun dong dan gue bakal liat dia sebaliknya juga. Omaigad gue nggak siap gimana dong. Oh noooo.”*
Lalu Kaira keluar rumah untuk ke
supermarket, setibanya di supermarket dia membeli alat pengaman karena dia tidak
ingin hamil saat ini. Dia memakai masker dan jaket agar tidak ada yang
mengetahuinya. Lalu dia segera membayar ke kasir dan segera kembali ke rumah.
**
__ADS_1
Dikantor Raffa, waktunya jam
istirahat. Raffa keluar kantor untuk urusan pribadinya. Dia pergi sendiri dan
nyetir mobil sendiri. Ternyata dia ke salah satu mall terdekat. Dia menuju ke toko
pakaian dan dia membeli satu set pakaian tidur supermini untuk Kaira atau
sejenis lingerie gitu lah. Lalu ada SPG yang menghampirinya karena mungkin
Raffa terlihat kebingungan dalam memilih.
“Ada yang bisa dibantu pak?” Tanya SPG.
“Eh iya nih mbak saya mau cari
lingerie untuk istri saya.” Kata Raffa.
“Bapaknya mau yang model seperti
apa atau istrinya suka yang seperti apa? Ukuran bra nya berapa kalau boleh tau
pak?” Tanya SPG.
“Eh kasih aja yang paling bagus
dan yang terlihat sexy deh mba. Warna merah aja ya. Buruan ya mba.” Kata Raffa.
“Baik pak.” Kata SPG. Beberapa menit
kemudian mbak SPG nya membawakan model lingerie terbaru.
“Bagaimana kalau model seperti
ini pak? Ini sangat laris di kalangan pengantin baru loh pak.” Tanya SPG. Raffa
hanya melihat dan melongo sambil membayangkan jika Kaira memakai pakaian tersebut.
“Yauda deh mba. Bungkus yang rapi
ya pakai kertas kado aja.” Request Raffa.
“Baik pak.” Kata SPG sambil
tersenyum karena tau kalau Raffa terlihat sangat malu membeli itu. Setelah itu
Raffa segera kembali ke kantor. Namun sebelum kembali ke kantor dia mampir ke toko
bunga untuk membeli buket bunga.
Raffa mampir ke rs sebentar untuk
menjenguk Amelia. Setibanya si rumah sakit.
“Hai sayang, gimana uda sembuh
kan? Kapan jadi pulang? Ini aku bawain bunga buat kamu.” Kata Raffa.
“Waah cantik banget wangi lagi. Kata dokter luka ku uda mendingan sih dan baru bisa pulang mungkin besok
lusa sayang. Jemput aku ya nanti.” Kata Amelia.
“Iya pasti. Aku langsung balik
ya, ini jam istirahat soalnya, aku nyempetin keluar bentar buat kamu. Aku ada
meeting setelah ini.” Jelas Raffa.
“Bentar banget sih kan aku masih
kangen banget sama kamu.” Kata Amelia.
“Maaf ya. Yauda cepet sembuh sayang.
Aku bakal sering jengukin kamu kok.” Kata Raffa.
“Hmmm yauda deh.” Kata Amelia.
“Aku balik dulu ya.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Iya. I love u.” Kata Amelia.