
Didalam mobil.
“Tolong cepat
dong sayang mengemudinya, aku ingin segera melihat kondisi bunda.” Kata
Arabella.
“Iya sebentar,
bahaya kalau mengebut.” Kata Jerry.
“Bunda pasti
baik-baik saja kan sayang?” Tanya Arabella.
“Tentu saja
baik-baik saja, kamu harus tenang.” Kata Jerry.
“Bunda akan
baik-baik saja kok kak.” Kata Feya.
“Aku akan
membalas siapapun yang mencoba mencelakai bunda, aku yakin pasti pelakunya
masih berkeliaran dan hidup bebas, aku tidak akan membiarkan pelakunya hidup
bahagia.” Kata Arabella.
“Sudahlah kak,
yang penting keadaan bunda saat ini baik-baik saja, itu yang paling penting
saat ini.” Kata Feya.
“Jangan
khawatir.” Kata Jerry sambil mengusap air mata kekasihnya dan tak lupa melirik
ke arah Feya.
Tidak lama
kemudian mereka tiba di rumah sakit. Mereka bertiga segera menuju ke ruangan
Viona.
“Bunda.” Teriak
Arabella sambil langsung memeluk Viona.
“Bunda,
syukurlah bunda baik-baik saja.” Kata Feya.
Viona melotot ke
arah Feya seakan ingin mengatakan sesuatu.
“Ada apa? Apa
ada yang ingin kamu katakan?” Tanya Raffa.
Viona
__ADS_1
mencengkeram tangan Feya.
“Ada apa bunda?
Bunda pasti akan sembuh kok.” Kata Feya sambil memeluk Viona lalu membisikkan
sesuatu di telinga Viona.
“Seharusnya aku
membunuhmu sekalian waktu itu, aku akan pastikan hidupmu akan tersiksa setelah
ini wahai bundaku tersayang.” Bisik Feya.
“Kenapa bunda
bisa terjatuh seperti ini? Memangnya apa yang sedang bunda lakukan di atas
sana? Aku sangat khawatir dengan kondisi bunda.” Kata Feya sambil memeluk
Viona.
“Dia akan segera
sembuh dan akan segera bisa bicara lagi, jangan khawatir. Bunda akan menjalani
terapi.” Kata Raffa.
“Tolong buat
bunda secepatnya sembuh ya pa.” Kata Arabella.
“Pasti, kenapa
kamu dari tadi melotot ke arah Feya?” Tanya Raffa kepada Viona.
“Mungkin bunda
sambil mencium pipi Viona.
“Tuh lihat Feya
dan Arabella sangat khawatir denganmu, kamu harus segera sembuh dan pulih
kembali.” Kata Raffa.
Viona pun
menangis dan kesal dengan Feya, dia ingin mengatakan sesuatu namun dia tidak
bisa melakukan apapun bahkan hanya sekedar untuk bicara sekalipun dia tidak bisa.
“Pa, hari ini
biar aku dan kak Arabella saja yang menjaga bunda, papi ke kantor saja, papi
kan semalam sudah menjaga bunda.” Kata Feya.
Lalu Viona seakan-akan
mengatakan tidak kepada Raffa.
“Kenapa? Apakah
kamu ingin aku menjagamu?” Tanya Raffa kepada Viona. Viona berusaha untuk
mengangguk namun kesulitan akhirnya dia mengedipkan matanya berkali-kali untuk
__ADS_1
memberikan tanda kepada suaminya.
“Jangan khawatir,
nanti aku akan menemanimu lagi, sekarang ada anak-anak yang menjagamu. Kamu
jangan berfikir yang macam-macam ya, kamu pasti akan sembuh.” Kata Raffa. Lalu
Raffa pergi sedangkan Feya dan Arabella serta Jerry menjaga Viona.
“Sayang, aku
lapar. Tolong belikan makanan ya.” Kata Arabella.
“Mau makan apa
memangnya?” Tanya Jerry.
“Kalian pergilah
berdua, biar aku yang menjaga bunda disini.” Kata Feya.
“Kamu tidak
apa-apa disini sendiri?” Tanya Arabella.
“Tidak apa-apa,
kakak pergilah. Tapi jangan terlalu lama ya kak.” Kata Feya.
“Baiklah, aku
pergi dulu kalau begitu.” Kata Arabella.
“Aku pergi dulu
ya.” Kata Jerry sambil tersenyum kepada Feya.
“Hati-hati ya
kalian berdua, jangan terlalu lama. Oh ya bawakan aku makanan juga ya kak.”
Kata Feya.
“Mau dibawakan
makanan apa?” Tanya Arabella.
“Terserah
kakak.” Kata Feya.
“Ok, jaga bunda
dengan baik ya, jangan ditinggal pergi.” Kata Arabella.
“Tentu saja
kak.” Kata Feya.
“Bunda aku pergi
dulu ya, hanya sebentar kok.” Kata Arabella.
Viona
mengedipkan matanya berkali-kali memberikan pertanda untuk tidak
__ADS_1
meninggalkannya, namun Arabella dan Jerry tidak paham dengan maksud Viona,
sehingga Arabella tetap memutuskan untuk pergi.