Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 36


__ADS_3

Didalam mobil.


“Tolong cepat


dong sayang mengemudinya, aku ingin segera melihat kondisi bunda.” Kata


Arabella.


“Iya sebentar,


bahaya kalau mengebut.” Kata Jerry.


“Bunda pasti


baik-baik saja kan sayang?” Tanya Arabella.


“Tentu saja


baik-baik saja, kamu harus tenang.” Kata Jerry.


“Bunda akan


baik-baik saja kok kak.” Kata Feya.


“Aku akan


membalas siapapun yang mencoba mencelakai bunda, aku yakin pasti pelakunya


masih berkeliaran dan hidup bebas, aku tidak akan membiarkan pelakunya hidup


bahagia.” Kata Arabella.


“Sudahlah kak,


yang penting keadaan bunda saat ini baik-baik saja, itu yang paling penting


saat ini.” Kata Feya.


“Jangan


khawatir.” Kata Jerry sambil mengusap air mata kekasihnya dan tak lupa melirik


ke arah Feya.


Tidak lama


kemudian mereka tiba di rumah sakit. Mereka bertiga segera menuju ke ruangan


Viona.


“Bunda.” Teriak


Arabella sambil langsung memeluk Viona.


“Bunda,


syukurlah bunda baik-baik saja.” Kata Feya.


Viona melotot ke


arah Feya seakan ingin mengatakan sesuatu.


“Ada apa? Apa


ada yang ingin kamu katakan?” Tanya Raffa.


Viona

__ADS_1


mencengkeram tangan Feya.


“Ada apa bunda?


Bunda pasti akan sembuh kok.” Kata Feya sambil memeluk Viona lalu membisikkan


sesuatu di telinga Viona.


“Seharusnya aku


membunuhmu sekalian waktu itu, aku akan pastikan hidupmu akan tersiksa setelah


ini wahai bundaku tersayang.” Bisik Feya.


“Kenapa bunda


bisa terjatuh seperti ini? Memangnya apa yang sedang bunda lakukan di atas


sana? Aku sangat khawatir dengan kondisi bunda.” Kata Feya sambil memeluk


Viona.


“Dia akan segera


sembuh dan akan segera bisa bicara lagi, jangan khawatir. Bunda akan menjalani


terapi.” Kata Raffa.


“Tolong buat


bunda secepatnya sembuh ya pa.” Kata Arabella.


“Pasti, kenapa


kamu dari tadi melotot ke arah Feya?” Tanya Raffa kepada Viona.


“Mungkin bunda


sambil mencium pipi Viona.


“Tuh lihat Feya


dan Arabella sangat khawatir denganmu, kamu harus segera sembuh dan pulih


kembali.” Kata Raffa.


Viona pun


menangis dan kesal dengan Feya, dia ingin mengatakan sesuatu namun dia tidak


bisa melakukan apapun bahkan hanya sekedar untuk bicara sekalipun dia tidak bisa.


“Pa, hari ini


biar aku dan kak Arabella saja yang menjaga bunda, papi ke kantor saja, papi


kan semalam sudah menjaga bunda.” Kata Feya.


Lalu Viona seakan-akan


mengatakan tidak kepada Raffa.


“Kenapa? Apakah


kamu ingin aku menjagamu?” Tanya Raffa kepada Viona. Viona berusaha untuk


mengangguk namun kesulitan akhirnya dia mengedipkan matanya berkali-kali untuk

__ADS_1


memberikan tanda kepada suaminya.


“Jangan khawatir,


nanti aku akan menemanimu lagi, sekarang ada anak-anak yang menjagamu. Kamu


jangan berfikir yang macam-macam ya, kamu pasti akan sembuh.” Kata Raffa. Lalu


Raffa pergi sedangkan Feya dan Arabella serta Jerry menjaga Viona.


“Sayang, aku


lapar. Tolong belikan makanan ya.” Kata Arabella.


“Mau makan apa


memangnya?” Tanya Jerry.


“Kalian pergilah


berdua, biar aku yang menjaga bunda disini.” Kata Feya.


“Kamu tidak


apa-apa disini sendiri?” Tanya Arabella.


“Tidak apa-apa,


kakak pergilah. Tapi jangan terlalu lama ya kak.” Kata Feya.


“Baiklah, aku


pergi dulu kalau begitu.” Kata Arabella.


“Aku pergi dulu


ya.” Kata Jerry sambil tersenyum kepada Feya.


“Hati-hati ya


kalian berdua, jangan terlalu lama. Oh ya bawakan aku makanan juga ya kak.”


Kata Feya.


“Mau dibawakan


makanan apa?” Tanya Arabella.


“Terserah


kakak.” Kata Feya.


“Ok, jaga bunda


dengan baik ya, jangan ditinggal pergi.” Kata Arabella.


“Tentu saja


kak.” Kata Feya.


“Bunda aku pergi


dulu ya, hanya sebentar kok.” Kata Arabella.


Viona


mengedipkan matanya berkali-kali memberikan pertanda untuk tidak

__ADS_1


meninggalkannya, namun Arabella dan Jerry tidak paham dengan maksud Viona,


sehingga Arabella tetap memutuskan untuk pergi.


__ADS_2