Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Kuliner


__ADS_3

Kaira makan siang bersama Renata.



“Aku dari kemarin ngidam iga bakar Ren.” Kata Kaira.


“Pesan yang banyak kalau begitu. Aku pesankan sup iga sapi


juga ya kalau begitu.” Kata Renata.


“Boleh, wah hari ini porsi makanku banyak sekali Ren, aku


sanggup tidak ya menghabiskan semuanya.” Kata Kaira.


“Tentu kau harus menghabiskannya, lagipula kau makan untuk


dua orang loh kak.” Kata Renata.


“Kau harus membantuku menghabiskan semua makanan ini.” Kata


Kaira.


“Nah itu sup iga sapi nya sudah datang.” Kata Renata.



“Wah enak sekali Ren. Selamat makan.” Kata Kaira.


“Habiskan semuanya kak.” Kata Renata.


Setelah selesai makan, Kaira mengajak Renata untuk ngobrol


di kedai kopi. Mereka memesan kopi dan kue.


“Kau tidak kenyang kak?” Tanya Renata.


“Hehe ini kan hanya camilan sambil teman ngobrol Ren.” Kata


Kaira.


Tidak lama kemudian datanglah pesanan mereka.




“Banyak sekali pesananmu kak.” Kata Renata.


“Kalau sambil bercerita pasti tidak akan terasa kok.” Kata


Kaira.

__ADS_1


“Memangnya ada apa sih? Kakak ada masalah apa?” Tanya Renata.


“Aku ingin pindah ke dokter kandungan lain, sepertinya


dokterku saat ini sedikit mencurigakan dan meragukan Ren.” Kata Kaira.


“Pakai dokterku dulu saja, dia orangnya ramah, baik dan


selalu menyemangati kita dengan kata-kata positif. Siapa nama dokternya kak?”


Tanya Renata.


“Namanya dokter Intan, kau kenal tidak?” Tanya Kaira.


“Tidak kak, memangnya dia mencurigakan seperti apa sih?”


Tanya Renata.


“Banyak orang yang menyuruhku untuk berpindah ke dokter


lain.” Kata Kaira.


“Yauda pindah saja dan tidak usah memikirkannya nanti kakak


bisa stress loh. Nanti aku akan antar kak Kaira menemui dokterku dulu.” Kata


Renata.


“Terimakasih banyak ya Ren, diminum dong minumannya.” Kata


Kaira.


“Aku pulang setelah ini Ren, kalau kamu?” Tanya Kaira.


“Aku mau pergi ke took perhiasan hehe.” Kata Renata.


“Hmmm kau mau beli apa lagi memangnya?” Tanya Kaira.


“Tentu saja ingin beli perhiasan kak, kakak mau ikut juga


tidak?” Tanya Renata.


“Tidak usah Ren, aku harus banyak istirahat.” Kata Kaira.


“Baiklah kalau begitu, tadi kakak diantar sama supir kan?”


Tanya Renata.


“Iya, suamiku melarangku mengendarai mobil jadi aku diantar


sama supir.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Kakak kan sedang hamil jadi lebih aman kalau diantar sama


supir.” Kata Renata.


“Iya Ren. Gimana kabar Azura? Dia baik-baik saja kan?” Tanya


Kaira.


“Tentu saja dia baik-baik saja, dia sekarang lagi pergi sama


suamiku kak. Dia pergi berenang di hotel dekat rumah.” Kata Renata.


“Kenapa kau tidak ikut sekalian?” Tanya Kaira.


“Kalau aku ikut, pasti Azura akan menyuruhku untuk ikut


berenang, aku sedang tidak ingin berenang. Makanya dia pergi bersama papinya


hehe.” Kata Renata.


“Tapi kau kan ibunya, wajar dong kalau kau ikut berenang


bersamanya. Untung papinya mau.” Kata Kaira.


“Hehe gantian kak, suamiku kan kalau kerja tidak mengenal


waktu, nah karena sekarang dia sedang libur jadi biar dia yang mengurus anak,


gantian ibunya yang waktunya shopping hehe.” Kata Renata.


“Dasar kau ya, kau mau pergi sekarang? Aku masih ingin


menikmati disini.” Kata Kaira.


“Tadi katanya mau pulang lalu tidur sekarang ingin menikmati


disini.” Kata Renata.


“Hehehe, kenapa aku masih lapar ya? Padahal sudah makan


banyak.” Kata Kaira.


“Maklum namanya juga sedang hamil. Pesan lagi saja, pesan


kue nya atau apa gitu.” Kata Renata.


“Aku pengen makan pizza Ren.” Kata Kaira.


“Pindah ke resto pizza saja bagaimana?” Tanya Renata.


“Ok, terima kasih ya sudah menemaniku kuliner hari ini.” Kata

__ADS_1


Kaira.


“Sama-sama kak, aku juga hobi makan kok.” Kata Renata.


__ADS_2