
Raffa, Kei dan Mayang tiba dirumah. Raffa segera menelfon istrinya.
“Hallo dimana?” Tanya Raffa.
“Aku sedang dijalan menuju rumah. Kau sudah pulang? Gimana penampilan Kei tadi?” Tanya Kaira.
“Aku barusan sampai rumah, ya tadi penampilan Kei sangat bagus dan aku sangat bangga dengannya, dia
benar-benar tampil dengan percaya diri. Tapi dia sangat sedih karena kau tidak bisa hadir, untung saja ada Mayang jadi setidaknya dia terhibur kembali.” Kata Raffa.
“Maafkan aku sayang, lain kali aku akan usahakan untuk lebih memperhatikan Kei lagi ya.” Kata Kaira.
“Harus lah, apalagi Kei masih kecil sangat membutuhkanmu. Aku besok ada meeting ddi luar kota jadi aku tidak akan pulang.” Kata Raffa.
“Memangnya berapa hari? Kok mendadak sih?” Tanya Kaira.
“Sebentar saja, hanya tiga hari saja. Kau mau ikut tidak?” Tanya Raffa.
“Tidak mas, aku harus mengurus kerjaanku. Karena masih awal jadi aku akan lebih memperhatikan dengan benar.” Kata Kaira.
“Baiklah kalau begitu. Dengan si Arjuna dan istrinya itu?” Tanya Raffa.
__ADS_1
“Dengan si Arjuna mas, istrinya sedang pulang ke rumah orang tuanya karena orang tuanya sedang sakit. Makanya aku dan Arjuna benar-benar harus lebih ketat dengan aturan di tempat kerja.” Jelas Kaira.
“Bagus, memang kalau masih awal itu harus benar-benar diperhatikan. Baiklah kalau begitu aku tutup dulu telfonnya ya, hati-hati dijalan.” Kata Raffa.
“Iya sayang.” Jawab Kaira.
**
Kaira mengantarkan Arjuna pulang ke rumahnya.
“Terimakasih banyak ya.” Kata Arjuna.
“Sama-sama.” Kata Kaira.
“Kau sih benar-benar keterlaluan, bisa-bisanya membicarakan masalah itu denganku. Duh kasian sekali ditinggal istri pergi hehe.” Goda Kaira.
“Kasian sekali diriku Kai.” Kata Arjuna.
“Suruh cepat pulang agar bisa segera enak-enak.” Goda Kaira.
“Dia itu sulit di ajak enak-enak, istri tidak tau diri banget memang. Coba kau jadi istriku pasti aku akan bahagia sekali, sudah cantik, sexy lagi.” Goda Arjuna.
__ADS_1
“Dasar kau itu selalu berpikiran kotor. Aku pulang dulu ya.” Kata Kaira.
“Aku serius tau dengan apa yang aku bicarakan padamu barusan.” Kata Arjuna.
“Padahal aku sudah pamit tapi kau malah menahanku seperti ini. Hmmm suamiku besok ada meeting diluar kota dan dia tidak pulang.” Kata Kaira.
“Wah bisa kebetulan begitu ya, kita hangout saja kalau begitu menghabiskan waktu bersama, sama-sama sedang ditinggal pasangan kita pergi.” Goda Arjuna.
“No, aku tidak akan termakan oleh rayuan gombalmu Jun. Oh ya kau ada kenalan ART atau baby sitter tidak?” Tanya Kaira.
“Memangnya kenapa? Bukannya kau sudah ada pembantu dan juga baby sitter untuk anakmu ya?” Tanya Arjuna.
“Aku khawatir dengan pembantuku, dia masih muda, cantik dan serba bisa, dia juga sangat dekat dengan anakku. Bahkan anakku lebih sering bersama dengannya dibandingkan denganku. Aku khawatir suamiku akan jatuh cinta padanya. Aku ingin memberhentikannya sekarang juga, aku sangat kesal dengannya, dia selalu saja dapat pembelaan dari suamiku. Aku jadi semakin takut dan khawatir.” Jelas Kaira.
“Oh, aku setuju denganmu lebih baik segera pecat dia saja daripada membahayakan keluargamu. Ya pertama dia akan mempengaruhi anakmu kemudian dia bisa jadi akan mempengaruhi suamimu dan jangan sampai kejadian masa lalumu terulang kembali. Segera pecat dia saja.” Kata Arjuna.
“Tapi apa alasannya aku memecatnya? Pasti suamiku akan menentangku jika alasanku hanya tidak pembantuku itu. Bingung sekali rasanya, bagaimana ini?” Tanya Kaira.
“Bilang saja kalau anakmu sekarang sudah besar dan tidak membutuhkan baby sitter lagi, aku pikir kalau kau jujur dengan suamimu, pasti suamimu juga akan mengerti.” Kata Arjuna.
“Iya sih, oh ya besok kan suamiku keluar kota, ini kesempatanku untuk memecatnya dan menyuruhnya kembali pulang ke kampungnya.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Jangan lupa kasih dia uang yang cukup banyak juga.” Kata Arjuna.
“Iya pasti.” Kata Kaira.