
“Selamat pagi, masak apa sayang?” Tanya Raffa kepada istrinya.
“Masak sup buntut sayang, kesukaan Kei.” Kata Kaira.
“Oh ya bagaimana apakah Mayang bersedia kerja lagi disini?” Tanya Raffa.
“Aku sudah membujuknya namun dia perlu diskusi dulu dengan keluarganya, karena dia juga tidak bisa meninggalkan anaknya sendiri.” Kata Kaira.
“Oh begitu, ya kita tunggu saja kabar darinya.” Kata Raffa.
“Pembantu yang sekarang ini aduh sungguh merepotkan sekali mas, kemarin saja bajuku masih kotor lalu rumah berdebu juga dia tidak segera membersihkannya, dia sibuk dengan ponselnya.” Kata Kaira.
“Ya maklum masih baru bekerja beberapa hari.” Kata Raffa.
“Tapi harusnya dia kan tau tugas seorang ART itu apa saja. aku tidak tahan dengannya.” Kata Kaira.
“Hari ini aku sarapan di kantor saja ya, aku ada meeting dadakan soalnya.” Kata Raffa.
“Loh kalau gitu aku bawakan bekal saja ya, tunggu sebentar.” Kata Kaira segera menyiapkan bekal untuk suaminya.
“Ini bekalnya sayang.” Kata Kaira.
“Terimakasih sayang, aku berangkat dulu ya. Maaf ya aku sangat buru-buru soalnya.” Kata Raffa.
“Iya hati-hati sayang.” Kata Kaira.
Kemudian Kaira menyuapi makanan kepada anaknya.
“Kei sayang makan dulu yuk, mami buatkan makanan kesukaan Kei loh.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Masak apa mami hari ini?” Tanya Kei.
“Mami masak sup buntut kesukaan Kei.” Kata Kaira.
“Wah, mami habis makan Kei ingin pergi bermain di kidz zone, boleh ya.” Kata Kei.
“Pagi-pagi kau sudah ingin pergi ke mall sih nak. Nanti siang saja ya.” Kata Kaira.
“Tapi sama beli es krim ya mi.” Kata Kei.
“Iya sayang, Kei boleh beli apa saja tapi harus nurut apa kata mami sama papi ya.” Kata Kaira.
“Iya, mami kapan ibu Mayang kesini lagi?” Tanya Kei.
“Sepertinya ibu Mayang masih lama untuk balik lagi kesini, kan ada mami disini.” Kata Kaira.
“Tapi Kei lebih suka kalau ada ibu mi.” Kata Kei.
“Kenapa sih Kei malah lebih suka si Mayang dibandingkan diriku padahal aku adalah ibu kandungnya. Apa sih
kelebihan si Mayang, aku jadi kesal dengannya.” Gerutu Kaira.
**
Raffa menelfon Mayang.
“Hallo May.” Kata Raffa.
“Iya tuan.” Kata Mayang.
__ADS_1
“Apakah kau sudah memutuskan untuk segera kembali lagi?” Tanya Raffa.
“Saya belum bisa memutuskan bisa kembali atau tidak, saya butuh waktu juga untuk berdiskusi dengan keluarga saya tuan.” Kata Mayang.
“Aku mohon kembalilah, Kei butuh kamu.” Kata Raffa.
“Bukankah ada ibunya jadi kenapa membutuhkan saya?” Tanya Mayang.
“Kei lebih suka dan nutut denganmu dibandingkan dengan ibunya, mungkin karena sejak bayi kau jadi baby
sitternya.” Jelas Raffa.
“Untuk saat ini saya masih belum bisa tuan.” Kata Mayang.
“Aku mohon demi aku dan juga anakku. Aku akan jemput kamu sekarang juga jika perlu.” Kata Raffa.
“Tidak perlu tuan, jangan tuan.” Kata Mayang.
“Makanya segeralah kembali kesini ya. Aku mengerti kalau saat ini kau masih dalam suasana duka namun bukankah kau juga harus tetap semangat menjalani hidup demi anak dan keluargamu.” Kata Raffa.
“Baiklah kalau begitu saya akan kembali bekerja.” Kata Mayang.
“Kalau begitu saya akan jemput kamu sekarang juga, segeralah bersiap-siap.” Kata Raffa.
“Jangan tuan, beri saya waktu tiga hari saja saya mohon.” Kata Mayang.
“Baiklah, kau ke Jakarta bersama keluargamu kana tau bagaimana?” Tanya Raffa.
“Aku ke Jakarta sendiri saja tuan, anak saya lebih nyaman tinggal disini. Jadi dia disini saja bersama ibu saya.” Kata Mayang.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu, aku akan menjemputmu di stasiun ya.” Kata Raffa.
“Baik tuan, terimakasih.” Kata Mayang.