
Keesokan harinya.
Abel segera
bangun dan bersiap-siap untuk bekerja di kafe milik Jesika. Setelah
bersiap-siap, dia menuju ke kafe Jesika. Setibanya di kafe tersebut.
“Selamat
pagi.” Kata Sang Hyun.
“Selamat pagi,
maaf aku terlambat ya.” Kata Abel.
“Tidak kok,
kafe kita buka jam 9 pagi dan sekarang masih jam 8 pagi.” Kata Sang Hyun.
“Kamu sudah
sarapan belum? Ayo kita sarapan bersama, aku sudah memasak besar.” Kata Jesika.
“Mulai besok,
biar aku saja yang memasak ya.” Kata Abel.
“Santai saja, aku
memasak makanan korea, semoga kamu menyukainya ya.” Kata Jesi.
“Dari
tampilannya saja sepertinya sangat enak.” Kata Abel.
“Oh iya nanti
malam aku ingin pergi minum dengan Sang Hyun, kamu mau ikut tidak?” Tanya Jesi.
“Tidak, aku
ingin berkeliling di sekitar sini saja. Aku ingin mengenal tempat aku tinggal.”
Kata Abel.
“Ok, pakai
peta saja biar tidak tersesat. Atau kamu coba naik kereta saja.” Kata Jesi.
“Aku tidak tau
caranya.” Kata Abel.
“Mudah kok,
lain kali kita pergi bersama saja yuk.” Kata Jesi.
“Ok baiklah.”
Kata Abel.
“Ayo kita
makan dulu sebelum kafe ini buka.” Kata Jesi.
“Terima kasih
atas makanannya.” Kata Sang Hyun.
“Disini
sebelum makan memang selalu mengatakan hal-hal seperti itu, budaya disini.”
Kata Jesika.
“Wah aku baru
tau.” Kata Abel.
__ADS_1
“Belajarlah
banyak hal tentang budaya disini. Cepat makanlah, setelah ini kafe akan buka.”
Kata Jesika.
“Kafe kamu
ramai?” Tanya Abel.
“Ya lumayan
karena dekat dengan beberapa perusahaan jadi kalau pagi dan jam istirahat ya
cukup ramai. Nanti kamu bagian kasir saja untuk sementara, setelah kamu
menguasai barista nanti baru kamu yang jadi barista nya.” Kata Jesi.
“Baiklah,
ajari aku ya jadi barista.” Kata Abel.
“Tentu saja.”
Kata Jesi.
**
Setelah makan
bersama, Abel bersiap-siap menjadi pekerja paruh waktu. Pelanggan pertama
datang.
“Selamat pagi,
mau pesan apa?” Tanya Abel.
“Saya mau
pesan es Americano 2 ya take away.” Kata pelanggan A.
gelas apa? Kita ada ukuran kecil, sedang dan jumbo.” Tanya Abel.
“Ukuran sedang
saja 2 ya.” Kata pelanggan A.
“Baik,
pembayarannya secara tunai atau non tunai?” Tanya Abel.
“Tunai saja.”
Kata pelanggan A.
“Baik, total
pembeliannya 15 ribu won.” Kata Abel. Kemudian pelanggan tersebut memberikan
uang kepada Abel.
“Saya terima
uangnya, ditunggu sebentar ya. Silahkan ditunggu di sebelah kiri, terima
kasih.” Kata Abel. Setelah dia menyiapkan pesanan tersebut, Abel segera
memberikan minuman ke pelanggan A tersebut.
“Silahkan, ini
pesanannya. Terima kasih banyak dan selamat menikmati.” Kata Abel.
“Sama-sama.”
Kata pelanggan A.
__ADS_1
“Huh rasanya
sangat grogi di hari pertama kerja.” Kata Abel.
“Kamu
melakukannya dengan baik, jangan lupa selalu berikan senyuman ya.” Kata Jesi.
“Baik, apakah
aku melakukan kesalahan?” Tanya Abel.
“Tidak kok,
kamu bahkan seperti sudah sangat professional.” Kata Jesi.
“Hehe mungkin
karena dulu aku sering pergi ke kafe dan nongkrong disana.” Bisik Abel.
“Itu ada
pelanggan setia kafe kita. Dia adalah pemilik perusahaan besar loh hehe, aku
dulu bermimpi menjadi kekasihnya.” Bisik Jesi.
“Astaga, ingat
Sang Hyun.” Kata Abel.
“Hehe cepat
layani dia. Dia sangat senang jika dilayani dengan senyuman dan ramah padanya.”
Bisik Jesi.
“Selamat pagi,
mau pesan apa?” Tanya Abel.
“Apakah kamu
pegawai baru? Saya tidak pernah melihatnya.” Kata pelanggan B, namanya Ji Yong,
Park Ji Yong.
“Iya, saya
pegawai baru dan hari ini pertama kali saya bekerja.” Kata Abel.
“Oh begitu,
saya mau pesan hot cafelate, oh iya diminum disini ya.” Kata Ji Yong.
“Baik, mohon
ditunggu sebentar.” Kata Abel.
“Kamu yang
membuatnya ya.” Bisik Jesi.
“Tapi aku
tidak tau bagaimana caranya.” Kata Abel.
“Aku akan
mengajarimu, sepertinya dia menyukaimu hehe.” Bisik Jesi.
“Jangan bicara
sembarangan, aku tidak ingin memiliki hubungan spesial dengan siapapun untuk
saat ini.” Kata Abel.
“Hmmm ya ya ya
lihat saja nanti.” Kata Jesi.
__ADS_1
Kemudian Jesi
mengajari Arabella cara membuat kopi.