Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 3


__ADS_3

Keesokan harinya.


Abel segera


bangun dan bersiap-siap untuk bekerja di kafe milik Jesika. Setelah


bersiap-siap, dia menuju ke kafe Jesika. Setibanya di kafe tersebut.


“Selamat


pagi.” Kata Sang Hyun.


“Selamat pagi,


maaf aku terlambat ya.” Kata Abel.


“Tidak kok,


kafe kita buka jam 9 pagi dan sekarang masih jam 8 pagi.” Kata Sang Hyun.


“Kamu sudah


sarapan belum? Ayo kita sarapan bersama, aku sudah memasak besar.” Kata Jesika.


“Mulai besok,


biar aku saja yang memasak ya.” Kata Abel.


“Santai saja, aku


memasak makanan korea, semoga kamu menyukainya ya.” Kata Jesi.


“Dari


tampilannya saja sepertinya sangat enak.” Kata Abel.


“Oh iya nanti


malam aku ingin pergi minum dengan Sang Hyun, kamu mau ikut tidak?” Tanya Jesi.


“Tidak, aku


ingin berkeliling di sekitar sini saja. Aku ingin mengenal tempat aku tinggal.”


Kata Abel.


“Ok, pakai


peta saja biar tidak tersesat. Atau kamu coba naik kereta saja.” Kata Jesi.


“Aku tidak tau


caranya.” Kata Abel.


“Mudah kok,


lain kali kita pergi bersama saja yuk.” Kata Jesi.


“Ok baiklah.”


Kata Abel.


“Ayo kita


makan dulu sebelum kafe ini buka.” Kata Jesi.


“Terima kasih


atas makanannya.” Kata Sang Hyun.


“Disini


sebelum makan memang selalu mengatakan hal-hal seperti itu, budaya disini.”


Kata Jesika.


“Wah aku baru


tau.” Kata Abel.

__ADS_1


“Belajarlah


banyak hal tentang budaya disini. Cepat makanlah, setelah ini kafe akan buka.”


Kata Jesika.


“Kafe kamu


ramai?” Tanya Abel.


“Ya lumayan


karena dekat dengan beberapa perusahaan jadi kalau pagi dan jam istirahat ya


cukup ramai. Nanti kamu bagian kasir saja untuk sementara, setelah kamu


menguasai barista nanti baru kamu yang jadi barista nya.” Kata Jesi.


“Baiklah,


ajari aku ya jadi barista.” Kata Abel.


“Tentu saja.”


Kata Jesi.


**


Setelah makan


bersama, Abel bersiap-siap menjadi pekerja paruh waktu. Pelanggan pertama


datang.



“Selamat pagi,


mau pesan apa?” Tanya Abel.


“Saya mau


pesan es Americano 2 ya take away.” Kata pelanggan A.


gelas apa? Kita ada ukuran kecil, sedang dan jumbo.” Tanya Abel.


“Ukuran sedang


saja 2 ya.” Kata pelanggan A.


“Baik,


pembayarannya secara tunai atau non tunai?” Tanya Abel.


“Tunai saja.”


Kata pelanggan A.


“Baik, total


pembeliannya 15 ribu won.” Kata Abel. Kemudian pelanggan tersebut memberikan


uang kepada Abel.


“Saya terima


uangnya, ditunggu sebentar ya. Silahkan ditunggu di sebelah kiri, terima


kasih.” Kata Abel. Setelah dia menyiapkan pesanan tersebut, Abel segera


memberikan minuman ke pelanggan A tersebut.


“Silahkan, ini


pesanannya. Terima kasih banyak dan selamat menikmati.” Kata Abel.


“Sama-sama.”


Kata pelanggan A.

__ADS_1


“Huh rasanya


sangat grogi di hari pertama kerja.” Kata Abel.


“Kamu


melakukannya dengan baik, jangan lupa selalu berikan senyuman ya.” Kata Jesi.


“Baik, apakah


aku melakukan kesalahan?” Tanya Abel.


“Tidak kok,


kamu bahkan seperti sudah sangat professional.” Kata Jesi.


“Hehe mungkin


karena dulu aku sering pergi ke kafe dan nongkrong disana.” Bisik Abel.


“Itu ada


pelanggan setia kafe kita. Dia adalah pemilik perusahaan besar loh hehe, aku


dulu bermimpi menjadi kekasihnya.” Bisik Jesi.


“Astaga, ingat


Sang Hyun.” Kata Abel.


“Hehe cepat


layani dia. Dia sangat senang jika dilayani dengan senyuman dan ramah padanya.”


Bisik Jesi.


“Selamat pagi,


mau pesan apa?” Tanya Abel.


“Apakah kamu


pegawai baru? Saya tidak pernah melihatnya.” Kata pelanggan B, namanya Ji Yong,


Park Ji Yong.


“Iya, saya


pegawai baru dan hari ini pertama kali saya bekerja.” Kata Abel.


“Oh begitu,


saya mau pesan hot cafelate, oh iya diminum disini ya.” Kata Ji Yong.


“Baik, mohon


ditunggu sebentar.” Kata Abel.


“Kamu yang


membuatnya ya.” Bisik Jesi.


“Tapi aku


tidak tau bagaimana caranya.” Kata Abel.


“Aku akan


mengajarimu, sepertinya dia menyukaimu hehe.” Bisik Jesi.


“Jangan bicara


sembarangan, aku tidak ingin memiliki hubungan spesial dengan siapapun untuk


saat ini.” Kata Abel.


“Hmmm ya ya ya


lihat saja nanti.” Kata Jesi.

__ADS_1


Kemudian Jesi


mengajari Arabella cara membuat kopi.


__ADS_2