
Kasih tersipu malu memakai pakaian dari Rey, dia juga menutupi bagian depannya dengan telapak tangannya.
“Kenapa ditutupi? Masih malu ya? Kita kan sebelumnya pernah melakukannya.” Kata Rey.
“Aku masih canggung dan malu mas.” Kata Kasih.
“Tidak apa-apa, nanti lama-lama pasti akan terbiasa. Ayo kita nonton film sekarang.” Kata Rey.
Kasih dan Rey pun akhirnya menonton film pilihan Rey.
“Filmnya tentang apa mas? Action ya atau horor?” Tanya Kasih.
“Action, romance dan ah mantap.” Bisik Rey sambil cekikikan.
“Mantap? Oh tentang makanan ya mas.” Kata Kasih.
“Iya tentang makanan, sudah jangan banyak tanya kita tonton saja.” Kata Rey.
“Judulnya apa mas?” Tanya Kasih.
“Fifty Shade.” Kata Rey.
“Apa mas? Bukankah itu film dewasa ya? Aku tidak mau lihat mas.” Kata Kasih sambil menutup matanya.
“Kamu sudah pernah melihatnya ya hayo.” Goda Rey.
“Bukan begitu mas, dulu temanku pernah mengajakku menonton film itu tapi aku menolaknya karena aku risih mas.” Kata Kasih.
“Tapi kalau menontonnya sama suami ya tidak apa-apa lah.” Goda Rey.
Akhirnya Rey memaksa Kasih menonton film tersebut dan Kasih terpaksa menontonnya. Tibalah adegan yang sangat ditunggu-tunggu oleh Rey. Kasih sudah panas dingin melihat film tersebut.
__ADS_1
“Mas panas sekali rasanya, gerah mas.” Kata Kasih.
“Padahal kamu memakai pakaian super tipis loh, kenapa sudah mulai panas ya?” Goda Rey.
“Mas aku tidak kuat menonton filmnya, matikan saja lah mas.” Kata Kasih.
“Kita praktekkin yuk, nanti aku akan mengikatmu.” Bisik Rey.
“Ikat aku mas, lakukan seperti yang ada di film tersebut.” Kata Kasih benar-benar pasrah karena sudah tidak tahan lagi.
“Baiklah, aku juga sangat ingin sekali melakukan seperti adegan di film tersebut. Kamu tidak keberatan kan kalau aku mengikatmu?” Tanya Rey.
“Sama sekali tidak kok mas. Aku harus memuaskanmu kan mas karena itu sudah kewajiban seorang istri.” Kata Kasih.
“Tentu saja.” Kata Rey.
Rey pun mengikat tangan dan kaki Kasih, dia mengikat tangan dan kakinya Kasih di pinggiran ranjang dengan kaki Kasih yang terbuka lebar seakan siap untuk menerima tubuh Rey.
Keesokan paginya.
Kasih bangaun tidur sambil tersenyum bahagia, apalagi Rey tidur sambil memeluk Kasih.
“Alhamdulillah sepertinya mas Rey sudah mulai menyukaiku dan menganggapku serta memperlakukanku layaknya seorang istri.” Kata Kasih dalam hati.
Kemudian Kasih membangunkan suaminya.
“Mas bangun yuk, kita sholat subuh berjamaah yuk mas.” Kata Kasih.
“Aura Aura Aura.” Teriak Rey.
“Mas ini aku istrimu.” Gerutu Kasih.
__ADS_1
“Astaga jam berapa ini? Aku belum sholat subuh.” Kata Rey.
“Masih jam 5, aku mandi dulu setelah itu kita sholat jamaah mas.” Kata Kasih cemberut.
“Iya.” Kata Rey masih linglung karena bermimpi buruk.
Kasih dan Rey sholat subuh berjamaah.
“Kamu sudah siap?” Tanya Rey.
“Sudah dari tadi.” Kata Kasih cemberut.
“Kamu kenapa sih kok cemberut begitu?” Tanya Rey.
“Tidak apa-apa kok.” Jawab Kasih.
Setelah selesai sholat berjamaah, Kasih segera melipat mukena dan sajadahnya lalu pergi ke dapur.
“Kasih Kasih kamu kemana sih?” Tanya Rey.
“Mau masak.” Jawab Kasih singkat.
“Kamu kenapa sih dari tadi kok sepertinya sangat cuek begitu kepadaku?” Tanya Rey.
“Kamu pikir sendiri saja kenapa aku seperti ini?” Tanya Kasih.
“Maksud kamu?” Tanya Rey, tapi Kasih sudah pergi ke dapur. Kasih benar-benar sangat kesal dengan suaminya karena suaminya menyebut nama Aura saat tidur. Namun dia tetap membuatkan sarapan untuk suaminya.
###
Gimana puasanya? Gimana persiapan lebarannya? Siapa yang mudik nih? Sudah pada beli baju lebaran belom?
__ADS_1
Author mau bilang aja semoga selalu diberikan keselamatan dan kesehatan ya dan tetap hati-hati dimanapun kalian berada. Tetap sehat ya guys selama lebaran nanti. Jangan khawatir author tetep update kok selama lebaran (maklum lebaran ngga mudik karena ngga punya kampung halaman) 😊😊😊