
Keesokan harinya.
“Mas nanti kita check out jam
berapa?” Tanya Kaira.
“Sebelum jam 7 kita harus sudah
check in karena aku ada meeting jam 9.” Kata Raffa.
“Terus sarapannya dimana? di
hotel atau dimana?” Tanya Kaira.
“Di hotel saja, jam 6 harusnya
kan sudah siap sarapannya.” Kata Raffa.
“Berarti kita harus siap-siap
sekarang, sudah jam 5 sekarang. Aku mau mandi dulu ya kalau gitu.” Kata Kaira.
“Iya, dandanmu kan sangat lama.”
Kata Raffa.
**
Setelah check out dari hotel,
Raffa mengantarkan Kaira pulang lalu dia langsung menuju ke kantor.
“Hati-hati ya sayang.” Kata
Kaira.
“Iya, segera jemput Kei.” Kata
Raffa.
“Baik sayang.” Kata Kaira.
Setelah itu Kaira menelfon Angel.
“Hallo Angel, kau dirumah tidak?
Aku mau menjemput Kei lalu mengantarkannya ke sekolah.” Kata Kaira.
“Iya aku dirumah, kesini saja.”
Kata Angel.
“Ok, aku kesana sekarang.” Kata
Kaira.
Setibanya dirumah Angel.
“Mami.” Kata Kei.
“Suka ya tinggal disini sama
kakak Kenzo?” Tanya Kaira.
“Suka mi, disini enak ada kak
Kenzo jadi Kei ada temannya.” Kata Kei.
“Kei ingin punya adik ya?” Tanya
Angel.
__ADS_1
“Iya tante.” Jawab Kei.
“Tuh Kei ingin punya adik.” Kata Angel
pada Kaira.
“Doakan saja secepatnya aku bisa
hamil ya.” Kata Kaira.
“Iya pasti.” Kata Angel.
“Oh ya aku tadi bawa kue, ini
buat kamu.” Kata Kaira.
“Wah terimakasih, red velvet
kesukaan Kenzo ini. Kamu sudah sarapan belum?” Tanya Angel.
“Sudah tadi. Kemana suamimu? Sudah
berangkat ya?” Tanya Kaira.
“Sudah, dia ada proyek sama
bosnya diluar kota makanya mas Rasya berangkat lebih pagi. Kalau hari ini aku
sedang libur soalnya salonku sedang direnovasi jadi libur dulu.” Kata Angel.
“Wah enak banget.” Kata Kaira.
“Ya lumayan bisa menemani Kenzo.”
Kata Angel.
“Iya betul sekali, habis ini kita
“Boleh.” Kata Angel.
Setelah mengantarkan Kei dan
Kenzo sekolah, Angel dan Kaira pergi ke sebuah café.
“Mau pesan apa?” Tanya Kaira.
“Apa saja.” Kata Angel.
“Kau tidak ke kantor memangnya?”
Tanya Angel.
“Tidak, sudah ada temanku yang ke
kantor hari ini. Lebih baik hari ini aku bersantai saja.” Kata Kaira.
“Iya, bisa menemani anak juga
kan.” Kata Angel.
“Betul sekali, oh ya kenapa kau
tidak jadi model lagi saja seperti dulu?” Tanya Kaira.
“Mas Rasya tidak mengijinkanku
untuk jadi model, padahal aku juga masih ingin jadi model seperti dulu. Tapi mas
Rasya tidak mengijinkanku.” Kata Angel.
__ADS_1
“Kenapa memangnya?” Tanya Angel.
“Suamiku khawatir kalau aku
terlalu fokus dengan karir nanti Kenzo bagaimana lagipula aku juga tidak ada
modal untuk jadi modal seperti fashion, agensi, perawatan juga ya banyak lah.” Kata
Angel.
“Iya juga betul apa yang dibilang
sama Rasya. Kalau di salon ini kau jadi apa?” Tanya Kaira.
“Aku jadi piñata rias seperti
makeup terus hair style seperti itu, ya belajar dari pengalaman saat jadi model
dulu sih. Pemilik salonku itu istri bosnya mas Rasya.” Kata Angel.
“Oh jadi gitu ceritanya.” Kata Kaira.
“Iya, waktu itu bosnya tanya sama
mas Rasya tentang keluarganya, lalu dia bilang kalau aku dulu seorang model dan
sekarang sedang butuh pekerjaan lalu bosnya mas Rasya menawariku untuk bekerja
di salon milik istrinya.” Kata Angel.
“Ditekuni saja apapun pekerjaan
kita. Diminum dong minumannya.” Kata Kaira.
“Ah iya, setelah ini kau mau
kemana?” Tanya Angel.
“Tidak tau mungkin aku disini
sampai jam pulang sekolahnya Kei.” Kata Kaira.
“Ke supermarket yuk, aku mau
belanja bahan-bahan di dapur untuk persediaan.” Kata Angel.
“Aku sudah lama tidak pernah
belanja kebutuhan dapur, karena pembantuku yang beli.” Kata Kaira.
“Lalu yang memasak setiap hari
siapa?” Tanya Angel.
“Kadang aku kadang juga
pembantuku.” Kata Kaira.
“Lebih kalau urusan dapur kau
saja yang mengurus. Kalau untuk kebersihan rumah baru deh urusan pembantu.” Kata
Angel.
“Seharusnya begitu yah aha, boleh
juga saranmu lebih baik mulai sekarang aku yang mengurus urusan dapur. Mau belanja
sekarang atau kapan?” Tanya Kaira.
“Habiskan dulu makanan dan
__ADS_1
minumanmu. Setelah itu baru kita belanja.” Kata Angel.