
Setelah acara
pesta selesai, Raffa mabuk karena minum alcohol saat di pesta tadi, lalu Viona
membawanya ke salah satu hotel.
“Aku menyukaimu
dan juga mencintaimu tapi kamu selalu memilih Kaira, apa kelebihan dia sehingga
aku kalah darinya. Aku cantik, kaya, pintar dan punya segalanya. Malam ini kamu
harus jadi milikku.” Kata Viona. Lalu Viona dan Raffa pun tidur bersama.
Keesokan
paginya, Raffa kaget karena dia tertidur tanpa memakai baju sehelaipun, dia
juga kaget karena Viona ada disampingnya sambil memeluknya.
“Astaga, apa
yang terjadi padaku. Hei bangun bangun.” Kata Raffa.
“Aku masih
ngantuk, aku lelah karena semalam.” Kata Viona.
“Semalam? Apa
yang terjadi dengan kita? Apakah kita melakukannya? Tidak tidak, aku berjanji
pada diriku tidak akan pernah menyentuhmu.” Kata Raffa.
“Apa kamu lupa semalam
kita bersenang-senang? Kamu bahkan merayuku.” Kata Viona.
“Aku tidak
sadarkan diri semalam, pasti ini semua ulahmu.” Kata Raffa.
“Tidak sadar?
Tapi kita melakukannya dengan sadar, lagipula kita menikah dengan sah jadi apa
salahnya jika kita melakukan hal itu.” Kata Viona.
“Pasti ini semua
rencanamu.” Kata Raffa dengan sangat menyesal.
Lalu mereka
berdua pun kembali ke rumah.
“Ada apa ini kenapa
rumah ini sangat sepi? Kemana Feya dan Arabella?” Tanya Viona.
“Nona Feya
dilarikan ke rumah sakit, dia pingsan.” Kata ART Viona.
“Apa? Kenapa
tidak ada yang menelfonku?” Tanya Raffa.
“Saya sudah
menelfon tuan dan nyonya tapi tidak ada jawaban.” Kata ART Viona.
“Jam berapa dia
dibawa ke rumah sakit?” Tanya Viona.
“Tadi pagi jam 5
nyonya.” Kata ART Viona.
“Aku mau ke
rumah sakit dulu.” Kata Raffa.
“Tidak, kamu harus
ke kantor karena ada meeting. Biar aku yang ke rumah sakit menjenguk Feya.”
Kata Viona.
“Tapi aku ingin
mengetahui keadaan Feya.” Kata Raffa.
“Sudahlah, dia
pasti baik-baik saja, cepat kamu ke kantor saja.” Kata Viona.
“Kabari aku
bagaimana kondisi Feya.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Iya.” Kata
Viona.
Lalu Raffa pergi
ke kantor sedangkan Viona pergi ke rumah sakit menjenguk Feya. Setibanya di
rumah sakit.
“Kamu apakan
anakku sampai dia pingsan? Apakah kamu menyiksa anakku?” Tanya Kaira.
“Hei apa
maksudmu? Aku tidak melakukan apapun padanya, dia sudah besar harusnya dia bisa
menjaga diri sendiri.” Kata Viona.
“Tetap saja kamu
gagal menjaganya.” Kata Kaira.
“Memangnya
kenapa dia bisa pingsan?” Tanya Viona.
“Dokter bilang
kalau dia kelelahan dan belum makan.” Kata Arabella.
“Salah dia
sendiri tidak makan, dirumah aku sudah menyediakan banyak makanan, tapi salah
dia sendiri tidak mau makan. Dia saja yang manja dan tidak bisa menjaga diri.”
Kata Viona.
“Papi kemana?
Kok papi tidak menjengukku?” Tanya Feya.
“Dia sibuk dan
harus bekerja, kamu jangan menyusahkan orang tua ya, cepat sembuh dan cepat
pulang.” Kata Viona.
sakit tapi kamu tega membentaknya, dia akan tinggal bersamaku.” Kata Kaira.
“Memangnya kamu
bisa membiayai hidupnya dan sekolahnya, ingat ya Raffa itu sudah tidak memiliki
apapun, dan asal kalian tau biaya hidup kalian itu berasal dari uangku.” Kata
Viona.
“Aku bisa
membiayai hidup anak-anakku, jadi jangan khawatir. Silahkan pergi dari sini.”
Kata Kaira.
Lalu Viona
menelfon asistennya.
“Hallo, tolong
pindahkan pasien Feya ke ruang biasa jangan vip.” Kata Viona.
“Jangan bunda,
aku mohon. Aku tidak mau di ruangan selain vip.” Kata Feya.
“Sudahlah nak
tidak apa-apa, mami akan menjagamu.” Kata Kaira.
“Ini semua
gara-gara mami, aku tidak mau melihat mami. Aku hanya butuh bunda saat ini.”
Kata Feya.
“Lihat sendiri
kan, aku jauh lebih dibutuhkan saat ini daripada kamu, lebih baik sekarang kamu
pulang.” Kata Viona.
“Dasar wanita
ular, wanita jelmaan iblis.” Kata Kaira.
“Aku tidak
__ADS_1
peduli dengan perkataanmu.” Kata Viona.
“Aku mau menjaga
anakku sampai dia sembuh, setelah itu aku akan pulang.” Kata Kaira.
“Tidak boleh,
lagipula ada suster yang menjaganya. Kamu hanya akan membuatnya manja dan susah
di atur.” Kata Viona.
“Kamu tega
sekali, aku ibunya jadi aku berhak untuk disini.” Kata Kaira.
“Tapi akulah
yang membiayainya.” Kata Viona.
“Aku yang akan
membiayainya, aku tidak butuh uangmu.” Kata Kaira.
“Baiklah, kalau
begitu silahkan pindah dari kamar ini, dan kamu Feya segera kembalikan semua
fasilitas yang bunda berikan padamu. Aku juga tidak akan membiayai sekolah
kamu.” Kata Viona.
“Tidak, aku
tidak mau. Jangan lakukan itu padaku bunda, aku mohon kali ini.” Kata Feya.
“Bunda aku mohon
jangan lakukan itu pada adikku.” Kata Arabella.
“Kamu jangan
ikut campur.” Kata Viona.
“Bunda aku mohon
jangan lakukan itu padaku. Aku janji akan menuruti semua perkataan bunda.” Kata
Feya.
“Untuk apa kamu
memohon padanya, mami bisa membiayai sekolah kamu.” Kata Kaira.
“Lepaskan
tanganku, aku tidak butuh mami.” Kata Feya.
“Oh ya kalian
mulai hari ini keluar dari rumah Raffa, karena rumah itu sekarang menjadi
milikku.” Kata Viona.
“Baik, aku akan
keluar dari rumah itu. Aku tidak butuh bantuanmu.” Kata Kaira.
“Baguslah kalau
begitu.” Kata Viona.
Lalu Feya
memohon dan berlutut didepan Viona.
“Bunda ampuni
aku, aku mohon bunda. Aku hanya mau tinggal dengan bunda dan papi, aku tidak
mau hidup miskin dengan mami.” Kata Feya.
“Lepaskan
tanganku, ayo kita pulang sekarang.” Kata Viona sambil mengajak Arabella.
“Bunda tolong
adikku, dia kasian bunda.” Kata Arabella.
“Lebih baik kamu
diam.” Kata Viona.
“Bunda, aku
mohon jangan lakukan itu padaku.” Kata Feya sambil menangis histeris.
Lalu Raffa
datang.
__ADS_1