Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 30


__ADS_3


Setelah acara


pesta selesai, Raffa mabuk karena minum alcohol saat di pesta tadi, lalu Viona


membawanya ke salah satu hotel.


“Aku menyukaimu


dan juga mencintaimu tapi kamu selalu memilih Kaira, apa kelebihan dia sehingga


aku kalah darinya. Aku cantik, kaya, pintar dan punya segalanya. Malam ini kamu


harus jadi milikku.” Kata Viona. Lalu Viona dan Raffa pun tidur bersama.


Keesokan


paginya, Raffa kaget karena dia tertidur tanpa memakai baju sehelaipun, dia


juga kaget karena Viona ada disampingnya sambil memeluknya.


“Astaga, apa


yang terjadi padaku. Hei bangun bangun.” Kata Raffa.


“Aku masih


ngantuk, aku lelah karena semalam.” Kata Viona.


“Semalam? Apa


yang terjadi dengan kita? Apakah kita melakukannya? Tidak tidak, aku berjanji


pada diriku tidak akan pernah menyentuhmu.” Kata Raffa.


“Apa kamu lupa semalam


kita bersenang-senang? Kamu bahkan merayuku.” Kata Viona.


“Aku tidak


sadarkan diri semalam, pasti ini semua ulahmu.” Kata Raffa.


“Tidak sadar?


Tapi kita melakukannya dengan sadar, lagipula kita menikah dengan sah jadi apa


salahnya jika kita melakukan hal itu.” Kata Viona.


“Pasti ini semua


rencanamu.” Kata Raffa dengan sangat menyesal.


Lalu mereka


berdua pun kembali ke rumah.


“Ada apa ini kenapa


rumah ini sangat sepi? Kemana Feya dan Arabella?” Tanya Viona.


“Nona Feya


dilarikan ke rumah sakit, dia pingsan.” Kata ART Viona.


“Apa? Kenapa


tidak ada yang menelfonku?” Tanya Raffa.


“Saya sudah


menelfon tuan dan nyonya tapi tidak ada jawaban.” Kata ART Viona.


“Jam berapa dia


dibawa ke rumah sakit?” Tanya Viona.


“Tadi pagi jam 5


nyonya.” Kata ART Viona.


“Aku mau ke


rumah sakit dulu.” Kata Raffa.


“Tidak, kamu harus


ke kantor karena ada meeting. Biar aku yang ke rumah sakit menjenguk Feya.”


Kata Viona.


“Tapi aku ingin


mengetahui keadaan Feya.” Kata Raffa.


“Sudahlah, dia


pasti baik-baik saja, cepat kamu ke kantor saja.” Kata Viona.


“Kabari aku


bagaimana kondisi Feya.” Kata Raffa.

__ADS_1


“Iya.” Kata


Viona.


Lalu Raffa pergi


ke kantor sedangkan Viona pergi ke rumah sakit menjenguk Feya. Setibanya di


rumah sakit.


“Kamu apakan


anakku sampai dia pingsan? Apakah kamu menyiksa anakku?” Tanya Kaira.



“Hei apa


maksudmu? Aku tidak melakukan apapun padanya, dia sudah besar harusnya dia bisa


menjaga diri sendiri.” Kata Viona.


“Tetap saja kamu


gagal menjaganya.” Kata Kaira.


“Memangnya


kenapa dia bisa pingsan?” Tanya Viona.


“Dokter bilang


kalau dia kelelahan dan belum makan.” Kata Arabella.


“Salah dia


sendiri tidak makan, dirumah aku sudah menyediakan banyak makanan, tapi salah


dia sendiri tidak mau makan. Dia saja yang manja dan tidak bisa menjaga diri.”


Kata Viona.



“Papi kemana?


Kok papi tidak menjengukku?” Tanya Feya.


“Dia sibuk dan


harus bekerja, kamu jangan menyusahkan orang tua ya, cepat sembuh dan cepat


pulang.” Kata Viona.


sakit tapi kamu tega membentaknya, dia akan tinggal bersamaku.” Kata Kaira.


“Memangnya kamu


bisa membiayai hidupnya dan sekolahnya, ingat ya Raffa itu sudah tidak memiliki


apapun, dan asal kalian tau biaya hidup kalian itu berasal dari uangku.” Kata


Viona.


“Aku bisa


membiayai hidup anak-anakku, jadi jangan khawatir. Silahkan pergi dari sini.”


Kata Kaira.


Lalu Viona


menelfon asistennya.


“Hallo, tolong


pindahkan pasien Feya ke ruang biasa jangan vip.” Kata Viona.


“Jangan bunda,


aku mohon. Aku tidak mau di ruangan selain vip.” Kata Feya.


“Sudahlah nak


tidak apa-apa, mami akan menjagamu.” Kata Kaira.


“Ini semua


gara-gara mami, aku tidak mau melihat mami. Aku hanya butuh bunda saat ini.”


Kata Feya.


“Lihat sendiri


kan, aku jauh lebih dibutuhkan saat ini daripada kamu, lebih baik sekarang kamu


pulang.” Kata Viona.


“Dasar wanita


ular, wanita jelmaan iblis.” Kata Kaira.


“Aku tidak

__ADS_1


peduli dengan perkataanmu.” Kata Viona.


“Aku mau menjaga


anakku sampai dia sembuh, setelah itu aku akan pulang.” Kata Kaira.


“Tidak boleh,


lagipula ada suster yang menjaganya. Kamu hanya akan membuatnya manja dan susah


di atur.” Kata Viona.


“Kamu tega


sekali, aku ibunya jadi aku berhak untuk disini.” Kata Kaira.


“Tapi akulah


yang membiayainya.” Kata Viona.


“Aku yang akan


membiayainya, aku tidak butuh uangmu.” Kata Kaira.


“Baiklah, kalau


begitu silahkan pindah dari kamar ini, dan kamu Feya segera kembalikan semua


fasilitas yang bunda berikan padamu. Aku juga tidak akan membiayai sekolah


kamu.” Kata Viona.


“Tidak, aku


tidak mau. Jangan lakukan itu padaku bunda, aku mohon kali ini.” Kata Feya.



“Bunda aku mohon


jangan lakukan itu pada adikku.” Kata Arabella.


“Kamu jangan


ikut campur.” Kata Viona.


“Bunda aku mohon


jangan lakukan itu padaku. Aku janji akan menuruti semua perkataan bunda.” Kata


Feya.


“Untuk apa kamu


memohon padanya, mami bisa membiayai sekolah kamu.” Kata Kaira.


“Lepaskan


tanganku, aku tidak butuh mami.” Kata Feya.


“Oh ya kalian


mulai hari ini keluar dari rumah Raffa, karena rumah itu sekarang menjadi


milikku.” Kata Viona.


“Baik, aku akan


keluar dari rumah itu. Aku tidak butuh bantuanmu.” Kata Kaira.


“Baguslah kalau


begitu.” Kata Viona.


Lalu Feya


memohon dan berlutut didepan Viona.


“Bunda ampuni


aku, aku mohon bunda. Aku hanya mau tinggal dengan bunda dan papi, aku tidak


mau hidup miskin dengan mami.” Kata Feya.


“Lepaskan


tanganku, ayo kita pulang sekarang.” Kata Viona sambil mengajak Arabella.


“Bunda tolong


adikku, dia kasian bunda.” Kata Arabella.


“Lebih baik kamu


diam.” Kata Viona.


“Bunda, aku


mohon jangan lakukan itu padaku.” Kata Feya sambil menangis histeris.


Lalu Raffa


datang.

__ADS_1


__ADS_2