Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 21


__ADS_3

Raffa duduk di sofa ruang tamu sedangkan Kaira akan kembali kedalam


kamarnya untuk membersihkan luka bekas tamparan Raffa. Ketika Kaira hendak


berdiri menuju kamar, Raffa seketika menjambak rambut Kaira dan karena Kaira


kaget sehingga dia jatuh di pelukan Raffa diatas sofa. Hal tersebut suasana


menjadi canggung.



Entah kenapa jantung Raffa menjadi berdetak sangat


kencang, hingga suasana canggung tersebut berlangsung hingga sekitar 2 menit


hehehe. Apa jangan-jangan si kejam Raffa mulai jatuh cinta dengan cantik


polosnya Kaira yaa???


“Lepaskan aku. Aku mau kembali kedalam kamar.” Kata


Kaira.


“Kau sendiri kenapa jatuh diatasku. Oh apa Kau sengaja


menjatuhkan dirimu diatasku dan Kau berharap Aku akan menolong dan memelukmu.


Jangan terlalu berharap banyak dariku.” Kata Raffa sambil terbata-bata karena


suasana canggung tersebut.


Dalam hati Kaira, ih


siapa juga yang berharap dipeluk sama orang kejam seperti dia, justru dia aja


yang menarikku sehingga Aku sampai terjatuh. Lalu kenapa jantungku jadi


berdetak kencang ya dan kenapa juga Aku tadi tidak segera bangun. Duuuh ****


banget deh Gue.


Karena selama pacaran, dia tidak pernah berpelukan

__ADS_1


paling hanya sekedar bergandengan tangan. Dan hal tersebut pertama kalinya


dialami oleh Kaira.


**


Didalam kamar, Rasya menelfon Kaira.


“Hallo Ra, apa Kau baik-baik saja? Bagaimana lukamu


apa sudah diobati? Masih memar tidak?” Tanya Rasya kepada Kaira.


Jadi sewaktu Kaira dan Raffa bertengkar, tidak sengaja


Rasya berada dibalik pintu rumah mereka. Rasya sebenarnya ingin menemui Raffa


karena ingin berbincang-bincang masalah pekerjaan, namun saat akan masuk rumah,


Rasya mendengar semua percakapan Kaira dan Raffa. Oleh karena itu Rasya tidak


jadi masuk dan mendengarkan percakapan mereka. Awalnya Rasya ingin masuk rumah


dan melerai mereka sekaligus menolong Kaira. Namun tidak jadi masuk karena


melihat perlawanan Kaira yang cukup berani.


Memangnya kenapa?”


“Tiba-tiba khawatir aja. Besok siang Gue jemput Loe


ya, kita makan siang bareng, ada yang mau Gue bicarain. Yauda kalo gitu, jaga


dirimu baik-baik. Bye!” Kata Rasya.


Dalam hati Kaira, kenapa


ya kok tiba-tiba nanyain kabarku. Besok ngajak makan siang lagi, tapi yauda lah


itung-itung sambil refreshing biar ga jenuh Gue dirumah ini.


**


Keesokan harinya

__ADS_1


Hari minggu tiba, Kaira dan Raffa berada dirumah.


Raffa turun dari kamarnya menuju lantai satu untuk sarapan, sedangkan Kaira


berada diruang tamu sambil makan cemilan dan nonton tv.


“Kok kosong meja makannya? Mana pembantunya?” Tanya


Raffa.


“Semua pembantu sedang pulang kampong.” Jawab Kaira.


“What? Kenapa tidak ada yang bilang denganku? Kenapa juga


bisa bebarengan gitu pulkamnya? Berani banget mereka ya, awas aja nanti kalau


pas mereka balik lagi, aku potong aja gajinya.” Kata Raffa.


“Mereka aku suruh pulang. Jangan pernah potong gaji


mereka. Oh ya Aku juga sudah suruh para satpam dan supir pribadi untuk ambil


cuti libur.” Jawabku dengan tegas.


“Apa? Berani sekali Kau ya mengatur mereka. Aku yang


menggaji mereka jadi hanya Aku yang boleh mengatur mereka dan tidak bisa


seenaknya libur tanpa seijinku.” Kata Raffa.


“Apa? Kau mau apa? Kau mau menampar dan mengancamku? Masih


ingat kan dengan perjanjian kita semalam? Aku berhak melakukan apapun yang


kumau dan Kau tidak berhak mengancamku. Lagipula kasian juga kan mereka sudah


lama sekali tidak ada jatah libur dan jarang pulang kampung lagi.” Jawabku.


Mendengar jawaban


Kaira membuat Raffa semakin marah namun harus menahan amarah karena perjanjian


semalam yang mereka buat. Ingin rasanya Raffa menampar dan menghukum Kaira,

__ADS_1


namun ia takut Kaira akan melaporkan semua kelakuannya kepada kedua orang


tuanya, sehingga dia hanya diam saja menuju ke dapur untuk sarapan.


__ADS_2