
Raffa duduk di sofa ruang tamu sedangkan Kaira akan kembali kedalam
kamarnya untuk membersihkan luka bekas tamparan Raffa. Ketika Kaira hendak
berdiri menuju kamar, Raffa seketika menjambak rambut Kaira dan karena Kaira
kaget sehingga dia jatuh di pelukan Raffa diatas sofa. Hal tersebut suasana
menjadi canggung.
Entah kenapa jantung Raffa menjadi berdetak sangat
kencang, hingga suasana canggung tersebut berlangsung hingga sekitar 2 menit
hehehe. Apa jangan-jangan si kejam Raffa mulai jatuh cinta dengan cantik
polosnya Kaira yaa???
“Lepaskan aku. Aku mau kembali kedalam kamar.” Kata
Kaira.
“Kau sendiri kenapa jatuh diatasku. Oh apa Kau sengaja
menjatuhkan dirimu diatasku dan Kau berharap Aku akan menolong dan memelukmu.
Jangan terlalu berharap banyak dariku.” Kata Raffa sambil terbata-bata karena
suasana canggung tersebut.
Dalam hati Kaira, ih
siapa juga yang berharap dipeluk sama orang kejam seperti dia, justru dia aja
yang menarikku sehingga Aku sampai terjatuh. Lalu kenapa jantungku jadi
berdetak kencang ya dan kenapa juga Aku tadi tidak segera bangun. Duuuh ****
banget deh Gue.
Karena selama pacaran, dia tidak pernah berpelukan
__ADS_1
paling hanya sekedar bergandengan tangan. Dan hal tersebut pertama kalinya
dialami oleh Kaira.
**
Didalam kamar, Rasya menelfon Kaira.
“Hallo Ra, apa Kau baik-baik saja? Bagaimana lukamu
apa sudah diobati? Masih memar tidak?” Tanya Rasya kepada Kaira.
Jadi sewaktu Kaira dan Raffa bertengkar, tidak sengaja
Rasya berada dibalik pintu rumah mereka. Rasya sebenarnya ingin menemui Raffa
karena ingin berbincang-bincang masalah pekerjaan, namun saat akan masuk rumah,
Rasya mendengar semua percakapan Kaira dan Raffa. Oleh karena itu Rasya tidak
jadi masuk dan mendengarkan percakapan mereka. Awalnya Rasya ingin masuk rumah
dan melerai mereka sekaligus menolong Kaira. Namun tidak jadi masuk karena
melihat perlawanan Kaira yang cukup berani.
Memangnya kenapa?”
“Tiba-tiba khawatir aja. Besok siang Gue jemput Loe
ya, kita makan siang bareng, ada yang mau Gue bicarain. Yauda kalo gitu, jaga
dirimu baik-baik. Bye!” Kata Rasya.
Dalam hati Kaira, kenapa
ya kok tiba-tiba nanyain kabarku. Besok ngajak makan siang lagi, tapi yauda lah
itung-itung sambil refreshing biar ga jenuh Gue dirumah ini.
**
Keesokan harinya
__ADS_1
Hari minggu tiba, Kaira dan Raffa berada dirumah.
Raffa turun dari kamarnya menuju lantai satu untuk sarapan, sedangkan Kaira
berada diruang tamu sambil makan cemilan dan nonton tv.
“Kok kosong meja makannya? Mana pembantunya?” Tanya
Raffa.
“Semua pembantu sedang pulang kampong.” Jawab Kaira.
“What? Kenapa tidak ada yang bilang denganku? Kenapa juga
bisa bebarengan gitu pulkamnya? Berani banget mereka ya, awas aja nanti kalau
pas mereka balik lagi, aku potong aja gajinya.” Kata Raffa.
“Mereka aku suruh pulang. Jangan pernah potong gaji
mereka. Oh ya Aku juga sudah suruh para satpam dan supir pribadi untuk ambil
cuti libur.” Jawabku dengan tegas.
“Apa? Berani sekali Kau ya mengatur mereka. Aku yang
menggaji mereka jadi hanya Aku yang boleh mengatur mereka dan tidak bisa
seenaknya libur tanpa seijinku.” Kata Raffa.
“Apa? Kau mau apa? Kau mau menampar dan mengancamku? Masih
ingat kan dengan perjanjian kita semalam? Aku berhak melakukan apapun yang
kumau dan Kau tidak berhak mengancamku. Lagipula kasian juga kan mereka sudah
lama sekali tidak ada jatah libur dan jarang pulang kampung lagi.” Jawabku.
Mendengar jawaban
Kaira membuat Raffa semakin marah namun harus menahan amarah karena perjanjian
semalam yang mereka buat. Ingin rasanya Raffa menampar dan menghukum Kaira,
__ADS_1
namun ia takut Kaira akan melaporkan semua kelakuannya kepada kedua orang
tuanya, sehingga dia hanya diam saja menuju ke dapur untuk sarapan.