Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Season 3 Part 25


__ADS_3

Raffa, Viona dan Arabella tinggal


bersama.


“Aku harus pergi menemui Kaira.”


Kata Raffa.


“Jika kamu menemuinya, aku akan


memberitahu Arabella bahwa kamu yang membunuh ibu kandungnya.” Kata Viona.



“Tidak bisa begitu, aku bahkan


telah memenuhi keingiananmu, jadi kamu tidak bisa mengancamku seperti ini.”


Kata Raffa.


“Aku yang mengaturmu jadi kamu


harus menuruti semua perkataanku.” Kata Viona.


“Aku seorang laki-laki dan juga


kepala keluarga jadi seharusnya kamu yang menuruti perintahku.” Kata Raffa.


“Apa kamu lupa dengan perjanjian


itu?” Kata Viona, akhirnya Raffa pun luluh.


“Bersiaplah, kita akan pergi


bertemu dengan salah satu investor kenalanku.” Kata Viona.


“Siapa dia?” Tanya Raffa.


“Dia adalah investor kenalanku


yang juga akan bekerjasama dengan perusahaan kita.” Kata Viona.


**


“Selamat pagi papi dan bunda.”


Kata Arabella.


“Selamat pagi.” Kata Raffa dan


Viona.


“Ini untuk kalian.” Kata Arabella


memberikan kado untuk mereka.


“Apa ini?” Tanya Viona.


“Tiket pesawat untuk kalian


berdua, hadiah dari Jerry. Maaf ya kemarin dia tidak bisa datang karena dia


sedang sibuk.” Kata Arabella.


“Astaga kenapa dia repot-repot


memberikan hadiah tiket liburan.” Kata Viona.


“Tiket liburan sekaligus


honeymoon hehe.” Kata Arabella.


“Kalau begitu ikutlah juga, ajak


dia juga berlibur bersama kami.” Kata Viona.


“Memangnya boleh?” Tanya


Arabella.


“Boleh, papi sama bunda pergi


dulu ya.” Kata Raffa.


**

__ADS_1


Kaira menelfon Raffa, namun Raffa


sedang pergi ke toilet sehingga Viona yang menerima panggilan itu.


“Ada apa?” Tanya Viona.


“Dimana Raffa? Ada yang ingin aku


bicarakan dengannya.” Kata Kaira.


“Dia sedang sibuk, kamu hanya


akan mengganggunya dan menghambatnya.” Kata Viona.


“Apa kamu bilang? Ingat ya aku


masih istri sah nya Raffa.” Kata Kaira.


“Bilang saja padaku, nanti aku


akan memberitahunya.” Kata Viona.


“Suruh pulang ke rumahku hari


ini, ada masalah penting terkait Kei.” Kata Kaira.


“Ada apa dengan Kei?” Tanya


Viona.


“Dia tidak sengaja menabrak


seseorang dan dia ingin menuntut Kei.” Kata Kaira.


“Dimana dia sekarang?” Tanya


Viona.


“Dia sedang di kantor polisi, aku


butuh Raffa saat ini juga.” Kata Kaira.


Tidak lama kemudian Raffa kembali


dari toilet.


ada urusan, tolong temui kenalanku ya, aku sudah bilang padanya agar dia


bekerjasama dengan kita, dia juga sudah setuju kok.” Kata Viona.


“Ok baiklah, hati-hati dijalan.”


Kata Raffa.


“Terima kasih.” Kata Viona sambil


memeluk suaminya.


“Lepaskan aku.” Kata Raffa.


“Jangan berisik, banyak orang


yang melihat kita, apa pendapat mereka jika mereka tau bahwa pernikahan kita


hanya untuk menyelamatkan perusahaanmu saja.” Bisik Viona. Lalu Raffa mencium


istrinya.


“Pergilah, jangan khawatirkan


aku.” Kata Raffa.


**


Viona pergi ke kantor polisi


dengan didampingi oleh seorang pengacara.



“Segera bereskan masalah ini.”


Kata Viona kepada pengacara tersebut.


“Baik bu Viona.” Kata pengacara

__ADS_1


tersebut.


“Keluarga korban bersikeras untuk


menuntut Kei agar dia dipenjara.” Kata Kaira.


“Jangan khawatir, bu Viona sudah


mengurus semuanya dan mmeberikan sejumlah uang untuk keluarga korban.” Kata


pengacara tersebut.


Akhirnya Kei pun dibebaskan.


“Terima kasih banyak ya.” Kata


Viona kepada pengacara tersebut.


“Sama-sama bu, memangnya dia


siapa bu?” Tanya pengacara tersebut.


“Dia anak tiriku tapi aku sudah


menganggapnya sebagai anakku sendiri, aku aka membayarmu dengan baik.” Kata


Viona.


“Terima kasih banyak bu Viona,


kalau begitu saya permisi dulu.” Kata pengacara tersebut.


Kaira merasa lega karena anaknya


sudah bebas.


“Syukurlah sayang akhirnya kamu


bebas.” Kata Kaira.


“Terima kasih banyak.” Kata Kei


kepada Viona.


“Mobilmu sudah saatnya ganti, itu


tidak layak untuk dipakai lagi apalagi mobil itu membuatmu celaka. Bunda akan


membelikanmu mobil baru, kembalilah pulang kamu harus istirahat.” Kata Viona.


“Ayo kita pulang nak.” Kata


Kaira.


“Apakah kamu tidak ingin menemui


papi kamu?” Tanya Viona.


“Bukankah papi sangat sibuk?”


Tanya Kei.


“Pulanglah ke rumah papi kamu,


bagaimanapun juga dia adalah papi kamu, kamu harus bisa terima semua kenyataan


ini.” Kata Viona.


“Tidak usah ikut campur dengan


anakku.” Kata Kaira kepada Viona.


“Kalau aku tidak ikut campur


pasti saat ini Kei masih mendekam di penjara. Ibu macam apa kamu yang


membiarkan anak sendiri mendekam di penjara.” Kata Viona.


“Aku meminta Raffa untuk datang


kesini bukan kamu yang datang kesini.” Kata Kaira.


“Silahkan telfon Raffa dan suruh


datang kesini sekarang juga. Dia itu sudah berpaling darimu jadi jangan terlalu

__ADS_1


berharap lebih.” Kata Viona.


__ADS_2