Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 12


__ADS_3

Adena bersiap-siap untuk pulang ke


rumah, dia pun segera menuju ke tempat parkir mobil. Betapa terkejutnya dia


karena spion kaca mobil miliknya rusak seperti tertabrak oleh mobil lain.


“Astaga kenapa spion mobilku?


Kenapa bisa pecah begini, aduh siapa sih yang menabrak spion mobilku, mana


sudah malam lagi.” Gerutu Adena.


Sialnya lagi ternyata ban mobilnya


bocor sehingga harus diganti dengan ban cadangan.


“Sial banget aku hari ini, spion


mobil pecah ditambah lagi ban mobil bocor lagi. Aku minta tolong pak satpam


saja lah untuk mengganti ban mobilku tapi jam segini dimana ya bengkel mobil


yang masih buka, sudah jam 9 malam lagi.” Kata Adena sangat marah.


Tiba-tiba ada klakson berbunyi.


“Ini lagi siapa sih, bikin kesal


saja.” Gerutu Adena. Ternyata itu mobil milik Aidan.


“Bukannya itu mobil milik pak


Aidan, bukannya dia tadi pulang satu jam sebelumku kenapa dia masih disini ya.”


Kata Adena dalam hati.


Mobil Aidan pun menghampiri Adena.


“Kenapa mobilmu?” Tanya Aidan.


“Sepertinya ada yang menabrak


spion mobil saya pak, sialnya lagi ban mobil saya bocor. Bukannya bapak sudah


pulang dari tadi ya, kenapa masih disini pak.” Kata Adena.


“Barang saya ada yang tertinggal


di lobby, masuklah kedalam. Aku akan mengantarmu pulang.” Kata Aidan.


“Tidak perlu pak, saya hanya butuh


seseorang untuk mengganti ban mobil saya saja, saya tidak butuh tumpangan.”


Kata Adena menolak bantuan Aidan dengan tegas.


“Nanti aku akan menyuruh supir

__ADS_1


pribadiku untuk mengurus mobilmu, lagipula ini sudah malam jadi cepatlah masuk


kedalam mobil.” Kata Aidan.


“Bagaimana ini? Aku tidak mau ada


gosip baru apalagi sampai jatuh hati sama pak Aidan tapi aku juga ingin segera


kembali pulang.” Kata Adena dalam hati.


“Ayo cepat masuk.” Kata Aidan.


“Lalu mobil saya bagaimana pak?”


Tanya Adena.


“Besok kamu naik taksi online


saja, tawaranku tidak bertahan lama loh. Masuk atau tidak? Setelah ini parkiran


mobil akan dimatikan lampunya loh.” Kata Aidan.


Tanpa berkata-kata akhirnya Adena


pun masuk kedalam mobil Aidan.


Di perjalanan


Adena hanya diam saja, begitu pula


“Kamu sudah makan belum?” Tanya


Aidan.


“Saya makan dirumah nanti pak.”


Kata Adena.


“Oh iya? Kamu setiap hari masak


atau art yang memasak?” Tanya Aidan.


“Saya sendiri yang masak, saya


harus masak karena ada anak dirumah.” Kata Adena.


“Oh iya, berarti sekarang Abercio


dirumah sendiri?” Tanya Aidan.


“Ada art yang menjaga dia pak,


kadang juga ibu saya ke rumah untuk menjaga Abercio.” Kata Adena.


“Lalu sekolahnya? Kamu sendiri


yang mengantar jemput?” Tanya Aidan.

__ADS_1


“Ada mobil untuk antar jemput


sekolah pak.” Jawab Adena singkat.


“Oh begitu, aduh perutku lapar


sekali sepertinya aku tidak bisa mengantarmu sampai rumah.” Kata Aidan.


“Biar saya saja yang mengemudi


pak, saya antarkan bapak sampai rumah bapak, setelah itu saya akan naik taksi


online untuk pulang.” Kata Adena.


“Tidak tidak, kita lebih baik


makan dulu saja, kita ke restoran ya.” Kata Aidan.


“Tidak perlu repot-repot pak,


kalau begitu saya turun disini saja pak, saya bisa naik taksi online. Terima kasih


banyak ya pak.” Kata Adena.


“Jadi seperti ini caramu berterima


kasih?” Kata Aidan.


“Saya tidak meminta bantuan bapak


tapi bapak yang menawari saya.” Kata Adena.


“Tapi kamu naik mobilku dan bahkan


aku membantu membenahi mobilmu dengan mengirim supirku.” Kata Aidan.


“Maaf tapi saya harus segera


pulang pak karena anak saya menunggu saya dirumah pak, saya harap bapak bisa


mengerti.” Kata Adena.


“Tapi kamu juga harus


bertanggungjawab dengan perut saya.” Kata Aidan.


“Kalau bapak mau, dirumah saya ada


banyak makanan, karena tadi saya masak banyak.” Kata Adena.


“Kalau begitu buatkan aku makan


malam yang enak.” Kata Aidan.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Adena


sambil menghela nafas panjang karena menahan amarah.

__ADS_1


__ADS_2