Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 47


__ADS_3

Kemudian Arka ke ruangan Raffa untuk menghampiri Kaira.


“Maaf,


apakah ibu butuh bantuan atau ada yang ibu butuhkan?” Tanya Arka.


“Oh tidak


ada. Eh apa boleh saya jalan-jalan sambil lihat-lihat hotel milik suami saya.


Jujur ini pertama kalinya saya ke kantor.” Tanya Kaira.


“Mari saya antarkan keliling hotel ini bu.” Jawab Arka.


“Jangan panggil saya bu, panggil saja Kaira.” Kata Kaira.


“Maaf, saya harus memanggil ibu karena anda adalah istri dari bos saya.” Jawab Arka.


“Yauda terserah deh. Oh kita mau kemana dulu?” Tanya Kaira.


“Saya


akan antarkan ibu ke sweet swimming pool terlebih dahulu. Disana bagus untuk foto


dan banyak pepohonan juga jadi sangat teduh sekali.” Kata Arka.


“Waah dari namanya aja kayaknya emang bagus deh.” Kata Kaira.


Setibanya di sweet swimming pool



“Waaah


indah banget. Aku jadi pengen renang deh.” Kata kaira sambil berlarian


dipinggir kolam dan langsung asyik berselfie.


“Hati-hati bu, nanti takut tercebur.” Kata Arka.


“Nggak


kok. Oh ya minta tolong fotoin dong disini boleh nggak?” Pinta Kaira.


“Boleh


bu, mari saya foto dulu.” Kata Arka sambil mengambil foto Kaira dari berbagai


sudut agar terlihat bagus.


“Coba lihat hasilnya dong.”


Dan


tiba-tiba byurrrrrrr Kaira tercebur di kolam renang dan Arka yang melihatnya


segera menolongnya karena Kaira hampir tenggelam. .


“Terimakasih sudah menolongku.” Kata Kaira.


“Iya


sama-sama bu. Mari saya antar kedalam disana tersedia beberapa baju. Karena


sepertinya ibu tidak membawa baju ganti.” Kata Arka.


Tiba-tiba ponsel milik Arka bordering dan ada telfon masuk dari Raffa.


“Iya pak ada yang bisa dibantu?” Tanya Arka.


“Nanti kau antar pulang istriku aku ada urusan mendadak.” Perintah Raffa.


“Baik pak.” Jawab Arka.


“Raffa ya? Dia uda selesai belom? Kok tumben ” Tanya Kaira.


“Iya. Dia


ada urusan mendadak dan saya disuruh mengantar bu Kaira pulang sekarang. Mari


saya antar pulang bu.” Kata Arka.


“Kok dia nggak bilang ke aku ya?” Tanya Kaira dengan heran.


“Mungkin

__ADS_1


tadi pak Raffa terburu-buru jadi tidak sempat mengabari ibu. Nanti mungkin


bapak mengabari ibu.” Kata Arka. Sebenarnya Arka tau apa yang sedang terjadi


namun dia tidak ingin memberi tahu kepada Kaira, karena tadi Raffa mengirimkan


pesan singkat kepada Arka yang isinya adalah.


“Amelia mengalami kecelakaan dan aku harus segera


pergi. Segera antar Kaira pulang.”


“Urusan kerjaan kan atau dia meeting ke tempat lain ya?” Tanya Kaira.


“Iya bu dia ada meeting.” Jawab Arka.


“Memangnya meeting dimana?” Tanya Kaira.


“Maaf bu


itu urusan kerjaan jadi saya tidak bisa memberikan informasi kepada orang lain.”


Jawab Arka.


“Saya kan


istri bos kamu dan saya bukan orang lain. Kamu tidak usah takut saya tidak akan


menyalahkan kamu kok. Saya cuma ingin tau dia meeting dimana sebenarnya?” Tanya


Kaira.


“Mohon maaf bu itu privasi perusahaan kami.” Jawab Arka.


“Baiklah


kalau kamu tidak mau ngasih tau aku akan bilang ke suamiku untuk pecat kamu


karena kamu tidak menuruti perkataan saya.” Ancam Kaira.


“Jangan bu


saya mohon jangan lakukan itu. Saya harus membiayai orang tua saya dan adik


saya kuliah.” Kata Arka dengan memohon.


sekarang aku minta untuk jujur kepadaku. Aku mohon katakan yang sebenarnya Raffa


sekarang pergi kemana?” Tanya Kaira. Lalu Arka menunjukkan pesan singkat dari


Raffa kepada Kaira. Kaira syok membaca pesan tersebut.


“Amelia itu siapa?” Tanya Kaira.


“Sekarang


saya antar ibu ganti baju dulu ya, nanti ibu bisa masuk angin. Setelah itu saya


janji akan cerita semuanya kepada ibu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa


Amelia itu. Mari saya ambilkan baju ganti dulu.” Ajak Arka.


Lalu


mereka segera menuju ruang kerja Raffa dan disana Kaira segera memakai baju


ganti yang telah disiapkan oleh Arka. Kaira duduk di pojokan dan terlihat sedih


lalu.



“Ibu


harus sabar dan kuat jika ingin melawan Pak Raffa. Saya bisa bantu jika ibu


mau.” Kata Arka.


“Benarkah kamu mau bantu aku?” Tanya Kaira.


“Apa yang harus saya lakukan bu?” Tanya Arka.


“Pertama


jangan panggil saya ibu, kedua aku ingin dia menyesal telah menghianatiku dan

__ADS_1


aku ingin dia jadi milikku seutuhnya bahkan aku ingin dia cemburu denganku. Apa


kau mau jadi kekasihku agar dia cemburu kepadaku?” Tanya Kaira.


“Haa? Kekasih ibu?” Tanya balik Arka.


“Jangan


panggil ibu, panggil saja Kaira. Sepertinya kita seumuran. Gimana kau mau bantu


aku kan?” Tanya Kaira.


“Baik.” Jawab Arka dengan malu-malu.


“Sekarang


antarkan aku ke tempat Raffa sekarang juga. Dia sekarang di rumah sakit kan?”


Kata Kaira.


“Iya. Kau yakin kita harus kesana?” Tanya Arka.


“Iya. Ayo


berangkat sekarang. Aku mau mengumpulkan beberapa bukti.” Kata Kaira.


“Baik. Ayo


berangkat sekarang kalau gitu.” Kata Arka.


“Dirumah sakit mana mereka?” Tanya Kaira.


“Di RS Medika Kai.” Kata Arka. Tiba-tiba Kaira tersenyum sambil cekikikan.


“Abis


kamu panggilnya lucu sih. Baru kali ini ada yang manggil gue Kai, biasanya


selalu dipanggil Ra.” Jawab Kaira.


“Hahaha abis gue juga bingung mau panggil apa.” Kata Arka.


“Iya juga sih.” Kata Kaira.


“Uda sampai nih. Oh ya jangan sampai kita ketahuan ya Kai.” Kata Arka.


“Iya. Kita mesti sembunyi-sembunyi.” Kata Kaira.


Lalu mereka segera turun dan menuju ke resepsionis.


“Permisi,


saya keluarga dari pasien kecelakaan bernama Amelia. Dia sedang dirawat dimana


ya?” Tanya Arka kepada resepsionis.


“Dengan bapak siapa ya?” Tanya resepsionisnya.


“Saya teman sekolahnya, bapak ardiansyah.” Jawab Arka.


“Ibu Amelia sedang dirawat di ruang mawar 07 di lantai 3.” Kata resepsionisnya.


“Baik, terimakasih.” Kata Arka.


Sesampainya


didepan ruang tersebut, terlihat Raffa sedang menemani Amelia bahkan


menggenggam erat tangannya serta mencium keningnya. Kaira yang melihatnya


hingga meneteskan air mata lalu Arka segera menarik tangannya dan membawanya ke tempat lain agar Kaira tidak melihat Raffa,


lalu tangisan Kaira pecah.


Beberapa menit


kemudian setelah Kaira tenang, Arka mengajaknya ke kantin untuk makan. Arka membawakannya


makanan untuk Kaira.


“Makan


dulu, nanti lapar loh. Mau balas dendam harus ada tenaga dong. Nih makan dulu.”


Kata Arka.

__ADS_1


“Makasih ya.” Jawab Kaira.


__ADS_2