
Raffa sangat kesal karena baru
mengetahui keburukan Rasya dan Angel, bahkan dia merasa bersalah dengan dirinya
dan juga dengan Kaira. Tiba-tiba Kaira menelfon Raffa.
“Hallo kau sekarang dimana mas?” Tanya Kaira.
“Aku sedang dijalan menuju kantor, ada apa?” Tanya Raffa.
“Bisakah kau jemput aku? Aku sedang di supermarket dan terjebak hujan, aku tidak membawa payung. Bisa tidak
jemput aku sekarang mas?” Tanya Kaira.
“Kau tunggu saja sampai reda hujannya, aku sedang sibuk dan banyak pikiran.” Kata Raffa lalu menutup telfon.
“Tega banget sih dia menyuruhku
menunggu hujan sampai reda, ada apa ya. Apa dia sedang kena masalah apa
jangan-jangan dia habis bertemu dengan Rasya atau Angel. Aduh bisa gawat nih.
Hujan lekaslah berhenti, sudah sejam aku disini.” Kata Kaira dalam hati.
Hujan semakin deras sehingga
Kaira tidak bisa pulang dan terpaksa harus menunggu hingga hujan reda. Tak
terasa sudah semakin sore dan Kaira masih menunggu, akhirnya karena takut
terlalu malam Kaira terpaksa pulang meskipun hujan juga semakin deras.
Setibanya dirumah, Kaira basah kuyup dan dia semakin kesal karena ternyata
suaminya sudah berada dirumah.
“Mas kau dimana? Jadi kau sudah dirumah? Tega sekali kau tidak mau menjemputku, aku sampai basah kuyup
kehujanan seperti ini.” Tanya Kaira kesal.
“Aku barusan sampai rumah. Aku kira kau sudah dirumah dari tadi.” Jawab Raffa.
__ADS_1
“Kau ada ponsel kan kenapa tidak menelfonku? Kau kenapa seperti orang yang kebingungan begini sih?” Kata Kaira kesal.
“Maafkan aku, aku memang sedang ada masalah. Segera ganti bajumu nanti kau bisa masuk angin.” Kata Raffa
khawatir.
“Kalau memang kau khawatir padaku harusnya sejak tadi kau menjemputku.” Kata Kaira kesal lalu dia segera
membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Setelah itu dia menuju dapur untuk
masak makan malam.
“Masak apa sayang?” Tanya Raffa. Namun Kaira diam tidak menjawab pertanyaan suaminya.
“Kau masih marah padaku ya sayang? Aku benar-benar minta maaf.” Kata Raffa.
“Kau selalu saja seperti itu, melakukan kesalahan lalu dengan mudahnya meminta maaf. Pantas saja kau selalu
diberi masalah sampai kau bingung seperti ini. Itu karena kau selalu menggampangkan sesuatu hal dan ujung-ujungnya meminta maaf.” Kata Kaira kesal lalu pergi dan masuk kamar.
“Aku tadi bertemu dengan Rasya dan juga Angel. Ternyata mereka adalah pasangan suami istri dan Rasya adalah
salah satu pemilik hotel A, namun mereka menolak kerjasama dengan restoranku
aku miliki. Aku saja syok mengatahui ini barusan sehingga aku tidak bisa
berfikir dengan jernih sayang. Tolong mengerti sayang.” Jelas Raffa.
“Jadi kau bertemu dengan mereka berdua? Bertemu dimana?” Tanya Kaira.
“Di bandara, tapi Rasya sekarang pergi ke luar negeri untuk urusan bisnisnya sedangkan Angel aku tidak tau
dimana rumahnya.” Kata Raffa.
“Kau suruh orang saja untuk membuntuti si Angel. Memangnya kau mau apakan dia? Kau mau hajar dia kau mau pukul dia? Percuma mas yang ada malah dia menertawakan kebodohanmu.” Kata Kaira.
“Aku sangat kesal dengannya, tega sekali dia melakukan itu semua padaku dan memanfaatkanku seperti itu.” Kata
Raffa kesal.
“Mungkin itu hukuman untukmu karena memperlakukanku tidak baik saat itu mas. Sudahlah jangan memikirkan si
__ADS_1
Angel, lebih baik kau fokus dengan restoranmu saja, kalau kau bertindak mereka
pasti juga tidak akan tinggal diam mas.” Kata Kaira.
“Kau menyuruhku untuk diam?” Tanya Raffa.
“Pikirkan juga dampaknya bagi keluargamu terutama istrimu. Dia pasti tidak segan-segan untuk mencelakaiku
jika kau bertindak melawannya mas.” Kata Kaira.
“Bagaimana aku hanya bisa diam saja melihat saudaraku sendiri tega melakukan itu semua padaku kakak
kandungnya.” Kata Raffa kesal.
“Sabar inilah ujianmu, kau ingat-ingat kembali masa lalumu yang seperti itu. Mana ada wanita yang tidak
kesal diperlakukan seperti itu oleh lelakinya, jadi jangan menyalahkan Angel.
Bukannya aku membela dia tapi seandainya aku ada di posisi dia mungkin aku juga
bisa melakukan yang lebih dari itu. Kalau kau tidak ingin bermasalah jangan
cari masalah. Kalau kau ingin kau baik-baik saja perbaiki dulu dirimu mas.”
Kata Kaira.
Lalu Kaira masuk kedalam kamar begitu juga dengan Raffa.
“Tidurlah mas tenangkan pikiranmu. Aku tau apa yang saat ini sedang kau pikirkan tapi kau harus sadar
bahwa kau saat ini adalah seorang kepala keluarga dan juga calon ayah. Jadi kau
harus bersikap lebih dewasa lagi.” Kata Kaira.
“Calon ayah? Kau hamil?” Tanya Raffa.
“Harusnya aku memberitahu kabar gembira ini disaat kita sedang happy bukannya disaat seperti ini.” Kata Kaira.
“Kau serius hamil sayang?” Tanya Raffa penasaran.
“Iya.” Jawab Kaira.
__ADS_1
“Waaaaw akhirnya aku akan jadi seorang ayah. Terimakasih sayang, aku janji akan lebih perhatian lagi
denganmu.” Kata Raffa sambil memeluk erat istrinya.