Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 108


__ADS_3

Raffa sangat kesal karena baru


mengetahui keburukan Rasya dan Angel, bahkan dia merasa bersalah dengan dirinya


dan juga dengan Kaira. Tiba-tiba Kaira menelfon Raffa.


“Hallo kau sekarang dimana mas?” Tanya Kaira.


“Aku sedang dijalan menuju kantor, ada apa?” Tanya Raffa.


“Bisakah kau jemput aku? Aku sedang di supermarket dan terjebak hujan, aku tidak membawa payung. Bisa tidak


jemput aku sekarang mas?” Tanya Kaira.


“Kau tunggu saja sampai reda hujannya, aku sedang sibuk dan banyak pikiran.” Kata Raffa lalu menutup telfon.


“Tega banget sih dia menyuruhku


menunggu hujan sampai reda, ada apa ya. Apa dia sedang kena masalah apa


jangan-jangan dia habis bertemu dengan Rasya atau Angel. Aduh bisa gawat nih.


Hujan lekaslah berhenti, sudah sejam aku disini.” Kata Kaira dalam hati.


Hujan semakin deras sehingga


Kaira tidak bisa pulang dan terpaksa harus menunggu hingga hujan reda. Tak


terasa sudah semakin sore dan Kaira masih menunggu, akhirnya karena takut


terlalu malam Kaira terpaksa pulang meskipun hujan juga semakin deras.


Setibanya dirumah, Kaira basah kuyup dan dia semakin kesal karena ternyata


suaminya sudah berada dirumah.


“Mas kau dimana? Jadi kau sudah dirumah? Tega sekali kau tidak mau menjemputku, aku sampai basah kuyup


kehujanan seperti ini.” Tanya Kaira kesal.


“Aku barusan sampai rumah. Aku kira kau sudah dirumah dari tadi.” Jawab Raffa.

__ADS_1


“Kau ada ponsel kan kenapa tidak menelfonku? Kau kenapa seperti orang yang kebingungan begini sih?” Kata Kaira kesal.


“Maafkan aku, aku memang sedang ada masalah. Segera ganti bajumu nanti kau bisa masuk angin.” Kata Raffa


khawatir.


“Kalau memang kau khawatir padaku harusnya sejak tadi kau menjemputku.” Kata Kaira kesal lalu dia segera


membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Setelah itu dia menuju dapur untuk


masak makan malam.


“Masak apa sayang?” Tanya Raffa. Namun Kaira diam tidak menjawab pertanyaan suaminya.


“Kau masih marah padaku ya sayang? Aku benar-benar minta maaf.” Kata Raffa.


“Kau selalu saja seperti itu, melakukan kesalahan lalu dengan mudahnya meminta maaf. Pantas saja kau selalu


diberi masalah sampai kau bingung seperti ini. Itu karena kau selalu menggampangkan sesuatu hal dan ujung-ujungnya meminta maaf.” Kata Kaira kesal lalu pergi dan masuk kamar.


“Aku tadi bertemu dengan Rasya dan juga Angel. Ternyata mereka adalah pasangan suami istri dan Rasya adalah


salah satu pemilik hotel A, namun mereka menolak kerjasama dengan restoranku


aku miliki. Aku saja syok mengatahui ini barusan sehingga aku tidak bisa


berfikir dengan jernih sayang. Tolong mengerti sayang.” Jelas Raffa.


“Jadi kau bertemu dengan mereka berdua? Bertemu dimana?” Tanya Kaira.


“Di bandara, tapi Rasya sekarang pergi ke luar negeri untuk urusan bisnisnya sedangkan Angel aku tidak tau


dimana rumahnya.” Kata Raffa.


“Kau suruh orang saja untuk membuntuti si Angel. Memangnya kau mau apakan dia? Kau mau hajar dia kau mau pukul dia? Percuma mas yang ada malah dia menertawakan kebodohanmu.” Kata Kaira.


“Aku sangat kesal dengannya, tega sekali dia melakukan itu semua padaku dan memanfaatkanku seperti itu.” Kata


Raffa kesal.


“Mungkin itu hukuman untukmu karena memperlakukanku tidak baik saat itu mas. Sudahlah jangan memikirkan si

__ADS_1


Angel, lebih baik kau fokus dengan restoranmu saja, kalau kau bertindak mereka


pasti juga tidak akan tinggal diam mas.” Kata Kaira.


“Kau menyuruhku untuk diam?” Tanya Raffa.


“Pikirkan juga dampaknya bagi keluargamu terutama istrimu. Dia pasti tidak segan-segan untuk mencelakaiku


jika kau bertindak melawannya mas.” Kata Kaira.


“Bagaimana aku hanya bisa diam saja melihat saudaraku sendiri tega melakukan itu semua padaku kakak


kandungnya.” Kata Raffa kesal.


“Sabar inilah ujianmu, kau ingat-ingat kembali masa lalumu yang seperti itu. Mana ada wanita yang tidak


kesal diperlakukan seperti itu oleh lelakinya, jadi jangan menyalahkan Angel.


Bukannya aku membela dia tapi seandainya aku ada di posisi dia mungkin aku juga


bisa melakukan yang lebih dari itu. Kalau kau tidak ingin bermasalah jangan


cari masalah. Kalau kau ingin kau baik-baik saja perbaiki dulu dirimu mas.”


Kata Kaira.


Lalu Kaira masuk kedalam kamar begitu juga dengan Raffa.


“Tidurlah mas tenangkan pikiranmu. Aku tau apa yang saat ini sedang kau pikirkan tapi kau harus sadar


bahwa kau saat ini adalah seorang kepala keluarga dan juga calon ayah. Jadi kau


harus bersikap lebih dewasa lagi.” Kata Kaira.


“Calon ayah? Kau hamil?” Tanya Raffa.


“Harusnya aku memberitahu kabar gembira ini disaat kita sedang happy bukannya disaat seperti ini.” Kata Kaira.


“Kau serius hamil sayang?” Tanya Raffa penasaran.


“Iya.” Jawab Kaira.

__ADS_1


“Waaaaw akhirnya aku akan jadi seorang ayah. Terimakasih sayang, aku janji akan lebih perhatian lagi


denganmu.” Kata Raffa sambil memeluk erat istrinya.


__ADS_2