
Kaira akan pergi makan siang bersama suaminya.
“Mayang, aku mau makan siang dengan tuan. Kau ikutlah sekalian, nanti minta tolong kau jaga baby Kei ya.” kata Kaira.
“Baik nyonya, kalau begitu saya akan pergi siap-siap dahulu. Baby Kei sedang tidur.” Kata Mayang.
“Iya, jangan lama-lama ya.” Kata Kaira.
“Baik nyonya.” Jawab Mayang.
Setelah itu, mereka pun berangkat. Namun Kaira terkejut dengan penampilan Mayang yang sangat berbeda.
“Bagus sekali baju yang kau pakai, kau memakai riasan juga?” Tanya Kaira.
“Ini baju pemberian suami saya nyonya saat ulang tahun pernikahan kami tahun lalu. Sebenarnya saya akhir-akhir
ini sering melihat tutorial make up karena suami saya suka jika melihat saya memakai riasan.” Kata Mayang tersipu malu.
“Oh, kau cantik hari ini. Tapi aku tidak suka jika kau memakai riasan yang berlebihan seperti itu.” Kata Kaira.
“Oh maaf nyonya, kalau begitu akan saya hapus dulu.” Kata Mayang.
“Tidak perlu, lain kali saja jika pergi denganku jangan memakai riasan yang berlebihan karena saya tidak ingin suami saya terpikat saat melihatmu.” Kata Kaira.
“Maaf nyonya, saya benar-benar tidak ada maksud seperti itu.” Jawab Mayang.
__ADS_1
“Iya saya mengerti kok kau bukanlah wanita seperti itu. Namun kalau melihat riwayatmu sebelumnya kau kan pernah bekerja di bar.” Kata Kaira.
“Maafkan saya nyonya, meskipun saya dulu pernah bekerja di bar tapi itu karena dipaksa oleh majikan saya.
Kalau boleh memilih lebih baik saya kerja seadanya daripada harus bekerja di bar dan saya sama sekali tidak ada maksud buruk dengan keluarga nyonya. Saya kerja dengan niat tulus dan ikhlas untuk keluarga nyonya. Karena saya juga memiliki keluarga layaknya nyonya dan juga tuan.” Kata Mayang.
“Iya semoga kau bisa membuktikannya ya, kau bisa mengendarai mobil?” Tanya Kaira.
“Bisa nyonya, apakah nyonya menginginkan saya untuk jadi supir nyonya sekalian?” Tanya Mayang.
“Tidak, tidak perlu.” Kata Kaira.
Saat diperjalanan, Kaira mulai agak khawatir menjadikan Mayang sebagai ART nya.
“Mayang ini bukanlah seorang ART sembarangan, dia itu multitalent semua pekerjaan rumah dia bisa. Aku jadi
Setibanya ditempat tujuan mereka.
“Tolong bukakan pintuku.” Perintah Kaira.
“Baik nyonya.” Kata Mayang.
Mereka segera pergi menuju tempat makan yang sebelumnya telah dipesan oleh Raffa.
“Saat saya dan suami saya makan siang, tolong jaga baby Kei dengan baik ya. Kau bisa pergi ke taman atau
__ADS_1
kemanapun tapi jangan mendekat ke meja kami, apa kau mengerti?” Kata Kaira.
“Baik nyonya, kalau begitu saya ke taman sebelah sana dulu ya nyonya, pasti baby Kei senang karena udaranya
juga sangat sejuk.” Kata Mayang.
“Iya, aku makan dulu ya.” Kata Kaira.
**
“Wah sushi. Selamat makan.” Kata Kaira.
“Loh baby Kei dirumah?” Tanya Raffa.
“Dia sedang ditaman bersama Mayang.” Kata Kaira.
“Oh gitu, jangan lupa nanti pesankan makan juga untuk Mayang, kasian dia kalau tidak makan.” Kata Raffa.
“Dia bisa makan dirumah mas, sudahlah kita fokus saja dengan makanan kita.” Kata Kaira.
“Iya tapi kan kau mengajaknya, apa tidak kasian jika dia hanya mengurus baby Kei tanpa ikut makan juga. Nanti
selesai makan, aku akan menjaga baby Kei, suruh Mayang makan dulu.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Kau kenapa sih perhatian sekali dengannya?” Gerutu Kaira.
“Itu wajar lah sayang, lagipula kau cemburu dengannya? Untuk apa kau cemburu dengan seorang ART? Kau sendiri kan yang memilih dia untuk dijadikan ART? Sudah sudah aku tidak mau melihatmu seperti ini lagi.” Kata Raffa sambil menyantap makanannya.