
Joo Hyuk mengantar Seok Kyung
pulang.
“Bagaimana kabar ibumu? Aku
dengar dia tinggal di apartemen?” Tanya Joo Hyuk.
“Ini semua gara-gara wanita itu.
Aku harus mencari kelemahan dia agar papaku mengusirnya.” Kata Seok Kyung.
“Aku dengar dia berasal dari
Indonesia ya?” Tanya Joo Hyuk.
“Iya.” Kata Seok Kyung.
“Aku punya saudara disana, aku
akan mencari tau latar belakang dia seperti apa.” Kata Joo Hyuk.
“Kamu benar-benar selalu bisa
diandalkan, aku masuk dulu ya.” Kata Seok Kyung.
“Bye.” Kata Joo Hyuk.
**
Ji Yong berbicara dengan Abel
terkait hukuman yang diterima oleh Seok Kyung.
“Kenapa kamu melaporkan Seok
Kyung ke komite kekerasan? Aku memang menyuruhmu untuk mengawasi Seok Kyung dan
bahkan aku menjadikanmu direktur tapi bukan berarti kamu bisa menghukumnya. Dia
anakku dan aku tidak ingin hal ini membuat dia memiliki catatan buruk yang
pasti akan mempengaruhinya saat masuk kuliah nanti, apalagi dia sangat ingin
diterima di SNU, bukan hanya dia saja tapi juga aku dan keluargaku.” Kata Ji
Yong.
“Kenapa harus SNU? Dia melakukan
hal yang tidak baik, bukan hanya dia saja tapi juga dengan teman-temannya.
Bukankah kamu ingin aku mendidiknya menjadi lebih baik, salah satunya dengan
ini yaitu dia harus bertanggungjawab terhadap apa yang dia lakukan, dan jika
dia bersalah harus minta maaf. Apakah kamu tau dia adalah seorang perundung
mas, dia sangat kasar dan bersikap seenaknya di sekolah. Bagaimana jadinya
nanti saat dia sudah dewasa? Pasti dia akan selalu mengandalkan uang dan
kekuasaan yang dia punya dari orang tuanya, apalagi kamu pernah bilang bahwa
Soo Ah selalu mengajarkannya seperti itu.” Kata Abel.
“Dengan dia diterima di SNU, maka
itu akan membawa nama baik keluargaku. Ayahku sangat menginginkan Seok Kyung
bisa kuliah di SNU, karena jika dia gagal maka ayahku atau kakeknya sangat
kecewa dan bahkan tidak mengakuinya sebagai cucu. Kamu lihat kan anak kakak ku,
dia saat ini sedang berkuliah di SNU tapi ayahku memberiku kesempatan pada Seok
Kyung. Asal kamu tau ya aku dan kakak ku bukanlah saudara kandung, aku dan dia
berbeda ibu, tentu saja ibuku sangat menginginkan agar anaknya dan cucunya bisa
menjadi pewaris. Selama ini ayahku menganggap bahwa Seok Kyung sangat payah,
pemarah, angkuh dan bodoh. Jadi aku akan memastikan dia akan diterima di SNU
__ADS_1
bagaimanapun caranya. Jadi segera cabut hukuman itu jika kamu masih ingin
menjadi direktur di sekolah itu.” Kata Ji Yong.
“Baiklah, tapi apakah dia bisa
berjanji tidak akan melakukan tindakan kasar seperti sebelumnya?” Tanya Abel.
“Dia sudah berjanji padaku. Jika kamu
ingin bertindak atau melakukan appaun tentang Seok Kyung tolong bicaralah
denganku dulu.” Kata Ji Yong.
“Baik mas, maafkan aku ya
sebelumnya. Aku hanya ingin dia bisa bertanggungjawab atas apa yang dia
lakukan.” Kata Abel.
“Aku bisa mengerti kok niat
baikmu dan keinginanmu untuk mendidik Seok Kyung menjadi lebih baik.” Kata Ji
Yong sambil mencium kening istrinya.
**
Keesokan harinya.
Ji Yong pergi ke kantor setelah
makan pagi bersama keluarganya.
“Aku berangkat dulu.” Kata Ji
Yong.
“Hati-hati ya sayang.” Kata Abel.
“Pa tolong carikan aku guru tutor
yang jauh lebih baik bahkan lebih baik daripada guru tutornya Eun Byul, Min
Hyuk dan Yu Ri. Aku tidak ingin berbagi guru yang sama dengannya, aku harus
“Papa akan mencarikan guru tutor
yang paling baik di negeri ini yang bisa menjaminmu masuk ke SNU.” Kata Ji
Yong.
“Biar aku yang mencarikannya mas,
beri aku kesempatan untuk menjadi ibu yang baik bagi Seok Kyung dan Ha Joon. Oh
iya aku juga telah mengikutkan Ha Joon untuk mengikuti kelas seni dan musik. Dia
sangat menginginkannya.” Kata Abel.
“Baiklah.” Kata Ji Yong.
Setelah makan, Abel mengantarkan Ha
Joon ke sekolah lalu dia pergi ke tempat pelatihan berkuda untuk mendaftarkan
diri dan putranya yaitu Ha Joon. Disana dia melihat Soo Ah sedang berkuda.
“Kamu pandai berkuda.” Kata Abel.
“Sedang apa kamu disini?” Tanya
Soo Ah.
“Aku kemari untuk berlatih
berkuda bersama Ha Joon. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, aku tunggu di
kafe.” Kata Abel.
Di kafe.
“Ada apa?” Tanya Soo Ah.
“Jangan mengajari Seok Kyung
__ADS_1
bersikap kasar dan seenaknya dengan orang lain, aku tidak menyukainya. Kamu bahkan
mengetahui Seok Kyung sering membully temannya di sekolah tapi kamu justru diam
saja bahkan mendukungnya.” Kata Abel.
“Punya hak apa kamu melarangku? Oh
apa jangan-jangan kamu bahkan akan menghalangiku untuk menemui anakku? Aku akan
selalu berada disamping anakku, cukup besarkan Ha Joon dengan baik dan jangan
ikut campur masalah Seok Kyung. Dia harus masuk dan diterima di SNU
bagaimanapun caranya.” Kata Soo Ah.
“Aku tidak akan menghalangimu
menemuinya, tapi untuk urusan sekolahnya akulah walinya. Aku heran kenapa kamu
dan Ji Yong sangat terobsesi agar Seok Kyung bisa diterima di SNU.” Kata Abel.
“Bukan urusanmu, urus saja
urusanmu sendiri.” Kata Soo Ah.
“Padahal banyak universitas
bergengsi lainnya tapi kenapa harus SNU?” Tanya Abel.
“Apakah suamimu tidak
memberitahumu kenapa dia juga sangat ingin Seok Kyung bisa masuk SNU? Aku peringatkan
satu hal padamu, jangan pernah ikut campur urusan Seok Kyung, cukup jaga Ha
Joon dengan baik.” Kata Soo Ah, lalu dia pergi.
**
Seok Kyung diam-diam sedang minum
alcohol didalam kamarnya, namun dia ketahuan oleh Abel.
“Park Seok Kyung. Apa yang kamu
minum? Kamu bahkan belum berusia 20 tahun.” Kata Abel.
“Pergi dari kamarku.” Bentak Seok
Kyung.
“Jaga bicaramu terhadap ibumu.” Bentak
Ji Yong tiba-tiba menghampiri mereka. Lalu dengan mudahnya Seok Kyung
memberikan alcohol itu ke Abel.
“Papa lihat, wanita ini memberiku
alcohol karena aku sedang stress menghadapi ujian. Apakah papa tidak mendidik
wanita ini dengan baik? Bagaimana bisa orang dewasa melakukan hal itu pada anak
dibawah umur.” Kata Seok Kyung.
“Apa benar yang dikatakan Seok
Kyung?” Tanya Ji Yong.
“Tentu saja tidak mas, itu tidak
benar. Aku bahkan memergoki dia sedang minum makanya aku melarangnya dan
memarahinya.” Kata Abel.
“Aku sering melihat dia minum alcohol
itu pa, bahkan kulkas dikamarnya dipenuhi alcohol itu, aku masih belum berusia
20 tahun jadi mana mungkin aku minum pa. Papa percaya dengan anak papa sendiri
kan? Atau justru mempercayai wanita yang baru 3 bulan tinggal di rumah ini?”
Tanya Seok Kyung.
__ADS_1
“Lanjutkan belajarmu.” Kata Ji
Yong kepada Seok Kyung.