Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 21


__ADS_3

Joo Hyuk mengantar Seok Kyung


pulang.


“Bagaimana kabar ibumu? Aku


dengar dia tinggal di apartemen?” Tanya Joo Hyuk.


“Ini semua gara-gara wanita itu.


Aku harus mencari kelemahan dia agar papaku mengusirnya.” Kata Seok Kyung.


“Aku dengar dia berasal dari


Indonesia ya?” Tanya Joo Hyuk.


“Iya.” Kata Seok Kyung.


“Aku punya saudara disana, aku


akan mencari tau latar belakang dia seperti apa.” Kata Joo Hyuk.


“Kamu benar-benar selalu bisa


diandalkan, aku masuk dulu ya.” Kata Seok Kyung.


“Bye.” Kata Joo Hyuk.



**


Ji Yong berbicara dengan Abel


terkait hukuman yang diterima oleh Seok Kyung.


“Kenapa kamu melaporkan Seok


Kyung ke komite kekerasan? Aku memang menyuruhmu untuk mengawasi Seok Kyung dan


bahkan aku menjadikanmu direktur tapi bukan berarti kamu bisa menghukumnya. Dia


anakku dan aku tidak ingin hal ini membuat dia memiliki catatan buruk yang


pasti akan mempengaruhinya saat masuk kuliah nanti, apalagi dia sangat ingin


diterima di SNU, bukan hanya dia saja tapi juga aku dan keluargaku.” Kata Ji


Yong.


“Kenapa harus SNU? Dia melakukan


hal yang tidak baik, bukan hanya dia saja tapi juga dengan teman-temannya.


Bukankah kamu ingin aku mendidiknya menjadi lebih baik, salah satunya dengan


ini yaitu dia harus bertanggungjawab terhadap apa yang dia lakukan, dan jika


dia bersalah harus minta maaf. Apakah kamu tau dia adalah seorang perundung


mas, dia sangat kasar dan bersikap seenaknya di sekolah. Bagaimana jadinya


nanti saat dia sudah dewasa? Pasti dia akan selalu mengandalkan uang dan


kekuasaan yang dia punya dari orang tuanya, apalagi kamu pernah bilang bahwa


Soo Ah selalu mengajarkannya seperti itu.” Kata Abel.


“Dengan dia diterima di SNU, maka


itu akan membawa nama baik keluargaku. Ayahku sangat menginginkan Seok Kyung


bisa kuliah di SNU, karena jika dia gagal maka ayahku atau kakeknya sangat


kecewa dan bahkan tidak mengakuinya sebagai cucu. Kamu lihat kan anak kakak ku,


dia saat ini sedang berkuliah di SNU tapi ayahku memberiku kesempatan pada Seok


Kyung. Asal kamu tau ya aku dan kakak ku bukanlah saudara kandung, aku dan dia


berbeda ibu, tentu saja ibuku sangat menginginkan agar anaknya dan cucunya bisa


menjadi pewaris. Selama ini ayahku menganggap bahwa Seok Kyung sangat payah,


pemarah, angkuh dan bodoh. Jadi aku akan memastikan dia akan diterima di SNU

__ADS_1


bagaimanapun caranya. Jadi segera cabut hukuman itu jika kamu masih ingin


menjadi direktur di sekolah itu.” Kata Ji Yong.


“Baiklah, tapi apakah dia bisa


berjanji tidak akan melakukan tindakan kasar seperti sebelumnya?” Tanya Abel.


“Dia sudah berjanji padaku. Jika kamu


ingin bertindak atau melakukan appaun tentang Seok Kyung tolong bicaralah


denganku dulu.” Kata Ji Yong.


“Baik mas, maafkan aku ya


sebelumnya. Aku hanya ingin dia bisa bertanggungjawab atas apa yang dia


lakukan.” Kata Abel.


“Aku bisa mengerti kok niat


baikmu dan keinginanmu untuk mendidik Seok Kyung menjadi lebih baik.” Kata Ji


Yong sambil mencium kening istrinya.


**


Keesokan harinya.


Ji Yong pergi ke kantor setelah


makan pagi bersama keluarganya.


“Aku berangkat dulu.” Kata Ji


Yong.


“Hati-hati ya sayang.” Kata Abel.


“Pa tolong carikan aku guru tutor


yang jauh lebih baik bahkan lebih baik daripada guru tutornya Eun Byul, Min


Hyuk dan Yu Ri. Aku tidak ingin berbagi guru yang sama dengannya, aku harus


“Papa akan mencarikan guru tutor


yang paling baik di negeri ini yang bisa menjaminmu masuk ke SNU.” Kata Ji


Yong.


“Biar aku yang mencarikannya mas,


beri aku kesempatan untuk menjadi ibu yang baik bagi Seok Kyung dan Ha Joon. Oh


iya aku juga telah mengikutkan Ha Joon untuk mengikuti kelas seni dan musik. Dia


sangat menginginkannya.” Kata Abel.


“Baiklah.” Kata Ji Yong.


Setelah makan, Abel mengantarkan Ha


Joon ke sekolah lalu dia pergi ke tempat pelatihan berkuda untuk mendaftarkan


diri dan putranya yaitu Ha Joon. Disana dia melihat Soo Ah sedang berkuda.


“Kamu pandai berkuda.” Kata Abel.


“Sedang apa kamu disini?” Tanya


Soo Ah.


“Aku kemari untuk berlatih


berkuda bersama Ha Joon. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, aku tunggu di


kafe.” Kata Abel.


Di kafe.


“Ada apa?” Tanya Soo Ah.


“Jangan mengajari Seok Kyung

__ADS_1


bersikap kasar dan seenaknya dengan orang lain, aku tidak menyukainya. Kamu bahkan


mengetahui Seok Kyung sering membully temannya di sekolah tapi kamu justru diam


saja bahkan mendukungnya.” Kata Abel.


“Punya hak apa kamu melarangku? Oh


apa jangan-jangan kamu bahkan akan menghalangiku untuk menemui anakku? Aku akan


selalu berada disamping anakku, cukup besarkan Ha Joon dengan baik dan jangan


ikut campur masalah Seok Kyung. Dia harus masuk dan diterima di SNU


bagaimanapun caranya.” Kata Soo Ah.


“Aku tidak akan menghalangimu


menemuinya, tapi untuk urusan sekolahnya akulah walinya. Aku heran kenapa kamu


dan Ji Yong sangat terobsesi agar Seok Kyung bisa diterima di SNU.” Kata Abel.


“Bukan urusanmu, urus saja


urusanmu sendiri.” Kata Soo Ah.


“Padahal banyak universitas


bergengsi lainnya tapi kenapa harus SNU?” Tanya Abel.


“Apakah suamimu tidak


memberitahumu kenapa dia juga sangat ingin Seok Kyung bisa masuk SNU? Aku peringatkan


satu hal padamu, jangan pernah ikut campur urusan Seok Kyung, cukup jaga Ha


Joon dengan baik.” Kata Soo Ah, lalu dia pergi.


**


Seok Kyung diam-diam sedang minum


alcohol didalam kamarnya, namun dia ketahuan oleh Abel.


“Park Seok Kyung. Apa yang kamu


minum? Kamu bahkan belum berusia 20 tahun.” Kata Abel.


“Pergi dari kamarku.” Bentak Seok


Kyung.


“Jaga bicaramu terhadap ibumu.” Bentak


Ji Yong tiba-tiba menghampiri mereka. Lalu dengan mudahnya Seok Kyung


memberikan alcohol itu ke Abel.


“Papa lihat, wanita ini memberiku


alcohol karena aku sedang stress menghadapi ujian. Apakah papa tidak mendidik


wanita ini dengan baik? Bagaimana bisa orang dewasa melakukan hal itu pada anak


dibawah umur.” Kata Seok Kyung.


“Apa benar yang dikatakan Seok


Kyung?” Tanya Ji Yong.


“Tentu saja tidak mas, itu tidak


benar. Aku bahkan memergoki dia sedang minum makanya aku melarangnya dan


memarahinya.” Kata Abel.


“Aku sering melihat dia minum alcohol


itu pa, bahkan kulkas dikamarnya dipenuhi alcohol itu, aku masih belum berusia


20 tahun jadi mana mungkin aku minum pa. Papa percaya dengan anak papa sendiri


kan? Atau justru mempercayai wanita yang baru 3 bulan tinggal di rumah ini?”


Tanya Seok Kyung.

__ADS_1


“Lanjutkan belajarmu.” Kata Ji


Yong kepada Seok Kyung.


__ADS_2