
Hari pernikahan Angel dan Raffa
pun akhirnya tiba juga. Raffa sibuk dengan para tamu nya sehingga Angel merasa
dicuekin oleh Raffa.
“Sibuk banget sih, bukannya malah
foto bareng sama istrinya atau mesra-mesraan kek malah sibuk sendiri, untung
aja dia uda jadi suami gue coba kalo nggak pasti uda marah banget gue. Sabar
sabar yang penting gue sekarang jadi nyonya besar Raffa Adinata haha.” Gerutu
Kaira.
“Raffa dimana?” Tanya Bu Siska
mamanya Raffa.
“Dia sibuk sama tamunya ma, aku
aja sampai di cuekin sendiri kayak gini.” Jawab Angel.
“Harusnya kamu tau diri dong,
sudah merebut bahkan menghancurkan kebahagiaan anakku dan keluarga besarku.
Dasar wanita bar-bar pembawa masalah dan aib keluarga aja. Kau puas kan uda
nikah sama Raffa dan berhasil menyingkirkan istrinya?” Tanya Bu Siska.
“Jaga ucapan anda ya. Kami mulai
pacaran jauh sebelum dia menikah dengan Kaira. Ini semua terjadi karena anda
lah yang menginginkan anak anda menikahi Kaira padahal anak anda saat itu
sedang berpacaran dengan saya. Jadi yang sebenarnya pembawa aib keluarga adalah
Raffa anak kesayangan anda bukannya saya. Jadi jangan berani meremehkan atau
menghina saya lagi.” Bentak Angel. Lalu dia segera meninggalkan mama mertuanya
dan menemui para tamu undangannya.
Beberapa menit kemudian,
datanglah Kaira dengan calon suaminya Arka. Kaira tampil sangat menawan malam
itu hingga Raffa takjub melihatnya.
Dalam hati Raffa, “Buset kenapa
dia makin cantik sih, sialan si Arka kenapa juga ikutan dateng sih.” Lalu Raffa
menghampiri mereka berdua.
“Kaira, makasih ya kamu uda mau
datang.” Kata Raffa. Dia menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Kaira
namun Arka menepisnya.
“Selamat ya pak, saya permisi
dulu mau ambil makan dulu. Ayo sayang, kita makan dulu.” Kata Arka.
Raffa sangat geram melihat Arka,
lalu Angel menhampiri Raffa.
“Mas kalo mau nyamperin para tamu
gandeng aku juga dong gimana sih kita kan pengantin masak malah jalan
sendiri-sendiri.” Gerutu Angel.
“Kamu undang Kaira?” Tanya Raffa.
“Iya, tadi dia barusan datang
kan?” Tanya balik Angel.
“Ayo kita kesana aja.” Kata
Raffa.
“Mas kita foto dulu yuk.” Pinta
Angel.
“Aduh kan tadi sudah, nggak ah
aku males banget capek.” Bentak Raffa.
Raffa terus memperhatikan gerak
gerik Kaira, ketika Kaira sedang tidak bersama Arka tiba-tiba Raffa menarik
tangan Kaira dan mengajaknya ke luar ruangan.
__ADS_1
“Lepasin tanganku, kamu apa-apaan
sih.” Gerutu Kaira.
“Kamu kenapa datang kesini?”
Tanya Raffa.
“Haa? Harusnya aku yang nanya
balik kenapa kamu masih ngundang aku? Oh ya selamat atas pernikahanmu dengan
wanita bar-bar Angel. Semoga saja kehidupan rumah tangga mu tenang dan tidak
mempermainkan hati wanita lagi.” Kata Kaira.
“Aku masih mencintaimu dan tidak
bisa jauh darimu. Hampir setiap hari aku selalu kepikiran sama kamu dan ingin
sekali kita kembali lagi seperti dulu. Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?”
Tanya Raffa.
“Tidak sama sekali.” Bentak
Kaira.
“Tolong kasih aku kesempatan lagi,
aku mohon.” Kata Raffa.
“Aku hanya kasih kesempatan
sekali saja jadi maaf kali ini aku nggak bisa. Tolong relakan aku lepaskan aku.
Aku ingin hidupku lebih tenang lagi setelah kita berpisah. Sudahlah aku mau
pergi dulu.” Kata Kaira.
“Kaira Kaira aku mohon.” Teriak
Raffa. Namun Kaira tetap pergi meninggalkan Raffa.
**
Angel menghampiri Kaira yang
tengah asyik menikmati makanannya dengan Arka.
“Terimakasih ya akhirnya kamu mau
datang ke acara pernikahanku dengan Raffa. Mas kamu darimana aja sih, sini deh.
sama Arka ya meskipun dia hanya mantan karyawan mas Raffa sih. Makasih ya Kaira
akhirnya kamu melepaskan mas Raffa untukku. Kamu lihat sendiri kan sebenarnya
mas Raffa itu jauh lebih memilihku dibanding denganmu haha.” Kata Angel.
“Kamu boleh memandang rendah
Arka, namun bagiku dia jauh lebih setia dibanding mantan suamiku dan Arka
sangat menghargai dan melindungi seorang wanita, dia tau bagaimana cara
memperlakukan seorang wanita yang seharusnya. Selamat ya untuk kalian berdua,
oh ya satu pesan buat kamu Angel sebaiknya kamu jaga suamimu dengan baik jangan
sampai dia mendatangiku untuk mengajakku rujuk kembali karena sepertinya
suamimu belum bisa melupakanku, kau bisa lihat sendiri kenapa dia memakai dasi
itu. Kau tau itu adalah dasi yang dia pakai saat hari pernikahanku dengan Raffa.
Kau tau maksudnya apa kan sepertinya dia ingin mengenang masa lalunya
denganku.” Jawab Kaira sambil menggandeng tangan Arka dan Arka pun juga membalasnya
dengan memeluk Kaira.
Raffa panik melihat adu mulut
Kaira dengan Angel.
“Ayo kita kesana saja, jangan
bikin ribut dong malu-maluin aja.” Ajak Raffa.
“Jangan khawatir aku juga akan
segera balik kok. Thank u.” Kata Kaira.
“jangan pernah kau muncul lagi di
hadapanku dan suamiku.” Teriak Angel.
Tiba-tiba Kaira menyiram muka
Angel dengan air yang ada di tangannya.
“Upss maaf nggak sengaja. Ini
__ADS_1
hadiah dariku untukmu Angel.” Kata Kaira. Lalu Kaira segera berlari dan kembali
pulang kerumah. Sedangkan semua para tamu undangan ramai mengabadikan momen
ketika Kaira menyiram wajah Angel.
**
Keesokan harinya, Kaira sedang
berada di restoran yang sedang dikelola bersama Arka.
“Oh ya tadi aku dapat tawaran
dari temenku smp katanya dia mau kerjasama dengan restoran kita dan dia pengen
nawarin juga buat buka cabang di beberapa mall di daerahnya. Gimana menurut
kamu?” Tanya Arka kepada Kaira.
“Waah boleh tuh, bisa jadi
peluang kita biar makin sukses restoran kita. Yauda terima aja tawaran dia.
Kalo bisa secepatnya aja.” Kata Kaira.
“Yauda besok aku mau nemuin dia
ya. Kamu mau ikut nggak?” Tanya Arka.
“Nggak deh, aku standby disini
aja. Kalo nggak ada aku nanti siapa yang ngawasin restoran kita?” Kata Kaira.
“Yauda kamu disini aja. Oh ya
gimana sama pernikahan kita? Apa kamu uda mutusin buat tanggal pernikahan
kita?” Tanya Arka.
“Aku nurut apa kata kamu aja.
Kalo emang kamu pengen secepatnya dalam tahun ini yauda gpp. Gimana kalau akhir
tahun aja?” Kata Kaira.
“Kamu yakin uda siap nikah sama
aku?” Tanya Arka.
“Bimbing aku biar jadi istri yang
baik untukmu ya.” Kata Kaira.
“Nanti kita jalani rumah tangga
kita dengan bahagia ya kalau ada masalah kita selesaikan dengan baik, yang
penting kita saling terbuka aja ya.” Kata Arka.
“Iya mas.” Jawab Kaira sambil
senyum-senyum.
“Hahaha agak aneh kalo kamu
manggil aku mas.” Kata Arka.
“Gpp biar nanti terbiasa.” Kata
Kaira.
**
Dirumah Raffa
“Aku lapar nih, buatin makanan
buat aku.” Perintah Raffa kepada Angel.
“Aduh mas aku kan capek, uda
hamil masak masih disuruh masak sih, minta tolong aja ke pembantu. Dia kan
disini dibayar.” Gerutu Angel.
Batin Raffa, “Beda banget sama
Kaira, biasanya dia bangun pagi dan langsung masakin makanan buat aku dia juga
selalu siapin baju buat aku. Aku bener-bener menyesal berpisah darinya. Si
Angel bener-bener bikin makin stress aja pusing.”
“Kamu kan istriku sekarang,
kewajiban istri itu melayani suaminya. Waktu aku masih sama Kaira dia selalu
bangun pagi dan buatin sarapan buat aku kamu malah males-malesan kayak gini.”
Bentak Raffa.
“Aku bisa memberimu anak tapi
tidak dengan Kaira. Stop bandingin aku sama mantan istrimu ya.” Jawab Angel
__ADS_1
dengan ketus.