
Raffa kembali dari kantor dan dia terlihat sangat kelelahan.
“Viona sedang apa?” Tanya Raffa.
“Nyonya sedang tidur tuan.” Kata ART.
“Oh iya, tolong buatkan aku kopi susu ya dan antarkan ke kamar. Viona sudah
minum obat belum?” Tanya Raffa.
“Sudah tuan, tadi nona Feya yang menyiapkan obat untuk nyonya Viona.” Kata
ART.
“Ok, cepat buatkan aku kopi.” Kata Raffa.
“Baik tuan.” Kata ART.
Raffa pergi menuju kamarnya, sedangkan Feya sedang memperhatikan ayahnya
dari balik kamar tidurnya.
“Kenapa papi masih peduli dengan Viona sih? Harusnya papi tinggalin dia dan
balik ke mami, aneh banget. Apa jangan-jangan papi mulai menyukai Viona? Aku
harus buat keluargaku kembali seperti dulu, aku ada ide aku undang saja mami
dan kak Kei untuk makan malam bersama dirumah ini biar si Viona sakit hati dan
terbakar cemburu hahahaha, kasian banget sudah sakit, tidak bisa bicara dan
terbakar cemburu.” Kata Feya dalam hati.
**
Didalam kamar, Raffa mengamati istrinya yang sedang tertidur pulas,
tiba-tiba Viona terbangun.
“Eh maaf kamu jadi terbangun. Bagaimana kondisimu baik-baik saja kan? Aku
__ADS_1
akan membantumu untuk berlatih berjalan dan berbicara.” Kata Raffa. Viona hanya
mengedipkan matanya satu kali pertanda dia menyukainya.
“Kamu harus rutin minum obat dan rutin melakukan terapi ya, pokoknya setiap
pagi aku akan menuntunmu berjalan dan membantumu berbicara. Kamu harus segera
sembuh.” Kata Raffa sambil menggenggam tangan Viona.
“Papi, aku pergi dulu. Aku mau ke pesta bersama Jerry.” Teriak Arabella
dari luar kamar.
“Iya, jangan pulang terlalu malam, hati-hati dijalan.” Kata Raffa.
“Papi tidak perlu menungguku, aku pasti pulang kok.” Kata Arabella.
**
Keesokan paginya, Raffa sedang makan pagi bersama kedua anaknya, sedangkan
“Pa, aku boleh meminta sesuatu tidak?” Tanya Feya.
“Pasti mau beli sepatu atau tas limited edition lagi.” Kata Arabella.
“Minta apa sih memangnya?” Tanya Raffa.
“Boleh tidak kalau aku mengundang mami dan kak Kei untuk makan malam bersama
kita dirumah ini?” Tanya Feya.
“Jangan dirumah ini, tidak enak sama bunda apalagi dia sedang sakit seperti
itu.” Kata Raffa.
“Papi selalu membela bunda, aku juga rindu dengan mami pa.” Kata Feya
dengan ekspresi sedih.
“Bukannya papi membela bunda tapi untuk saat ini tolong kamu bisa mengerti
__ADS_1
keadaan dong, bagaimana perasaan bunda jika kita bersenang-senang sedangkan dia
terbaring dikamar karena kesakitan.” Kata Raffa.
“Kamu nggak sayang sama bunda lagi ya? Ingat ya semua fasilitas yang kamu
dapatkan itu berasal dari bunda, bahkan kamu bisa masuk ke kampusku juga karena
kenalan bunda.” Kata Arabella.
“Bukannya aku tidak sayang padanya tapi papi juga harus bisa mengerti
bagaimana perasaan mami, papi jarang berkunjung ke rumah mami. Pasti mami juga
berharap papi bisa pergi kesana. Papi dan mami masih dalam ikatan pernikahan
loh.” Kata Feya.
“Ok ok baiklah papi akan menuruti kemauanmu tapi kita hanya makan malam
bersama, setelah itu mami harus kembali pulang.” Kata Raffa.
“Yes, akhirnya aku berhasil.” Kata Feya dalam hati.
“Terima kasih banyak ya pa, nanti aku akan menelfon mami.” Kata Feya.
“Kalian makan malam bersama saja, aku akan menemani bunda saja.” Kata
Arabella.
“Kakak jangan begitu dong, mami juga pasti rindu dengan kakak. Ini moment
yang sangat langka loh kak.” Kata Feya.
“Aku pergi dulu.” Kata Arabella.
“Mau pergi kemana kamu?” Tanya Raffa.
“Aku mau pergi bersama Jerry pa.” Kata Arabella.
“Baiklah, hati-hati kalau begitu.” Kata Raffa.
__ADS_1