
“May, mulai sekarang juga saya
akan memberhentikanmu sebagai oembantu disini dan juga sebagai baby sitter anak
saya.” Kata Kaira dengan tegas.
“Memangnya salah saya apa nyonya?”
Tanya Mayang.
“Aku tidak ingin kau mencoba
merayu suamiku dan menghancurkan rumah tanggaku. Sekarang juga aku minta kau
segera mengemasi semua barangmu. Lagipula sudah ada Mia dan Ayu yang akan
mengurus rumah dan aku sendiri yang akan mengurus Kei. Kau tenang saja, aku
akan memberimu banyak uang lalu kau segeralah pergi.” Kata Kaira.
“Nyonya salah menilai saya, saya
bukan merusak rumah tangga nyonya.” Kata Mayang.
“Sekarang kau jawab apakah ada
hubungan spesial dengan suamiku? Apakah kalian berdua bermain di belakangku?”
Tanya Kaira.
“Apakah nyonya selama ini tidak
mempercayai suami nyonya? Saya benar-benar tidak menyangka nyonya akan berbuat
seperti ini, pantas saja nyonya selalu mencurigai suami nyonya. Terimakasih atas
bantuannya selama ini. Semoga nyonya tidak merasakan hal yang nyonya takutkan.”
Kata Mayang lalu segera pergi meninggalkan rumah itu segera.
**
Keesokan harinya, Raffa datang.
“Papi, Kei kangen sama papi.” Kata
Kei sambil berlari ke arah Raffa.
“Papi juga sangat kangen sama
anak papi yang ganteng ini, mami mana?” Tanya Raffa.
__ADS_1
“Mami lagi dandan di kamar.” Kata
Kei dengan polosnya.
“Yuk kita ke kamar, kita temui
mami.” Kata Raffa sambil menggendong putranya itu.
Saat Raffa dan Kei menuju kamar,
tiba-tiba mereka terkejut ketika melihat Kaira jatuh pingsan dengan kondisi
mengenaskan yaitu mulutnya berbusa. Kemudian Raffa segera membawanya ke rumah
sakit.
“Bagaimana dokter keadaan istri
saya? Dia sebenarnya kenapa?” Tanya Raffa.
“Dia keracunan, apakah istri
bapak habis memakan semacam roti atau kue?” Tanya dokter.
“Mami tadi makan kue donat pi.” Jawab
Kei.
“Istri bapak keracunan makanan
namun dia sangat lemah sekali jadi butuh istirahat yang banyak.” Kata dokter.
“Terimakasih banyak dok telah
menyelamatkan istri saya.” Kata Raffa.
“Sama-sama pak, saya permisi dulu
ya.” Kata dokter.
Kemudian Raffa dan Kei
menghampiri Kaira yang tertidur. Kei menjaga ibunya dengan penuh kasih sayang
sedangkan Raffa memikirkan istrinya.
“Bagaimana bisa dia keracunan? Apakah
aku harus menindak lanjut toko kue itu? Ah sudahlah yang penting istriku
selamat.” Kata Raffa dalam hati.
__ADS_1
“Mami harus cepat sembuh ya. Kei sayang
sama mami.” Kata Kei.
“Kei, malam ini kamu nginap di
rumah nenek saja ya, karena papi harus menjaga mami.” Kata Raffa.
“Kei mau jaga mami disini.” Kata Kei
sambil menangis.
“Baiklah, sekarang Kei tidur saja
ya, Kei tidur di sofa saja ya.” Kata Raffa.
“Iya.” Jawab Kei.
“Oh ya ibu Mayang dimana?” Tanya
Raffa.
“Ibu Mayang pulang, kata mami
sekarang ibu sudah nggak kerja lagi dirumah, ibu jahat nggak mau jagain Kei
lagi.” Gerutu Kei.
“Hei tidak boleh bicara begitu,
mungkin ibu ada sesuatu yang harus di urus, nanti kalau sudah selesai pasti
balik lagi.” Kata Raffa.
“Tapi mami bilang ibu sekarang
nggak mau jagain Kei lagi, ibu juga nggak pamit sama Kei.” Kata Kei.
“Sudah sudah, Kei tidur saja ya. Sepertinya
Kei lelah sekali.” Kata Raffa.
“Iya, selamat malam papi.” Kata Kei.
“Selamat malam anak papi yang
paling ganteng. Papi jagain mami di sebelah mami ya.” Kata Raffa.
Info :
__ADS_1
Hai readers tercinta, saya akan berusaha untuk update setiap hari karena antusias para pembaca sekalian.
Terimakasih atas semua saran dan kritiknya yang banyak membantu author untuk lebih semangat dalam melanjutkan cerita ini. Saya akan berusaha lebih keras lagi. Namun author mohon bantuannya untuk bantu like, comment dan subscribe channel youtube author ya, nama channel youtube ku adalah Bells Diary. Semakin kalian membantu saya, saya akan lebih semangat lagi untuk update setiap hari, minimal dua episode setiap harinya. Mohon bantuannya, terima kasih banyak. Jangan lupa ya nama channel youtube saya adalah Bells Diary, kegiatan sehari-hari author selain menulis novel ini. Terimakasih.