
“Mas, hari ini aku mau ke dokter
bersama Renata.” Kata Kaira.
“Jadi ganti dokter?” Tanya Raffa
sambil menyantap makanan.
“Ke dokternya Renata dulu mas,
aku semakin ragu dengan dokter Intan soalnya.” Kata Kaira.
“Baguslah kalau begitu, mau aku
antarkan tidak?” Tanya Raffa.
“Tidak usah mas, aku nanti
setelah periksa mau ke rumah mami. Katanya mami ada acara di rumahnya.” Kata Kaira.
“Ada acara apa memangnya?” Tanya
Raffa.
“Kalau kata Renata sih acara arisan
gitu mas.” Kata Kaira.
“Lebih baik tidak usah datang.” Kata
Raffa.
“Loh memangnya kenapa mas?” Tanya
Kaira.
“Biasanya arisan mamiku itu penuh
dengan pamer harta dan perhiasan begitu. Kalau kau mau datang ya siap-siap saja
bakal terpengaruh dengan mereka, jadi lebih baik tidak perlu datang. Mami tidak
menyuruhmu untuk datang kan?” Tanya Raffa.
“Tidak mas, namun Renata ingin
mengajakku.” Kata Kaira.
“Lebih baik tidak usah datang
sayang. Cari alasan lain saja.” Kata Raffa.
“Oh begitu ya, baiklah kalau
begitu mas aku tidak jadi ikut ke arisan mami.” Kata Kaira.
“Iya, kalau Renata kan memang
gaya hidupnya seperti itu sejak kecil jadi jangan heran.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Iya mas, aku siap-siap dulu ya,
Renata menjemputku.” Kata Kaira.
“Lalu pulangmu nanti bagaimana? Minta
jemput supir saja kalau begitu.” Kata Raffa.
“Baik mas. Kamu kira-kira bisa
menjemputku tidak?” Tanya Kaira.
“Nanti aku kabari ya, kalau aku
sedang tidak sibuk aku akan menjemputmu. Kei hari ini jadi ikut outbond tidak?”
Tanya Raffa.
“Tentu saja jadi mas, semalam
saja dia bilang katanya sudah tidak sabar lagi. Nanti bis sekolahnya yang akan
menjemputnya disini.” Kata Kaira.
“Ok, jangan lupa telfon gurunya
untuk memantau Kei.” Kata Raffa.
“Iya mas.” Kata Kaira.
“Aku berangkat sekarang ya
“Baik mas, hati-hati ya.” Kata
Kaira.
**
Kaira pergi ke dokter kandungan
ditemani Renata. Setibanya di rumah sakit.
“Nama dokterku adalah dokter Aliya.
Aku yakin pasti kau akan cocok dengannya.” Kata Renata.
“Semoga saja ya Ren.” Kata Kaira.
Lalu mereka segera masuk ke ruang
periksa.
“Pagi dokter Aliya.” Kata Renata.
“Pagi, bagaimana kabarmu dan
kabar Azura? Baik-baik saja kan?” Tanya dokter Aliya.
“Aku dan Azura baik-baik saja, oh
__ADS_1
ya ini kakak iparku yang waktu itu aku ceritakan.” Kata Renata.
“Saya Kaira.” Kata Kaira.
“Saya dokter Aliya, silahkan
duduk.” Kata dokter Aliya.
Setelah itu dokter Aliya
memeriksa kondisi Kaira.
“Bagaimana dok hasilnya?” Tanya
Kaira.
“Baik-baik saja kok, bayinya juga
sangat sehat jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Oh ya sebelumnya pernah
ikut yoga untuk ibu hamil belum?” Tanya dokter Aliya.
“Dulu pernah saat hamil anak
pertama. Kalau untuk hamil anak kedua ini belum pernah.” Kata Kaira.
“Mau saya daftarkan untuk yoga
ibu hamil?” Tanya dokter Aliya.
“Boleh dokter.” Kata Kaira.
“Baiklah, mau dipesankan untuk
single atau couple? Kalau couple nanti yoganya ditemain oleh suami. Mau yang
mana?” Tanya dokter Aliya.
“Couple saja.” Kata Renata.
“Aku ragu apakah mas Raffa mau
datang dan ikut yoga bersamaku.” Kata Kaira.
“Pasti dia mau ikut demi
istrinya, kalau tidak mau paksa saja kak.” Kata Renata.
“Baiklah, kalau begitu saya mau
daftar yang couple saja dok.” Kata Kaira.
“Baik, untuk jadwalnya satu
minggu satu kali ya setiap hari sabtu atau minggu pukul 10 pagi. Terserah mau
datang yang hari sabtu atau minggu nya.” Kata dokter Aliya.
“Terima kasih banyak dokter.” Kata
__ADS_1
Kaira.